Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat
LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak tahu apa yang terjadi ke d...
APA yang terbayang di benak orang tentang Nasi Padang? Jawabnya adalah makanan khas yang lezat dari Sumatera Barat. Meski Nasi Padang banyak dijumpai di berbagai rumah makan Padang di seluruh Indonesia, nama Sumatera Barat tetap melekat dalam Nasi Padang.
Bukan hanya di Indonesia, bahkan Nasi Padang terkenal pula di berbagai belahan dunia. Nasi Padang kembali mendapat popularitasnya ketika Youtuber terkenal IShowSpeed berkunjung ke Indonesia. Dalam live streaming di Jakarta, IShowSpeed sempat makan Nasi Padang dengan menunjukkan mimik yang senang dan sangat menikmati.
Tidak hanya di Jakarta, ketika mengunjungi Yogya IShowSpeed juga menikmati kuliner khas jajanan Yogya, yaitu Bakpia. Perjalanan wisata Youtuber kondang dunia itu lebih semarak, ketika dia mencoba minum jamu beras kencur; minuman tradisional khas Yogya dan Jawa Tengah.
Kuliner memang acapkali menjadi tujuan perjalanan wisatawan. Beberapa negara memiliki kuliner khas yang menjadi ikon wisata suatu negara. Meski tujuan wisatawan mengunjungi objek wisata suatu negara atau daerah, kuliner kerap menjadi pelengkap dalam berwisata. Artinya, ya makan, ya wisata.
Bali merupakan destinasi wisata yang terkenal di dunia. Bahkan Bali merupakan destinasi yang paling komplet. Alam dan budaya menjadi pesona pariwisata Bali. Namun berkunjung ke Bali tidak lengkap jika belum mencicipi kuliner khas Sate Lilit maupun Ayam Betutu.
Indonesia memiliki banyak ragam kuliner yang menyatu dalam aktivitas berwisata. Menu soto bisa dijumpai di berbagai kota dengan kekhasan masing-masing, seperti Soto Betawi, Soto Semarang, Soto Surabaya, hingga Soto Makassar. Begitu pun dengan kuliner sate, ada Sate Padang, Sate Madura, Sate Maranggi, Sate Klatak, sampai Sate Kere.
Bukan hanya di Indonesia, kuliner juga menjadi daya tarik di berbagai negara. Orang bukan hanya mengunjungi objek wisata yang ada di satu negara, melainkan juga berburu kuliner khas dan legendaris di negara tersebut. Baik kuliner yang lezat di lidah, maupun kuliner yang akstrem.
Thailand dikenal sebagai surganya wisata kuliner di kawasan Asia Tenggara. Wisatawan bukan hanya tertarik pada kuliner khas Thailand, seperti Tom Yam, Tom Kha Kai, Khao Pad. Banyak pula wisatawan yang mencari pengalaman menikmati kuliner ekstrem di Thailand, seperti Tumis Kecebong dan Kalajengking Goreng.
Mengunjungi Jepang dan Korea Selatan bukan hanya terpesona pada pemandangan alam yang indah serta budaya yang megah. Kuliner kedua negara juga melengkapi perjalanan wisata seseorang. Berkunjung ke Jepang tak lengkap jika tidak menyantap Ramen, Sushi, Takoyaki, maupun Sashimi. Sedangkan ke Korea Selatan wajib mencicipi Kimchi maupun Haemultang.
Italia menjadi negara dengan destinasi sejarah yang luar biasa. Koloseum dan Museum Vatikan menjadi objek wisata sejarah yang banyak dikunjungi wisatawan. Namun Italia juga memiliki kuliner yang mendunia seperti Pizza, Lasagna, dan Gelato.
Kuliner, baik makanan maupun minuman; merupakan produk budaya suatu negara atau daerah. Makanan dan minuman seringkali menjadi identitas masyarakatnya. Bahan baku dan proses pembuatannya sangat khas. Meski demikian, tidak semua kuliner daerah dapat menjadi daya tarik wisata suatu negara maupun daerah.
Paling tidak ada empat faktor penting agar kuliner dapat menjadi daya tarik wisata. Pertama, rasa makanan dan minuman. Pedas, asin, manis, pahit, dan asam adalah rasa yang mewarnai kuliner. Wisatawan kadang mempertimbangkan rasa itu ketika menikmati kuliner daerah. Sebab, ada wisatawan yang sensitif terhadap rasa tertentu. Jepang termasuk negara yang tidak menyukai makanan pedas. Begitu pula dengan Prancis, Jerman, Austria, dan Swiss.
