Rumor Demo 4 November - Provokasi Media dan Jurnalisme Damai
KEMARIN banyak yang bertanya, “Benar akan ada demonstrasi besar-besaran 4 November nanti?” “Demo penistaan agama di Jakarta?” “Isu yang diseret-seret ke ranah politik.” Bukan orang...
Bawa aku kembali ke neraka
dunia ini sudah begitu ingar
bawa aku ke liang-liang kuburan
liatnya tanah dan ranum bau melati
dilahirkan atau dilenyapkan. Sama saja.
Mirat-mirat bengis di sikap kuburku
sudah jelas dosanya.
23 Oktober 2024
tak ada yang lebih menawan dari malam itu:
Leci.
Stroberi.
Kening.
Dansa.
Mata.
Mereka jatuh cinta.
September 2023
dan malam kini jauh
biru dan dingin di ruang sana
sana entah di mana ia
lenyapkan saja kau sepi
enyah dan pergilah ke sana
sana entah di mana ia
dan malam kini jauh.
9 Desember 2024
kini pagi memetik pagi yang sesungguhnya
saat pelupuk mata jatuh dalam bias-bias cahya danau itu
bayang-bayangku tak lagi menuntut bulan
sebab hari sudah pagi,
dan kini pagi memetik pagi yang sesungguhnya.
21 Februari 2025
Singaraja yang hujan
namun kulihat matamu yang basah
membanjiri kilang yang tandus
meluap di sisi dada ini
meruak dan menyeru tanpa tahu kapan harus berhenti.
2 Desember 2024
kutemukan cinta dalam sebongkah es krim
lumer dan dingin di langit-langit bibir
tanggal begitu lama
sampai kamu datang, ia meleleh
kering sedikit cair.
19 November 2024
di samping kanan kaldera Batur
di pinggang Dewi Danu
kupeluk ilalang, sementara pipimu lumer dilumat matahari
pagi semakin liat,
bocah-bocah berlarian
kita terbangun dan tidak lagi di pelipir gunung
kita berpeluk di ranjang dan di telepon genggam milik-Nya
25 Agustus 2024
tarian suci wanita suci
kiri kanan terpaut uang kepeng bolong
teruntai tali¬—sumbu
dan juga para ayah yang berbangga melihat anaknya menari untuk Tuhan.
13 Juli 2024
bias-bias cermin menyilapkan mata
memantul diantara pintu ruko-ruko jalanan
atau soal cinta di kaki Gunung Batur.
13 Juli 2024
Penulis: Wahyu Mahaputra
Editor: Adnyana Ole
[][] Klik untuk BACA puisi-puisi lain
KEMARIN banyak yang bertanya, “Benar akan ada demonstrasi besar-besaran 4 November nanti?” “Demo penistaan agama di Jakarta?” “Isu yang diseret-seret ke ranah politik.” Bukan orang...
Hai Gess! Kenken Kabare, Gess? Nu inget nyoblos, Gess? Calon Tunggal di Buleleng jani, Gess. Memusuh jak KOTAK KOSONG, Gess. Musuh ngenah aluh ngelawan! Musuh sing ngenah, kaden al...
Sekilas MEA ASEAN sebagai pasar tunggal kemudian disebut Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), seperti dimuat pada laman Kementerian Luar Negeri RI (www.kemlu.go.id), Selasa 17 Maret 20...
BELAJAR dari figur dan tokoh perempuan, itulah barangkali pesan utama dari buku kumpulan cerpen berbahasa Bali terbaru I Made Suarsa, “Luh-Luh”. Buku ini memuat 19 cerpen yang kese...
Dear para jomblo di muka Bumi ini, Aku adalah kawanmu yang masih setia. Menjomblo bersama kalian adalah sebuah anugerah tak terbatas. Terima kasih karena kalian juga masih setia...
TIDAK banyak yang mengira bahwa kini masyarakat Eropa ternyata malas dalam mempelajari bahasa asing. Meski perkembangan pendidikan di Eropa sangatlah pesat, siapa sangka bahwa mere...
Prodi Pendidikan Seni Rupa, FBS, Undiksha, Singaraja, menggelar pameran bertajuk “Qilin” (Membaca Sosial Budaya Warga Pecinan Kota Singaraja) di Neka Art Museum, Jalan Sanggingan C...
SARJANA. Bak mobil yang telah turun kastanya dari kebutuhan tersier menjadi kebutuhan primer. Sarjanapun, maknanya semakin memudar. Terlalu banyak sarjana modern yang merasa sal...
ANDA pernah jatuh cinta? Baiklah, yang sudah pernah jatuh cinta sebelumnya pasti akan mengerti tentang pembahasan kali ini. Jika belum pernah, sayang sekali, anda hanya akan bisa...
Cerpen: Komang AstiariAKU rindu kampung halaman. Aku rindu nenek. Kepergiannya masih menyakitkan bagiku, batinku belum mampu menerima dia sudah pergi, selamanya. Apakah Tuhan mengg...