Ibu
“Kasih ibu melebihi kebaikan malaikat manapun” (Merayakan Ingatan, Mahima 2019) Bahkan sebagai seorang dokter sekalipun, saya sempat kaget saat menyadari satu fenomena biologis...
— Catatan Harian Sugi Lanus, 26 Juni 2025
DALAM ajaran Hindu Bali, "Bhuta Kala" dipahami sebagai kekuatan alam yang bersifat negatif yang mendatangkan gangguan atau kekacauan. Bentuknya beragam. Bisa berupa janji manis hidup penuh kesenangan dan rayuan surgawi yang menyesatkan kehidupan manusia.
"Panugrahan Ida Bhatara" merujuk pada anugerah dari Ida Bhatara (Tuhan) kepada umat manusia. Bentuknya tidak selalu material, tapi lebih banyak berupa tuntunan batin dan keteguhan pikiran yang membuat tidak mudah tergoda, bertindak jernih dan tahan banting.
Masyarakat Hindu Bali kini menghadapi banyak tantangan dan iming-iming 'kemajuan instan' yang menyesatkan dan membawa dampak buruk jangka panjang berkepanjangan bagi Hindu Bali.
Iming-iming ini bisa bersumber dari sepak terjang ceroboh masyarakat lokal, program pemerintah daerah dan pemerintah pusat yang gegabah, investasi lokal-nasional dan investasi asing yang tidak peduli tatanan alam dan budaya Bali, dll.
Secara tradisional, ajaran Hindu Bali memberi tuntunan untuk tidak bekerja sama dengan "Bhuta Kala" dan sebaliknya memohon "Panugrahan Ida Bhatara".
Masyarakat Hindu Bali kini dituntut jernih melihat mana "Program Bhuta Kala" dan mana "Panugrahan Ida Bhatara".
Dalam cerita Ramayana, penculikan Sita didahului oleh tipu daya Rahwana yang menyamar menjadi seorang pendeta tua dan tipu daya Marica yang menyamar menjadi rusa emas yang membuat Sita meminta Rama menangkapnya, sehingga Rama meninggalkan Sita dan Laksmana.
Dalam tradisi sastra di Bali disebutkan Sita melambangkan "tanah air" tertipu diculik Rahwana.
Kakawin Ramayana yang diwarisi dalam tradisi Hindu Bali, jika dibandingkan dengan situasi Bali sekarang, senasib Sita tergoda rusa emas jelmaan Marica.
Tipu daya sosok pendeta tua dan rusa emas telah mengejawantah dan bergentayangan di Bali.
Menjaga tanah Bali tidak cukup dengan berbagai upakara caru dan persembahan dalam menghadapi "Program Bhuta Kala".
Program Bhuta Kala ini hanya bisa dinetralisir (somya) dengan keberanian bersikap penolakan dan berani berpihak pada 'pandangan benar' dan 'pikiran jernih' agar mata batin tidak dibutakan silau emas si rusa dan bujuk rayu manis si pendeta tua.
Jika tertipu kata-kata manis dan kilau emas, maka masyarakat Bali akan mengikuti Program Bhuta Kala, Rahwana dan Marica.
Sejarah dan masa depan Bali sedang ditulis oleh masyarakat Bali sendiri. Mengikuti "program Bhuta Kala" (si rusa emas dan pendeta palsu), atau mengikuti tuntunan "Panugrahan Ida Bhatara", keduanya sangat tergantung kesadaran kolektif masyarakat Bali dalam menjawab/menyikapi tantangan kekinian. [T]
“Kasih ibu melebihi kebaikan malaikat manapun” (Merayakan Ingatan, Mahima 2019) Bahkan sebagai seorang dokter sekalipun, saya sempat kaget saat menyadari satu fenomena biologis...
“Rumah ini selalu terbuka untuk kita berkeasi, berkreativitas. Kalian bisa menggunakan rumah ini daripada susah-susah mencari dan menyewa tempat lain.” Kalimat ini adalah salah sa...
Tiga malam sejak tanggal 17, 18 dan 19 Desember saya sedang mengurus pentas akhir mata kuliah drama Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris di Undiksha. Empat naskah karya saya dipenta...
Drama adalah salah satu mata kuliah wajib semester 5 yang mungkin sangat dinanti bagi mahasiswa-mahasiswi program studi Pendidikan Bahasa Inggris, Undiksha. Sebab, inilah kesempat...
‘Pak, bagaimanakah pandangan bapak tentang tabu di Bali?’ Jika pertanyaan semacam itu yang terlontar ketika melakukan wawancara, percayalah kita takkan pernah mendapat informas...
Pisau telentang di meja dapur. Di sampingnya, Mangga terkapar tak bergeming. Wajah Pisau merona merah cemburu pada langit sore. Ulat menggeliat cemas di daging Mangga menunggu iri...
Ada jaman dimana patung Bali membaca lontar. Ya banyak. Tersebar di berbagai belahan dunia. Begitulalah yang tertangkap seniman patung di Bali era tahun sebelum kemerdekaan....
Peningkatan dalam penggunaan internet ternyata membawa peningkatan dalam kasus cyberbullying di Indonesia. Saat ini, tercatat 80 persen dari penduduk Indonesia telah menggunakan i...
“Ku mohon kemarilah Putri. Lama dukaku mendambamu. Datanglah Putri seperti awan hujan pada musim kering. Hanya kau Putri, hanya kau”, kata Aja. Pangeran tampan, cerdas dan berani...
Satu lagi kumpulan puisi berbahasa Bali lahir, lahirnya dari sebuah komunitas di Bangli, Bangli Sastra Komala. Buku kumpulan Puisi Puspanjali, sebuah buku hasil kompilasi beberapa...