“Setelah sekian lama menjadi yatim piatu, kini kalian telah memiliki Ayah dan Bunda GenRe.”
Begitulah kalimat pertama yang dilontarkan oleh Bupati Badung–I Wayan Adi Arnawa saat dirinya bersama sang istri, Ketua TP. PKK Badung–Nyonya Rasniathi Adi Arnawa dikukuhkan sebagai Ayah dan Bunda GenRe Kabupaten Badung. Momen tersebut menjadi penanda penting dalam perjalanan Forum Generasi Berencana (GenRe) Kabupaten Badung yang selama ini tumbuh dan berkembang tanpa figur orang tua simbolis sebagai pembina dan pelindung utama.
Pengukuhan tersebut berlangsung dalam suasana yang hangat dan penuh semangat. Acara itu dirangkaikan dengan ajang tahunan Forum GenRe Kabupaten Badung, yaitu Grand Final Pemilihan Duta GenRe Kabupaten Badung Tahun 2025, yang dilaksanakan di Ruang Pertemuan Kertha Gosana, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Sabtu, 19 April 2025.
Ketua Umum Forum GenRe Kabupaten Badung, Bayu Siwi Abi Manyu mengungkapkan, “momen ini pertama kali terjadi dalam sejarah GenRe Badung. Setelah perjuangan panjang, akhirnya kami memiliki Ayah dan Bunda GenRe yang siap menjadi pelindung sekaligus pengayom kami,” ungkapnya berbinar.
dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, M.For., M.A.R.S. menyelempangiI Wayan Adi Arnawa dan Nyonya Rasniathi Adi Arnawa | Foto: Dok. Forum GenRe Kabupaten Badung
Riuh tepuk tangan penonton turut mengiringi acara pengukuhan tersebut, semuanya merasakan kebanggaan yang sama. Hari itu, secara resmi, Bupati Badung–I Wayan Adi Arnawa dan Ketua TP. PKK Badung–Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, ditetapkan sebagai Ayah dan Bunda GenRe Kabupaten Badung. Pengukuhan tersebut dilaksanakan berdasarkan Keputusan Deputi Bidang KSPK Nomor: 11/KEP.KSPK/F2/2024 tentang Panduan Penyelenggaraan Ayah, Bunda, dan Kakak GenRe, yang dibacakan langsung oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali–dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, M.For., M.A.R.S.
dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, M.For., M.A.R.S. mengukuhkanI Wayan Adi Arnawa dan Nyonya Rasniathi Adi Arnawa sebagai Ayah dan Bunda GenRe Kabupaten Badung | Foto: Dok. Forum GenRe Kabupaten Badung
Pengukuhan I Wayan Adi Arnawa dan Nyonya Rasniathi Adi Arnawa sebagai Ayah dan Bunda GenRe Kabupaten Badung | Foto: Dok. Forum GenRe Kabupaten Badung
Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Forum GenRe Badung bersama Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Badung. Tujuannya tentu tidak sekadar seremonial semata, tetapi sebagai upaya memperkuat sinergi bersama pemerintah terhadap pembinaan remaja yang berkelanjutan. Selain itu, Forum GenRe Kabupaten Badung juga menegaskan bahwa Forum GenRe bukan hanya milik remaja Badung, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama–terutama pemangku kepentingan di daerah.
Sebagai bentuk apresiasi, motivasi, dan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan GenRe, Bupati Badung membantu sebesar 30 juta Rupiah. Adi Arnawa mengatakan, Forum GenRe Kabupaten Badung memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam mewujudkan generasi berkualitas untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Hal tersebut sejalan dengan tujuan pemerintah, yaitu menyiapkan SDM/generasi muda yang berkualitas.
“Saya berharap Forum GenRe Kabupaten Badung dapat menjadi salah satu bagian penting dalam mewujudkan visi besar tersebut, saya ingin menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada adik-adik semua yang tergabung dalam Forum GenRe Kabupaten Badung. Kalian semua adalah generasi penerus yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan daerah kita tercinta,” ujar Adi Arnawa.
