WAKTU adalah usia kehidupan, sebagai medan eksistensi manusia, dan merupakan tempat ia berlindung dan menetap, tempat ia dapat memberi manfaat kepada orang lain dan tempat ia diambil manfaatnya oleh orang lain (Luluul Wardah, 2018).
Banyak nasihat, nikmat, yang harus kita syukuri dalam satu kurun episode hidup yang sudah kita lewati. Waktu banyak mengajarkan pada kita untuk sabar, bijak, saling menghargai, dan berterimakasih pada lingkungan, habitat kita, wabil khusus pada orang-orang yang membuat kita hadir dan masih berdiri tegak sampai hari ini.
Renungan tentang bagaimana kita menggunakan waktu yang terbatas dan pentingnya hidup dengan tujuan, karena waktu berlalu begitu cepat dan banyak orang tidak menyadarinya hingga terlambat.
Jangan sepelekan waktu, eksplorasilah segala ruang ketika kita diberikan waktu dan kesempatan. Ketika waktu terbuang hanya penyesalan, kehilangan, dan kesadaran akan waktu yang telah terbuang. Bagaimana kita menggunakan waktu dan mendorong untuk hidup lebih sadar dan bermakna.
Para alim, seniman, filsuf, juga diri saya yang pandir ini, banyak berpandangan perihal perjalanan waktu, seperti dalam lagu “Time” dan "Old and Wise", dari The Alan Parsons Project, dan juga “Time” dari Pink Floyd, yang membahas tentang penerimaan terhadap usia, dan waktu yang berlalu, serta pentingnya persahabatan dan kenangan yang telah terukir dalam hidup.
Liriknya menyoroti bagaimana kita cenderung lebih menghargai waktu dan hubungan ketika menghadapi perpisahan atau saat menua. Lirik lainnya menggambarkan perjalanan waktu yang tak terhindarkan dan bagaimana kita belajar untuk menerima perubahan yang terjadi seiring bertambahnya usia.
Melakukan refleksi dan bernostalgia dalam mengarungi hidup yang penuh misteri soalwaktusaatnya kita kembali, penting kita mengenang kembali masa lalu dan merenungkan hubungan yang pernah dijalani, di berbagai dimensi ruang sosial yang komplek.
Seperti pentingnya persahabatan sejati dan kenangan indah yang dibagikan dengan orang lain, bahkan ketika hubungan tersebut berakhir. Artinya betapa banyaknya orang-orang yang terlibat dalam memenuhi waktu kita.
***
Demikian besar peranan waktu dalam hidup ini, menurut keyakinan saya sebagai Muslim maha pentingnya waktu yang diberikn oleh-Nya, Allah Subhanahuwata’ala berkali-kali bersumpah dengan menggunakan kata yang menunjukkan waktu-waktu tertentu seperti kata wa al-layl (demi waktu malam), wa al-nahār (demi waktu siang), wa al-subẖ (demi waktu subuh), wa al-fajr (demi waktu fajar), wa al-dhuha (demi waktu dhuha), wa al- ‘ashr (demi waktu ashar). Enam kali Allah bersumpah demi waktu, menandakan betapa penting bersyukurnya kita yang masih diberi waktu untuk hidup beraktivitas, berkarya dengan tujuan semata beribadah kepadaNya.
Untuk menegaskan pentingnya waktu dan keagungan nilainya, seperti yang terdapat dalam al-Qur’an Surat Al-Lail [92]: 1-2, demi malam apabila menutupi (cahaya siang), demi siang apabila terang benderang, Al-Fajr [89]: 1-2, demi fajar, demi malam yang sepuluh, Adh-Dhuha [93]:1-2, demi waktu dhuha (ketika matahari naik sepenggalah), dan demi malam apabila telah sunyi, Al-‘Ashr [103]: 1-3, demi masa, sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran
Allah SWT, memulai surat al-‘Ashr dengan bersumpah wa al-‘ashr (demi masa), untuk membantah anggapan sebagian orang yang mempersalahkan waktu dalam kegagalan mereka. Tidak ada sesuatu yang dinamai masa sial atau masa mujur, karena yang berpengaruh adalah kebaikan dan keburukan usaha seseorang. Dan inilah yang berperan di dalam baik atau buruknya akhir suatu pekerjaan, karena masa selalu bersifat netral. Kata ‘ashr memberi kesan bahwa saat-saat yang dialami oleh manusia harus diisi dengan kerja memeras keringat dan pikiran (M. Quraish Shihab,2000).
