Bulan Juni Milik Empat Presiden
“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” (Ir. Soekarno). PEMERINTAH Provinsi Bali sejak Gubernur Wayan Koster meray...
SEBAGAI bentuk pelestarian dan penghormatan terhadap tradisi leluhur, kegiatan ngelawar atau maebat digelar secara gotong royong di Banjar Temacun, Desa Adat Kuta, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Selasa 22 April 2025.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Badung, I Gusti Anom Gumanti, SH, yang juga merupakan penglingsir atau tokoh adat di Banjar Temacun Kuta.
Tradisi ngelawar merupakan bagian penting dalam rangkaian menyambut hari raya Galungan atau di kenal dengan hari penampahan Galungan. Masyarakat Banjar Temacun Kuta bersama-sama mempersiapkan lawar dan berbagai sajian khas Bali sebagai simbol kebersamaan, solidaritas, dan persembahan kepada para leluhur.

Kegiatan ngelawar atau maebat digelar secara gotong royong di Banjar Temacun, Desa Adat Kuta, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Selasa 22 April 2025
Dalam kesempatan tersebut, I Gusti Anom Gumanti menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini bukan hanya sekadar rutinitas adat, namun memiliki makna mendalam dalam menjaga keharmonisan sosial dan spiritual masyarakat Bali.
"Sebagai generasi penerus, kita tidak hanya mewarisi tanah dan bangunan dari leluhur, tetapi juga nilai-nilai, adat, dan tradisi yang membentuk jati diri kita sebagai krama Bali. Melalui tradisi ngelawar ini, kita sesungguhnya sedang merajut kebersamaan, memperkuat rasa hormat pada leluhur, dan menanamkan rasa tanggung jawab kepada anak cucu agar adat ini tetap hidup," ujarnya.

Ketua DPRD Kabupaten Badung, I Gusti Anom Gumanti, SH, pada kegiatan ngelawar atau maebat digelar secara gotong royong di Banjar Temacun, Desa Adat Kuta, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Selasa 22 April 2025
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari warga banjar, yang turut serta sejak pagi hari hingga seluruh rangkaian selesai. Semangat gotong royong dan kekeluargaan tampak menyatu dalam suasana penuh hikmat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa di tengah modernisasi di Kuta, tradisi dan budaya tetap menjadi akar kuat yang menjaga identitas masyarakat Kuta dan Bali. [T]
Penulis: I Gusti Made Darma Putra
Editor: Adnyana Ole
BACA artikel lain dari penulis I GUSTI MADE DARMA PUTRA
“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” (Ir. Soekarno). PEMERINTAH Provinsi Bali sejak Gubernur Wayan Koster meray...
īśāvāsyam idaṁ sarvaṁ yat kiñca jagatyāṁ jagat |tena tyaktena bhuñjīthā mā gṛdhaḥ kasyasvid dhanam || "Seluruh alam semesta ini, apa pun yang bergerak di dunia yang bergerak in...
ADA satu pemandangan yang hingga kini selalu mengusik. Seorang barista selesai meracik secangkir kopi, lalu menyadari ada kesalahan kecil. Mungkin ukuran gelasnya keliru, jenis su...
PADA tanggal 14 Juni 2026, saya mengikuti acara kolaborasi Grab Bali Nusra dengan Bali Book Party. Museum Pasifika Nusa Dua adalah lokasi acara diselenggarakan. Siang hari, ...
Kenapa jagat sosmed Bali semakin dijangkiti fenomena: Ngandang Nganjuh. Secara harfiah, istilah ini menggambarkan tindakan yang melintang (ngandang) dan mendorong atau memaksak...
PAGI saat Hari Suci Kuningan, sebagian keluarga sudah mengenakan pakaian adat sebelum fajar menyingsing. Sebagian lagi masih sibuk menata banten, memasak, atau menunggu anggota ke...
DI Desa Kembang Asri hiduplah seekor babi betina bernama Ica. Ia adalah babi kesayangan Made Subur. Ica tumbuh sehat dan jinak. Ia juga sangat menyayangi majikannya. Selain Ica...
KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk, mendesis,mencakar-...
"Gemerlap lampu Manhattan tidak pernah mampu menggantikan cahaya seekor kunang-kunang." KALIMAT itu memang tidak pernah ditulis secara harfiah oleh Umar Kayam dalam cerpennya S...
DALAM sejarah musik populer abad ke-20, sedikit lagu yang mampu merangkum pengalaman eksistensial manusia dalam lirik sesederhana “Knockin’ on Heaven’s Door.” Ditulis oleh Bob Dyl...