Dengan dikukuhkan sebagai Ayah dan Bunda GenRe, Bupati Badung dan Ketua TP. PKK Badung mengemban tugas untuk: 1) Mengantarkan remaja menjadi calon orang tua yang cerdas dan sehat, bebas stunting; 2) Memberikan edukasi dan pembinaan keluarga tentang 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), gizi seimbang, serta perilaku hidup bersih dan sehat; 3) Mengedukasi pasangan usia subur mengenai pencegahan “Empat Terlalu”: Terlalu Muda, Terlalu Tua, Terlalu Sering, dan Terlalu dekat jarak kehamilan; serta 4) Memberikan pembinaan terhadap tim pendamping keluarga serta seluruh agen perubahan di tingkat komunitas.
I Wayan Adi Arnawa dan Nyonya Rasniathi Adi Arnawa–Ayah dan Bunda GenRe Kabupaten Badung | Foto: Dok. Forum GenRe Kabupaten Badung
I Wayan Adi Arnawa dan Nyonya Rasniathi Adi Arnawa bersama Duta GenRe Kabupaten Badung Tahun 2025 | Foto: Dok. Forum GenRe Kabupaten Badung
Kehadiran Ayah dan Bunda GenRe di Kabupaten Badung diharapkan mampu memperkuat kolaborasi lintas sektor, menjembatani komunikasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan remaja itu sendiri. Acara pengukuhan tersebut juga turut menambah legitimasi Forum GenRe Kabupaten Badung dalam menjalankan berbagai program ke depannya.
Bagi anggota Forum GenRe Badung, pengukuhan tersebut menjadi pemantik semangat baru. “Kami merasa lebih percaya diri sekarang. Kini kami tidak lagi berjuang sendirian,” ucap Bayu Siwi–Ketua Umum Forum GenRe Badung.
Hari itu, GenRe Badung benar-benar dirayakan, momen itu bukan sekadar tentang pemilihan duta atau pengukuhan simbolis saja. Hari itu, di Ruang Kertha Gosana, menjadi hari kelahiran baru bagi Forum GenRe Kabupaten Badung–hari di mana mereka secara resmi memiliki Ayah dan Bunda GenRe, yang tentunya bukan sekadar nama, melainkan sosok pengayom yang siap mendampingi langkah-langkah Forum GenRe Kabupaten Badung ke depan. [T]
Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna Editor: Adnyana Ole
BANYAK pesulap menggunakan sejumlah “bantuan” untuk menambah daya tarik saat beraksi main sulap di atas panggung atau di layar TV. Satu yang hampir pasti, hadirnya perempuan cantik...
SAYA membayangkan ada benang merah antara budaya peninggalan Hindu-Budha, masyarakat pedesaan yang berkarakter agraris serta napas keislaman. Dan jika benang merah itu terus ditari...
ANGIN perbukitan di sekeliling rumah di Dusun Sangburni, Desa Pakisan, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Bali, itu berhembus pelan. Hari itu, Minggu, 12 Maret 2017. Di sebuah beran...
PAGI, Purnama, 12 Maret 2017, terasa berbeda di Pantai Lovina, Kabupaten Buleleng, Bali. Sekitar 80 anak-anak menarikan Rejang Shanti di pantai rindang yang landai itu. Mereka meli...
ENAM pemain remaja dan anak-anak yang tergabung dalam Bondres Citta Usadhi dari Mengwi, Kabupaten Badung, mengocok perut penonton dalam parade bondres Bali Mandara Nawanatya 2017 d...
PADA awal tahun 1970 Buleleng pernah memiliki semacam pusat industri film. Lokasinya di sebuah rumah sederhana di kawasan Banyumala, Jalan Ahmad Yani, Singaraja. Meski tak bisa dis...
Cerpen Agus Wiratama
KAU duduk dengan murung di tepi sungai itu. Sejak tiga bulan lalu kau benar-benar merasakan aliran darah di nadimu. Berkabung. Kau tak henti-hentinya manangisi...
Kisah Petani Kopi
DI sebuah desa di Tabanan Kauh, Bali, seorang petani kopi sibuk bekerja di kebun merabas rumput. Karena rumput sudah tinggi melebihi lutut. Seperti biasa, rump...
INI adalah era dimana ketakjuban dapat direkayasa. Semua tahu, bagaimana dan mengalami percepatan dan perpendekan jarak ruang dan waktu. Kini hitungannya yang terbesar adalah detik...
KEPRIBADIAN seseorang dilihat dari tingkah laku dan kebiasaan yang sering ia lakukan. Jika seseorang melakukan hal yang buruk, tentu dapat disimpulkan bahwa ia memiliki kepribadian...