Puisi-Puisi Abed Ilyas | Rencana Bermain

Abed Ilyas
by Abed Ilyas — Februari 22, 2025 in Puisi

Tatkala.co

RENCANA BERMAIN

angin begitu liar
membentur tanah. di pusat bayang
langit menyalak

kilatan bunyi. dalam kebisuan

pohon-pohon tua menebar gelagat
lewat denting ranting dan tepuk daun-daun

di sepanjang jalan

jarum-jarum hujan merajut selimut
di bawahnya kesunyian
berkerumun serupa anak-anak
merencanakan permainan

menuju tempat-tempat rahasia
 

PADA NYALA SEBILAH PEDANG

siapakah perempuan itu. kepalanya terlepas
setelah sinar timur mengasah nyala
sebilah pedang

bunga-bunga putih doa-doa
bermekaran di atas
genangan darah

bukankah tuhan ada di mana saja
bahkan di tempat lembap dan lebam?

lelaki sehari lima kali
mendatangi tuhan
dengan mata dan telinga
basah

agar tanah hanya lumpur
bagi warna bunga-bunga, dan doa-doa
kuncup dalam diri

bukankah tuhan ada di mana saja
bahkan pada nyala sebilah pedang?

 

SEMBAHYANG ANGSA

bulu-bulu. angin menggenapi
bagian kosong langit

warna danau yang gagal
memberi aksen pada terbang
sepasang angsa

khusyuk bersidekap di atas sajadah
air. menunggu sujud sebelum tarian
kembali datang

dalam gerak duniawi
samadi lilin tanpa api
 

TAWAF KUPU-KUPU

tak ada arah bagi kupu-kupu
kiri atau kanan, tak terbaca
dalam mekar bunga

malam. mengamini lafaz-lafaz hujan
juga takbir bintang dan binatang

terbang kupu-kupu sampai
di kuning ruang, bilah-bilah luka
jadi batas gelap terang
tempat samadi

kembali fitrah kembali ke tanah
 

DI TERANG HARI ORANG MULAI BERTANYA

di terang hari

batu mimpi tertidur
di bawah selimut
sedimen laut

disingkaplah lingkar cangkang

tapi cangkang hanya menyimpan gema
ledakan bintang dalam fragmen debu
beribu tahun lalu

orang mulai bertanya
 

LAUT TENGAH HARI

tak ada kapal lain atau nelayan tersesat
dalam pelayaran.

laut, bagai benteng rebah dilapis cahaya
jutaan kupu-kupu menerbangkan perih
ke mataku

di belakang kapal, mekar sehampar
anyelir, meledakkan anyir
ikan-ikan. dilayarkan angin

ke tepi-tepi
 

LAUT SELALU MALAM DI MATANYA

tangannya tak lagi mampu mengurai hangat
di basah pasir. ia menyerahkan pelayaran
pada lingkar kemudi patah

berdiri ia menebak-nebak warna hari
dipalut kabut, tapi laut selalu malam
di matanya. merenungkan perjalanan

─ dari mimpi ke tanah tak nyata─

di pusat diam, guntur menyambar-nyambar
menghapus wujud nyata
dirinya, wujud nyata dunia

*

Penulis: Abed Ilyas
Editor: Adnyana Ole

https://tatkala.co/2025/02/16/puisi-puisi-willy-fahmy-agiska-alerta/
https://tatkala.co/2024/12/29/puisi-puisi-gimien-artekjursi-tanamlah-musim-dalam-jiwamu/embed/#?secret=IfaNmkfqaz#?secret=o7Xdrm0BuW
https://tatkala.co/2024/11/23/puisi-puisi-iga-darma-putra-dari-paris-kepada-sunyi-kabut-hujan/embed/#?secret=Edn78n6jcV#?secret=KGhQtsIOpS
https://tatkala.co/2024/09/22/puisi-puisi-adaptasi-lontar-dharma-pamaculan-ni-made-ari-dwijayanthi/embed/#?secret=X9rlDzQKvC#?secret=JzZvcxxJRE


 

Tag: Puisi
Avatar

Abed Ilyas

Related Posts
Dongeng

Takut Galungan

BY Dede Putra Wiguna Juni 27, 2026

DI Desa Kembang Asri hiduplah seekor babi betina bernama Ica. Ia adalah babi kesayangan Made Subur. Ica tumbuh sehat dan jinak. Ia juga sangat menyayangi majikannya. Selain Ica...

Read More