Waktu, pada hakikatnya dia sedang mengurangi makna hidupnya. Bahkan, kesengsaraan manusia bukan karena berkurangnya harta, tetapi karena membiarkan waktu berlalu tanpa makna. Seperti melakukan kegiatan yang tidak produktif (terlalu banyak menonton TV atau bermain game, membuka media sosial tanpa tujuan yang jelas), menunda-nunda pekerjaan, terlalu banyak mengeluh,banyak bergosip,atau terlalu banyak terlibat dalam hal-hal yang tidak penting.
Jangan waktu kita terbuang percuma, seperti menunggu sesuatu atau seseorang, dan tidak mengejar impian. Terlalu banyak menghabiskan waktu dengan orang yang tidak memberikan dampak positif, dapat membuat terjebak dalam zona nyaman dan tidak berkembang. Menyia-nyiakan waktu dapat berdampak negatif pada berbagai aspek kehidupan, seperti; Kualitas hidup menurun, pekerjaan terbengkalai, hubungan sosial memburuk Kesehatan akan terganggu.
Waktu sebagai sesuatu yang terus berjalan dan tidak dapat dihentikan, seperti sungai yang mengalir ke laut. Menyoroti kesadaran bahwa waktu adalah sumber daya yang terbatas dan tidak bisa dikembalikan. Waktu yang sudah berlalu tidak mungkin kembali lagi. Setiap tahun yang telah berlalu, bulan yang lalu, pekan yang lalu, bahkan menit yang lalu, tidak mungkin bisa dikembalikan.
Inilah yang disampaikan oleh al Hasan al-Basriy; “Tidak ada satu haripun yang menampakkan fajarnya kecuali ia akan menyeru “Wahai anak Adam, aku adalah harimu yang baru, yang akan menjadi saksi atas amalmu, maka carilah bekal dariku, karena jika aku telah berlalu aku tidak akan kembali lagi hingga Hari Kiamat”( Luluul Wardah, 2018).
Dan saya pun sedang berjalan menambah usia, menempuh waktu, demi waktu. [T]
Setiap bertemu orang yang bertanya, “Sudah kerja? Kerja di mana sekarang?” Saya kesal. Selalu kesal. Bukan lantaran karena tak punya pekerjaan. Namun betapa bingung mesti dengan ap...
Judul Buku: Cupak Tanah – Enam Naskah Drama
Pengarang : Putu Satria Kusuma
Penerbit : Mahima Institute Indonesia
Tahun Terbit : 2015
Jumlah Halaman : xvi + 216 halaman
ISBN :978-60...
Lucu itu pembawaan, tak bisa dipaksakan. Tidak banyak orang yang fasih melucu. Kebanyakan orang gigih mencoba melucu, justru jadinya tidak lucu. Kalaupun kemudian ada yang tertawa,...
SETIAP zaman punya ciri khasnya masing-masing. Zaman kita saat ini adalah zaman ‘dunia maya’. Dan, setiap zaman selalu melahirkan sejumlah konflik. Zaman kita sekarang ini melahirk...
Bila ditanya, manakah karya sastra yang benar-benar mampu berbaur dengan segala hal, barangkali puisilah jawabannya. Sebagaimana ia diistilahkan dengan berbagai nama di setiap bida...
KETIKA ideologi komunis atau sosialis dikatakan bangkrut, lantas apa yang mendasari kedatanganku ke kuburan Karl Marx, lelaki yang identik dengan ideologi itu?
"Untuk memenuhi ras...
Bali memahami konflik dengan sangat bijaksana. Ia adalah konsep rwa binedha, pertentangan yang menjadi satu, pertentangan yang melahirkan dinamika dan keberlangsungan hidup.
Ada ru...
Judul Buku: EKSPLO(RA)SI TUBUH - ESAI-ESAI KURATORIALSENI RUPAPenulis: HardimanPenerbit: Mahima Institute IndonesiaTebal : viii + 307 ISBN : 978-602-18311-7-5 Buku Eksplo(ra)si Tub...
Judul Buku : Perempuan Tanpa Nama
Pengarang : Kadek Sonia Piscayanti
Penerbit : Mahima Institute Indonesia
Tahun Terbit : 2015
Jumlah Halaman : x + 288 halaman
ISBN :978-602-18311-...
Berbahagia sekali saya masih diberi kesempatan untuk bernapas, kemudian tadi pagi masih berak dengan lancar, dan menyusun pidato ini dengan keadaan suhu tubuh serta kejiwaan yang n...