Kedua, faktor tampilan makanan dan minuman dapat menggugah rasa penasaran wisatawan untuk mencobanya. Warna dan cara penyajian merupakan salah satu daya tarik kuliner. Makanan Korea Selatan digandrungi orang, salah satunya karena tampilan warnanya. Banyak makanan Korea Selatan yang dominan warna merah, hijau, kuning, cokelat, dan ungu.
Ketiga,faktor harga menjadi pertimbangan ketika seseorang hendak menikmati kuliner di destinasi wisata. Indonesia termasuk dalam negara dengan harga makanan dan minuman yang murah di dunia. Selain itu ada pula India, Malaysia, Thailand, dan Vietnam yang menyajikan kuliner dengan harga terjangkau bagi wisatawan.
Keempat, higienitas menjadi faktor paling penting dalam kuliner suatu daerah. Kebersihan serta kesehatan makanan dan minuman perlu dipertimbangkan ketika hendak disuguhkan kepada wisatawan. Jangan sampai terjadi kasus wisatawan yang sakit atau keracunan setelah menyantap kuliner di destinasi wisata.
Promosi Koeksistensi
Dibandingkan dengan objek wisata, promosi kuliner daerah kurang begitu optimal. Padahal kuliner seringkali menjadi ikon wisata suatu daerah. Semestinya promosi pariwisata suatu daerah meliputi objek dan daya tarik wisata, termasuk kulinernya.
Promosi kuliner biasanya dilakukan secara konvensional melalui pameran, festival kuliner, maupun promosi lewat biro perjalanan. Promosi semacam ini sangat berarti dalam mengenalkan berbagai ragam kuliner di suatu negara.
Promosi secara kekinian perlu dilakukan pula dengan koeksistensi berbagai media. Wisatawan yang cenderung didominasi generasi Z dan milenial memerlukan sentuhan media digital lewat media sosial. Menggandeng komunitas yang sering berselancar di jagat maya diperlukan untuk review kuliner suatu daerah. Saat ini banyak bermunculan food vlogger yang rajin berburu kuliner berbagai daerah.
Media penyiaran seperti televisi juga terbukti efektif untuk promosi kuliner. Banyak stasiun televisi yang memiliki program reality show maupun petualangan kuliner. Acara semacam ini seringkali menjadi referensi bagi wisatawan untuk mengenal dan mencoba kuliner suatu daerah. Prinsipnya, promosi kuliner perlu dilakukan dengan berbagai metode agar dikenal oleh wisatawan.
Tepat kiranya, jika ada yang mengatakan makanan adalah jendela kebudayaan suatu bangsa. Lewat makanan, orang dapat belajar tentang sejarah, seni, adat, dan tradisi. Makanan menjadi media komunikasi antarbangsa di dunia. [T]
Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole
BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak tahu apa yang terjadi ke d...
ADA bunyi-bunyi yang hidup begitu lama di sekitar kita hingga akhirnya menghilang dari ingatan. Ia pernah hadir setiap hari, melintas di jalan-jalan kampung, menyelinap di antara...
DENPASAR – TATKALA.CO | Seniman-seniman dari Kabupaten Buleleng tampil dengan ciri khas Bali Utara pada Peed Aya (Pawai) Pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 202...
Antara Takdir dan Kebebasan: Pertanyaan Tua yang Tak Pernah Usai Sejak manusia mulai bertanya tentang dirinya sendiri, satu pertanyaan selalu muncul: apakah hidup ini ditentuka...
Tari Siwanataraja selalu menjadi bagian penting dalam Peed Aya (Pawai Budaya) pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) setiap tahunnya. Tari yang disajikan secara megah dengan iringan...
“Cause there’ll be no sunlight if I lose you, baby … there’ll be no clear skies if I lose you, baby ….” Ponsel Garu masih mengalunkan musik tersebut berulang-ulang di tengah hu...
JESS BUAT PRANITA DEWI Meong-meong alih je bikule—suara itu melintas dari pelataran purake satelit, kabel bawah laut, ruang transit;atma mengikutinya seperti temayang berpindah...
BULELENG – TATKALA.CO | “Festival ini merupakan ruang bersama untuk menunjukkan potensi dan kreativitas masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kita dapat memperkuat jati diri d...
Ida Kade Saka Rosanta, yang kerap dipanggil Gus Moyo memamerkan karya rupanya di Rumah Berdaya, jalan Raya Sesetan 280 Denpasar. Selain lukisan, Gus Saka juga memajang hasil ngebo...
SEJAK kapan sebuah kata harus tunduk pada makna yang kaku? Padahal, di tengah masyarakat, makna kata itu justru tumbuh dan meluas. Bagi seorang epigraf dan arkeolog, kata ...