17 Agustus 2016, Belum Semua Anak Indonesia Merdeka
MERAYAKAN Hari Kemerdekaan memang bukan sebuah keharaman. Wajar saja rakyat Indonesia merayakannya. Betapa tidak, karena kemerdekaan ini diraih dengan iuran darah para pejuang terd...
APA yang terbayang di benak orang tentang Nasi Padang? Jawabnya adalah makanan khas yang lezat dari Sumatera Barat. Meski Nasi Padang banyak dijumpai di berbagai rumah makan Padang di seluruh Indonesia, nama Sumatera Barat tetap melekat dalam Nasi Padang.
Bukan hanya di Indonesia, bahkan Nasi Padang terkenal pula di berbagai belahan dunia. Nasi Padang kembali mendapat popularitasnya ketika Youtuber terkenal IShowSpeed berkunjung ke Indonesia. Dalam live streaming di Jakarta, IShowSpeed sempat makan Nasi Padang dengan menunjukkan mimik yang senang dan sangat menikmati.
Tidak hanya di Jakarta, ketika mengunjungi Yogya IShowSpeed juga menikmati kuliner khas jajanan Yogya, yaitu Bakpia. Perjalanan wisata Youtuber kondang dunia itu lebih semarak, ketika dia mencoba minum jamu beras kencur; minuman tradisional khas Yogya dan Jawa Tengah.
Kuliner memang acapkali menjadi tujuan perjalanan wisatawan. Beberapa negara memiliki kuliner khas yang menjadi ikon wisata suatu negara. Meski tujuan wisatawan mengunjungi objek wisata suatu negara atau daerah, kuliner kerap menjadi pelengkap dalam berwisata. Artinya, ya makan, ya wisata.
Bali merupakan destinasi wisata yang terkenal di dunia. Bahkan Bali merupakan destinasi yang paling komplet. Alam dan budaya menjadi pesona pariwisata Bali. Namun berkunjung ke Bali tidak lengkap jika belum mencicipi kuliner khas Sate Lilit maupun Ayam Betutu.
Indonesia memiliki banyak ragam kuliner yang menyatu dalam aktivitas berwisata. Menu soto bisa dijumpai di berbagai kota dengan kekhasan masing-masing, seperti Soto Betawi, Soto Semarang, Soto Surabaya, hingga Soto Makassar. Begitu pun dengan kuliner sate, ada Sate Padang, Sate Madura, Sate Maranggi, Sate Klatak, sampai Sate Kere.
Bukan hanya di Indonesia, kuliner juga menjadi daya tarik di berbagai negara. Orang bukan hanya mengunjungi objek wisata yang ada di satu negara, melainkan juga berburu kuliner khas dan legendaris di negara tersebut. Baik kuliner yang lezat di lidah, maupun kuliner yang akstrem.
Thailand dikenal sebagai surganya wisata kuliner di kawasan Asia Tenggara. Wisatawan bukan hanya tertarik pada kuliner khas Thailand, seperti Tom Yam, Tom Kha Kai, Khao Pad. Banyak pula wisatawan yang mencari pengalaman menikmati kuliner ekstrem di Thailand, seperti Tumis Kecebong dan Kalajengking Goreng.
Mengunjungi Jepang dan Korea Selatan bukan hanya terpesona pada pemandangan alam yang indah serta budaya yang megah. Kuliner kedua negara juga melengkapi perjalanan wisata seseorang. Berkunjung ke Jepang tak lengkap jika tidak menyantap Ramen, Sushi, Takoyaki, maupun Sashimi. Sedangkan ke Korea Selatan wajib mencicipi Kimchi maupun Haemultang.
Italia menjadi negara dengan destinasi sejarah yang luar biasa. Koloseum dan Museum Vatikan menjadi objek wisata sejarah yang banyak dikunjungi wisatawan. Namun Italia juga memiliki kuliner yang mendunia seperti Pizza, Lasagna, dan Gelato.
Kuliner, baik makanan maupun minuman; merupakan produk budaya suatu negara atau daerah. Makanan dan minuman seringkali menjadi identitas masyarakatnya. Bahan baku dan proses pembuatannya sangat khas. Meski demikian, tidak semua kuliner daerah dapat menjadi daya tarik wisata suatu negara maupun daerah.
