“Full Day School”, Bentuk Generasi Emas atau Generasi Cemas?
GELI juga membaca berita tentang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy yang menggagas sistem "full day school" untuk pendidikan dasar (SD dan SMP), baik negeri maupun...
Sinar mentari menjemput gigil pagi
Untuk para pengepul hari-hari
Nun jauh di sana, tarian Bromo menguar harmoni
Rinai gerimis mengajariku tentang perjuangan diri
Ingin menyejukkan bumi dari gelegak api
Seakan hidup hanyalah demi mengabdi
Entah berapa lama aku di sini
Deru angin menyelinap ke segenap penjuru
Ikuti gemericik air yang terus melaju
Bukit dan bebatuan bersahutan
Rindukan kebahagiaan
Orang-orang pun berlarian
Memburu hakikat ketenangan
O Tuhan, nyalakan obor di tengah kegelapan
Bromo, 9/3/2024
Pohon-pohon berbaris sepi
Undang kabut di ketiak pagi
Napas Penanjakan mengalun sunyi
Cakrawala masih bercadar mimpi
Akukah yang kau nanti
Kala matahari mencumbui bumi
Puisiku perlahan mengalir senyap
Endapkan rasa lalu merayap
Namamu terasa sulit diucap
Adakah wajahmu semanis edelweis
Nyalakan memori hingga menembus langit berlapis
Jurang kerinduan kian menganga
Antara dua insan yang saling mendamba
Kau dan aku berharap kepastian
Alam pun siap mempersaksikan
Nikmati suatu keindahan
Bromo, 9/3/2024
Gunung Batok terlihat kokoh berdiri
Udaranya dingin me-refresh diri
Nyanyian angin mengantarku ke ceruk masa silam
Ususku beku dihimpit es batu semalam
Namun puncakmu memancarkan kharisma
Gagah dalam pekat warna
Begitulah panorama khas pegunungan
Alam menghadirkan kuasa Tuhan
Turun mendendangkan irama yang menakjubkan
Orkestra itu sayup-sayup mengaliri kalbu
Kapankah kutemui-Mu sepenuh rindu?
Bromo, 9/3/2024
Pesonamu sejauh mata memandang
Alam terbentang kala hari belum terlalu siang
Detik waktu terus berkejaran
Antara bukit Teletubbies dan semburat kehidupan
Nanar mata ini terbentur hijau rerumputan
Gunung Bromo tampak tegak berpayung keemasan
Sang surya begitu ceria memanjakan padang sabana
Ayunan kaki terus menyusuri hamparan cakrawala
Bergandeng tangan memburu rahasia
Altar di kejauhan mengajakku ke jalan Tuhan
Namun jejak langkah terbaca oleh awan
Anggukan gerimis merobek peta perjalanan
Bromo, 9/3/2024
Pada pasir berbisik
Ada irama nyaris tak berisik
Sosok malaikat siap-siap membumi
Ingatkan masaku tak lama lagi
Rasa rindu untuk kembali
Berjuta pasir mengeluhkan embun
Entah di mana dosa itu tertimbun
Raut muka sang musafir hanya menemui jalan bebatuan
Bagaikan kuda-kuda yang berlarian
Ingin mengejar kekasih yang tak bertuan
Sepotong tongkat Musa tiba-tiba memecah bebatuan
Ingatkan waktuku tinggal sekian
Kenangan hanyalah perjalanan, lalu membisikkan salam perpisahan
Bromo, 9/3/2024
Penulis: Ahmad Fatoni
Editor: Adnyana Ole
[][] Klik untuk BACA puisi-puisi lain
GELI juga membaca berita tentang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy yang menggagas sistem "full day school" untuk pendidikan dasar (SD dan SMP), baik negeri maupun...
HAY, ges, Salam Sejahtera untuk ges ges semua di seantero jagad Indonesia tercinta. Semoga semua masih dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa dan selalu memegang teguh ideologi Panca...
RATUSAN anak mendadak berlarian dari sisi barat dan timur Taman Lumintang, Denpasar. Mereka menghambur begitu saja di tengah-tengah lapangan. Mereka menari, berlari, kejar-kejaran,...
Cerpen: Surya Gemilang PARA pengunjung Taman Palakosa dibuat menganga pada sore itu oleh kehadiran seorang pria bertubuh kekar yang wajahnya abnormal; ia bermata tiga—m...
RASANYA baru kemarin saya menjadi mahasiswa semester 6 dan kini sudah beranjak ke semester 7. Segala pahit getir hari-hari di semester 6 yang agak jahanam akhirnya bisa saya lalui...
“Dadi minum, sakewale abedik!” begitu pesan luhur dari Sembroli. Dan kalimat itu dikatakan berkali-kali. Setiap kali menyebut “pesan luhur”, ia selalu angkat gelas dan menenggak ar...
PAGI tadi aku duduk di sebuah kursi taman di belakang gedung kampusku yang baru. Sudah tiga hari aktivitas ini aku lakukan. Aku pun sebenarnya tidak betul-betul tahu untuk apa dan...
MEDIA Sosial tentunya memberikan banyak manfaat. Mulai dari sarana untuk mengekspresikan diri, bertukar informasi, mencari lebih banyak teman, bahkan untuk menjalankan sebuah bisni...
BELAJARLAH pencitraan dari kuliner khas Buleleng, terutama dari lawar getih. Karena pencitraan itu adalah pertunjukan tentang “rasa dan kesan” yang serupa antara apa yang dilihat m...
SINTHA Pramadewi terlihat serius melihat aksara demi aksara yang tertulis di atas selembar daun lontar. Dengan terbata-bata ia berusaha membaca aksara demi aksara, yang ukurannya t...