PEMBANTU
Edisi 4/11/2019 KOPLAK duduk terdiam di ruang kerjanya. Sambil memandang dengan serius wajah Presiden dan Wakil Presiden yang baru saja dilantik. Beban berat terasa terurai dan...
— Catatan Harian Sugi Lanus, 26 Juni 2025
DALAM ajaran Hindu Bali, "Bhuta Kala" dipahami sebagai kekuatan alam yang bersifat negatif yang mendatangkan gangguan atau kekacauan. Bentuknya beragam. Bisa berupa janji manis hidup penuh kesenangan dan rayuan surgawi yang menyesatkan kehidupan manusia.
"Panugrahan Ida Bhatara" merujuk pada anugerah dari Ida Bhatara (Tuhan) kepada umat manusia. Bentuknya tidak selalu material, tapi lebih banyak berupa tuntunan batin dan keteguhan pikiran yang membuat tidak mudah tergoda, bertindak jernih dan tahan banting.
Masyarakat Hindu Bali kini menghadapi banyak tantangan dan iming-iming 'kemajuan instan' yang menyesatkan dan membawa dampak buruk jangka panjang berkepanjangan bagi Hindu Bali.
Iming-iming ini bisa bersumber dari sepak terjang ceroboh masyarakat lokal, program pemerintah daerah dan pemerintah pusat yang gegabah, investasi lokal-nasional dan investasi asing yang tidak peduli tatanan alam dan budaya Bali, dll.
Secara tradisional, ajaran Hindu Bali memberi tuntunan untuk tidak bekerja sama dengan "Bhuta Kala" dan sebaliknya memohon "Panugrahan Ida Bhatara".
Masyarakat Hindu Bali kini dituntut jernih melihat mana "Program Bhuta Kala" dan mana "Panugrahan Ida Bhatara".
Dalam cerita Ramayana, penculikan Sita didahului oleh tipu daya Rahwana yang menyamar menjadi seorang pendeta tua dan tipu daya Marica yang menyamar menjadi rusa emas yang membuat Sita meminta Rama menangkapnya, sehingga Rama meninggalkan Sita dan Laksmana.
Dalam tradisi sastra di Bali disebutkan Sita melambangkan "tanah air" tertipu diculik Rahwana.
Kakawin Ramayana yang diwarisi dalam tradisi Hindu Bali, jika dibandingkan dengan situasi Bali sekarang, senasib Sita tergoda rusa emas jelmaan Marica.
Tipu daya sosok pendeta tua dan rusa emas telah mengejawantah dan bergentayangan di Bali.
Menjaga tanah Bali tidak cukup dengan berbagai upakara caru dan persembahan dalam menghadapi "Program Bhuta Kala".
Program Bhuta Kala ini hanya bisa dinetralisir (somya) dengan keberanian bersikap penolakan dan berani berpihak pada 'pandangan benar' dan 'pikiran jernih' agar mata batin tidak dibutakan silau emas si rusa dan bujuk rayu manis si pendeta tua.
Jika tertipu kata-kata manis dan kilau emas, maka masyarakat Bali akan mengikuti Program Bhuta Kala, Rahwana dan Marica.
Sejarah dan masa depan Bali sedang ditulis oleh masyarakat Bali sendiri. Mengikuti "program Bhuta Kala" (si rusa emas dan pendeta palsu), atau mengikuti tuntunan "Panugrahan Ida Bhatara", keduanya sangat tergantung kesadaran kolektif masyarakat Bali dalam menjawab/menyikapi tantangan kekinian. [T]
Edisi 4/11/2019 KOPLAK duduk terdiam di ruang kerjanya. Sambil memandang dengan serius wajah Presiden dan Wakil Presiden yang baru saja dilantik. Beban berat terasa terurai dan...
“Alih media dari teks ke pertunjukkan” dan juga “Meng-adegankan puisi dalam bentuk drama” itulah dramatisasi puisi menurut Desi Nurani pembina sekaligus pelatih Sanggar Seni Kelak...
Pada buku “Paduan Wacana & Apresiasi Musikalisasi Puisi”, dijelaskan arti Muspus menurut pengarangnya Hamdy Salad bahwa Musikalisasi Puisi atau Muspus adalah segala bentuk dan...
Judul Event: Cube #2Tema: DispersionWaktu: minggu/3 november 2019 - 10 November 2019 Tempat: Kulidan Kitchen Space, Desa Guwang GianyarPeserta: Dosen DKV STD Bali Mengulangi k...
Judul Buku :Sisi-Sisi yang MenghidupkanPenulis : Gallang Riang GempitaPenerbit : FramepublishingISBN ...
Judul : Api KataPenulis : Kim Al Ghozali AMPenerbit : Basabasi, 2017ISBN : 9786023913336 Jumlah Halaman :107 ___ Kim Al Ghozali AM tak menentukan untuk menjadi siapa dan ap...
Tim Penulis: I Made Suarbawa, Fransiska Prihadi, Rickdy Vanduwin S Setelah kegembiraan festival film pendek selama sepekan penuh di pulau Bali, Minikino Film Week 5 dilanjutkan...
Judul Buku : KhotbahPenulis : Dwi S WibowoPenerbit : Alpha CentauriISBN : 978-602-3092-29...
Mengulas buku antologi puisi berjudul Menanam Puisi di Emperan Matamu karya Wayan Esa Bhaskara adalah salah satu pengalaman berharga bagi saya. Pasalnya ini adalah kali pertama ba...
Judul Buku : BELOGPenulis : TudekamatraPenerbit : Pustaka EkspresiISBN : 978-602-7610-26-2...