Akhiri Habitus, Muda Wijaya Belajar Mengaji Lewat Buku Puisinya, "Belajar Mengaji Pada Ibu" 

Son Lomri
by Son Lomri — Juli 12, 2025 in Khas

Tatkala.co

DENGAN jarak yang panjang sejak terbitnya buku puisi "Kalimah" tahun 2013, Muda Wijaya pada  tahun ini kembali hadir menegaskan eksistensinya sebagai  penulis puisi. Dengan melahirkan anak Ruhani dari kepenyairannya untuk panggung kesusastraan dengan nama Kardanis Mudawi Jaya.

Puisi-puisi "Belajar Mengaji Pada Ibu "  merupakan kumpulan puisi terbaru  Kardanis Mudawi Jaya bakal segera diluncurkan serta didiskusikan pada Rabu, 16 Juli 2025, di SD Muhammadiyah 2 Denpasar, Jalan Halmahera Denpasar, pukul 19.00 WITA.

Peluncuran dan diskusi ini digagas Lembaga Seni Budaya Muhammadiyah wadah Muda Wijaya kini bergabung bekerjasama dengan Ikatan Pelajar Muhammadiyah Bali.

Menghadirkan Wayan Jengki Sunarta seorang sastrawan lengkap  karya-karyanya seperti puisi, cerpen dan novelis sudah dibukukan sebagai

pembedah buku. Nama Jengki bukan orang baru di dunia kesustraan Bali. Ia kerap menjadi juri dan diundang dalam festival -festival baik regional nasional dan international. Di samping Jengki, ada perupa Tatang BSP yang akan memandu dan memantik diskusi. Tatang adalah, penulis senirupa yang karyanya sudah dipamerkan hingga manca negara.

"Belajar Mengaji Pada Ibu" adalah sebuah karya yang sangat personal dan reflektif, menandai kembalinya Kardanis Mudawi Jaya ke dunia penulisan puisi setelah melewati fase menikmati "kehidupan puisi" di sekitarnya. Puisi-puisi dalam buku ini, yang dihimpun dari arsip lama dan curahan hati di media sosial, menawarkan perspektif unik tentang interaksi manusia, pergulatan batin, dan hubungan mendalam dengan lingkungan sekitar.

Di dalam  IFTITAH Kardanis Mudawi Jaya  merupakan sebuah catatan  pengantar Puisi-puisi ”Belajar Mengaji Pada Ibu" mengungkapkan. Bahwa  Ibu, menjadi figur

perasaan yang kuat ke mana saya kembali memahami diri. Ibu adalah perasaan kuat serupa tanah air tempat saya menggali-gali kehidupan." Ungkapan ini menjadi inti dari keseluruhan buku, yang menggambarkan bagaimana sosok ibu, baik secara harfiah maupun metaforis, menjadi sumber inspirasi untuk memahami penderitaan, cinta, dan kekayaan kisah kehidupan di tanah air.

Dua buku puisi karya Muda Wijaya | Foto: Ist

Buku  ini juga menjelajahi tema-tema universal seperti hubungan antara individu dengan diri sendiri dan orang lain, pengalaman mendidik anak-anak teater, hingga refleksi tentang kondisi bangsa dari sudut pandang pribadi. Setiap puisi adalah sebuah "suara" yang mencurahkan emosi perasaan, pemikiran yang mendalam.

"Belajar Mengaji Pada Ibu" mengundang para pembaca untuk menyelami interaksi manusia sesama manusia dalam berbagai bentuknya, dan bagaimana pengalaman-pengalaman ini pada akhirnya membentuk lingkungan serta menyentuh hubungan dengan Sang Pencipta. Buku ini tidak hanya sebuah kumpulan puisi,

tetapi juga sebuah jembatan emosional yang mengantarkan pembaca pada perenungan mendalam tentang eksistensi, kasih sayang, dan makna sejati dari "rumah."

Sementara itu, Ketua LSB Muhammadiyah Bali, Nanang Dhuha mengatakan peluncuran dan bedah buku ini merupakan ikhtiar LSB Bali dalam menguatkan dakwah kultural melalui penampilan kesenian.

"LSB Bali berkomitmen untuk mengarusutamakan dakwah kultural melalui seni yang salah satunya lewat bedah buku ini di samping sebagai apresiasi kepada seniman LSB yang telah melahirkan karya," ujar Nanang Dhuha. [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah/Rilis
Editor: Jaswanto

https://tatkala.co/2025/07/12/ketawang-lekhya-pengantar-untuk-buku-puisi-hartanto/
https://tatkala.co/2025/01/26/saiban-kerinduan-yang-tak-terucap-dan-tak-terungkap/
https://tatkala.co/2024/01/07/negara-tidak-hadir-dalam-perkara-perkara-nyaris-puitis/embed/#?secret=2Xdpjl4sBD#?secret=ooLXMCyrgv
https://tatkala.co/2023/08/02/rendezvous-puisi-puisi-yang-melawan-keberserakan-kata-kata/embed/#?secret=hMFvrJ8dRj#?secret=lKy2i1SSFS
https://tatkala.co/2024/04/06/puisi-puisi-chris-triwarseno-puasa-yang-berpuisi-puisi-yang-berpuasa/embed/#?secret=Lc6hAfeb7e#?secret=Va7rLGHIRZ
Avatar

Son Lomri

Related Posts
Dongeng

Takut Galungan

BY Dede Putra Wiguna Juni 27, 2026

DI Desa Kembang Asri hiduplah seekor babi betina bernama Ica. Ia adalah babi kesayangan Made Subur. Ica tumbuh sehat dan jinak. Ia juga sangat menyayangi majikannya. Selain Ica...

Read More