Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan yang dih...
— Catatan Harian Sugi Lanus, 7 Juli 2025
Tanggal 5 Juli 2025 saya diundang ke Hotel Lakeview, Kintamani, Bangli, oleh Hindunesia untuk menjadi narasumber dalam sarasehan bertema “Disrupsi Digital”.
Topik tersebut sangat menarik. Tapi di Kintamani pikiran saya dipenuhi persoalan nyata disrupsi ekologi di bentang alam Batur-Kintamani.
Terjadi 2 disrupsi ekologi di kawasan Batur-Kintamani:
Disrupsi ekologi jenis pertama disebabkan oleh peristiwa alam di kawasan Batur-Kintamani sering kali terjadi.— sebagai contoh letusan Gunung Batur 1926 telah membuat warga pindah sekaligus memindahkan Pura Ulun Danu Batur dari berlokasi dekat danau ke lokasi atas sekarang. Banyak letusan sebelumnya tercatat dalam catatan sejarah dan membawa disrupsi ekologi yang dasyat. Sampai kini kawasan ini rentan letusan gunung dan gempa.
Disrupsi ekologi jenis kedua sedang terjadi, yaitu akibat ulah manusia membangun secara nekat dan tampak memaksa lanskap alam. Entah bagaimana caranya ijin membangun bisa dikeluarkan untuk di tepian jurang tebing terjal di seputar Batur-Kintamani? Ini berdampak ketidakseimbangan ekosistem dan kerusakan-kesemerautan yang tidak dapat dipulihkan .
Pembangunan infrastruktur fasilitas pariwisata yang ugal-ugalan di Batur-Kintamani, ditambahi aktivitas pertambangan pasir, baik terbuka maupun tertutup, membawa kerusakan bentang alam, menyebabkan perubahan morfologi beberapa titik di kawasan Batur-Kintamani. Disrupsi ekologi Batur-Kintamani “jangkep” diperparah dengan penebangan hutan dan caruk-maruk perkebunan yang signifikan memicu erosi tanah, banjir, dan perubahan iklim mikro, yang pada akhirnya mempengaruhi bentang alam secara seluruh.
Untuk jangka pendek kelihatan fasilitas wisata dari modal para investor tampak menggerakkan ekonomi lokal. Tetapi perusakan bentang alam dapat menyebabkan kerugian ekologi jangka panjang yang mengakibatkan hilangnya bentang alam yang asri menjadi caruk-marut tidak berkelas, lenyapnya lahan pertanian, penurunan produktivitas sumber daya alam, dan berpotensi memicu kebencanaan.
Disrupsi ekologi Batur-Kintamani hanya bisa dijawab dengan regulasi tata ruang wilayah dan ketegasan penegakan regulasi tersebut. Disrupsi bentang alam Batur-Kintamani tidak bisa distop dengan omon-omon penegakan regulasi, tapi di belakang layar justru para pembuat kebijakan merangkap calo tanah dan berjualan ijin. [T]
PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan yang dih...
Catatan tentang AI, media sosial, dan manusia yang semakin sulit mendengar suara hatinya sendiri. KADANG-KADANG saya merasa bahwa perubahan terbesar pada manusia hari ini buk...
Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu, tahun 1945, Soekarno menyampaikan...
BAYANGKAN sebuah dunia tanpa warna, tanpa garis, dan tanpa bayangan sejak pertama kali kamu membuka mata di dunia. Bagi kebanyakan dari kita yang terbiasa mendominasi hari dengan...
BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor itu ternyata bukan makhluk g...
DULU ketika aku masih kecil, aku mendengar kisah tentang cinta pertama Ayah. Aku tidak tahu apa aku boleh mendengar kisah ini. Karena cinta pertama ayahku bukanlah ibuku. Itu agak...
BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai sekitar 6,4 juta kilometer perse...
PAGI di Desa Muncuk Sari selalu datang dengan cara yang sama. Perlahan, lembut, seperti tangan yang membelai tanpa suara. Kabut tipis menggantung di atas sawah, dan embun menempel...
Kelambu Suatu hari, aku bicara dengan kelambuDia berkeluh kesah tentangmalam itu doa-doakutidak sengaja tersangkut di ketiaknyaIa bilang ia khilaf dan karena ibutidak mau mencu...
Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang ditopang oleh pariwisata, investasi...