Seniman Melawan Korupsi
Kesadaran adalah matahari. Kesabaran adalah bumi. Keberanian menjadi cakrawala. Dan perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata. (WS Rendra, 1984) ADA anekdot yang mengat...
— Catatan Harian Sugi Lanus, 26 Juni 2025
DALAM ajaran Hindu Bali, "Bhuta Kala" dipahami sebagai kekuatan alam yang bersifat negatif yang mendatangkan gangguan atau kekacauan. Bentuknya beragam. Bisa berupa janji manis hidup penuh kesenangan dan rayuan surgawi yang menyesatkan kehidupan manusia.
"Panugrahan Ida Bhatara" merujuk pada anugerah dari Ida Bhatara (Tuhan) kepada umat manusia. Bentuknya tidak selalu material, tapi lebih banyak berupa tuntunan batin dan keteguhan pikiran yang membuat tidak mudah tergoda, bertindak jernih dan tahan banting.
Masyarakat Hindu Bali kini menghadapi banyak tantangan dan iming-iming 'kemajuan instan' yang menyesatkan dan membawa dampak buruk jangka panjang berkepanjangan bagi Hindu Bali.
Iming-iming ini bisa bersumber dari sepak terjang ceroboh masyarakat lokal, program pemerintah daerah dan pemerintah pusat yang gegabah, investasi lokal-nasional dan investasi asing yang tidak peduli tatanan alam dan budaya Bali, dll.
Secara tradisional, ajaran Hindu Bali memberi tuntunan untuk tidak bekerja sama dengan "Bhuta Kala" dan sebaliknya memohon "Panugrahan Ida Bhatara".
Masyarakat Hindu Bali kini dituntut jernih melihat mana "Program Bhuta Kala" dan mana "Panugrahan Ida Bhatara".
Dalam cerita Ramayana, penculikan Sita didahului oleh tipu daya Rahwana yang menyamar menjadi seorang pendeta tua dan tipu daya Marica yang menyamar menjadi rusa emas yang membuat Sita meminta Rama menangkapnya, sehingga Rama meninggalkan Sita dan Laksmana.
Dalam tradisi sastra di Bali disebutkan Sita melambangkan "tanah air" tertipu diculik Rahwana.
Kakawin Ramayana yang diwarisi dalam tradisi Hindu Bali, jika dibandingkan dengan situasi Bali sekarang, senasib Sita tergoda rusa emas jelmaan Marica.
Tipu daya sosok pendeta tua dan rusa emas telah mengejawantah dan bergentayangan di Bali.
Menjaga tanah Bali tidak cukup dengan berbagai upakara caru dan persembahan dalam menghadapi "Program Bhuta Kala".
Program Bhuta Kala ini hanya bisa dinetralisir (somya) dengan keberanian bersikap penolakan dan berani berpihak pada 'pandangan benar' dan 'pikiran jernih' agar mata batin tidak dibutakan silau emas si rusa dan bujuk rayu manis si pendeta tua.
Jika tertipu kata-kata manis dan kilau emas, maka masyarakat Bali akan mengikuti Program Bhuta Kala, Rahwana dan Marica.
Sejarah dan masa depan Bali sedang ditulis oleh masyarakat Bali sendiri. Mengikuti "program Bhuta Kala" (si rusa emas dan pendeta palsu), atau mengikuti tuntunan "Panugrahan Ida Bhatara", keduanya sangat tergantung kesadaran kolektif masyarakat Bali dalam menjawab/menyikapi tantangan kekinian. [T]
Kesadaran adalah matahari. Kesabaran adalah bumi. Keberanian menjadi cakrawala. Dan perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata. (WS Rendra, 1984) ADA anekdot yang mengat...
BICARA soal pemberantasan korupsi yang pertama teringat adalah sebuah hal yang berat dan menyeramkan. Padahal sebetulnya tidak, persoalan pemberantasan korupsi tidak hanya...
SAYA tak sabar menunggu Piala Dunia 2018 berlangsung di Rusia. Saya ingin tahu apakah di ajang sepakbola terbesar di atas bumi ini juga ada bagi-bagi poin gratis untuk tim...
SAMA halnya dengan gunung yang tertinggi di Bali yakni Gunung Agung yang belakangan ini erupsi. Peningkatan status bencana menjadi level IV (awas) menandakan erupsi akan te...
PENDIDIKAN adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk mem...
LAGU Ketut Garing yang dipopulerkan kelompok musik Emoni hingga kini tampaknya masih garing. Garing bukan dalam pengertian lawakan yang tak lucu, tapi garing seperti jagung...
KORUPSI merajalela. Ada di mana-mana. Setiap hari, koran-koran selalu dihiasi berita korupsi. Televisi, juga menyajikan berita korupsi. Portal berita, ikut diramaikan denga...
“Karena kemerdekaan adalah hak segala bangsa” -- isi dari Pembukaan UUD 1945 ini kerap kali kita dengar bahkan kumandangnkan. Namun mari berkaca pada negeri ini, berkacalah...
BANYAK orang berkata, jika kita berjanji harus segera ditepati. Apalagi ingkar janji sama pacar, jika tak ingin ditinggal nikah. Apalagi sama istri dan anak, jika tak ingin...
KITA sudah lama terlelap dalam hingar bingar berita dan terbutakan oleh kasus-kasus yang lagi-lagi menyebutkan kata korupsi. Seperti sudah memasabodokan dan bosan melihat b...