Paling tidak ada empat faktor penting agar kuliner dapat menjadi daya tarik wisata. Pertama, rasa makanan dan minuman. Pedas, asin, manis, pahit, dan asam adalah rasa yang mewarnai kuliner. Wisatawan kadang mempertimbangkan rasa itu ketika menikmati kuliner daerah. Sebab, ada wisatawan yang sensitif terhadap rasa tertentu. Jepang termasuk negara yang tidak menyukai makanan pedas. Begitu pula dengan Prancis, Jerman, Austria, dan Swiss.
Kedua, faktor tampilan makanan dan minuman dapat menggugah rasa penasaran wisatawan untuk mencobanya. Warna dan cara penyajian merupakan salah satu daya tarik kuliner. Makanan Korea Selatan digandrungi orang, salah satunya karena tampilan warnanya. Banyak makanan Korea Selatan yang dominan warna merah, hijau, kuning, cokelat, dan ungu.
Ketiga,faktor harga menjadi pertimbangan ketika seseorang hendak menikmati kuliner di destinasi wisata. Indonesia termasuk dalam negara dengan harga makanan dan minuman yang murah di dunia. Selain itu ada pula India, Malaysia, Thailand, dan Vietnam yang menyajikan kuliner dengan harga terjangkau bagi wisatawan.
Keempat, higienitas menjadi faktor paling penting dalam kuliner suatu daerah. Kebersihan serta kesehatan makanan dan minuman perlu dipertimbangkan ketika hendak disuguhkan kepada wisatawan. Jangan sampai terjadi kasus wisatawan yang sakit atau keracunan setelah menyantap kuliner di destinasi wisata.
Promosi Koeksistensi
Dibandingkan dengan objek wisata, promosi kuliner daerah kurang begitu optimal. Padahal kuliner seringkali menjadi ikon wisata suatu daerah. Semestinya promosi pariwisata suatu daerah meliputi objek dan daya tarik wisata, termasuk kulinernya.
Promosi kuliner biasanya dilakukan secara konvensional melalui pameran, festival kuliner, maupun promosi lewat biro perjalanan. Promosi semacam ini sangat berarti dalam mengenalkan berbagai ragam kuliner di suatu negara.
Promosi secara kekinian perlu dilakukan pula dengan koeksistensi berbagai media. Wisatawan yang cenderung didominasi generasi Z dan milenial memerlukan sentuhan media digital lewat media sosial. Menggandeng komunitas yang sering berselancar di jagat maya diperlukan untuk review kuliner suatu daerah. Saat ini banyak bermunculan food vlogger yang rajin berburu kuliner berbagai daerah.
Media penyiaran seperti televisi juga terbukti efektif untuk promosi kuliner. Banyak stasiun televisi yang memiliki program reality show maupun petualangan kuliner. Acara semacam ini seringkali menjadi referensi bagi wisatawan untuk mengenal dan mencoba kuliner suatu daerah. Prinsipnya, promosi kuliner perlu dilakukan dengan berbagai metode agar dikenal oleh wisatawan.
Tepat kiranya, jika ada yang mengatakan makanan adalah jendela kebudayaan suatu bangsa. Lewat makanan, orang dapat belajar tentang sejarah, seni, adat, dan tradisi. Makanan menjadi media komunikasi antarbangsa di dunia. [T]
Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole
BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
MERAYAKAN Hari Kemerdekaan memang bukan sebuah keharaman. Wajar saja rakyat Indonesia merayakannya. Betapa tidak, karena kemerdekaan ini diraih dengan iuran darah para pejuang terd...
Semalam di tengah gempita dentuman suara sound sistem, saya mengkhayal dibayar 150 juta untuk mengajar 34 jam per minggu, wah pasti kaki saya tidak akan pernah pegal saat berdiri d...
KETIKA mengantar seorang teman untuk membeli sepatu sebagai keperluan bekerja di sebuah instansi pemerintah, kami sempat terlibat obrolan singkat yang pada intinya alas kaki tidak...
BANGKUNG mepalu adaang di Buleleng, jeg pasti rame! Asal gratisss! Iya, babi betina saling sruduk digelar di Buleleng, pasti ramai penontonnya. Apalagi Slank pentas gratisan. Kutik...
MENJELANG Hari Galungan biasanya banyak warga adat menggelar karya gede di Pura. Karya Gede di sebuah Pura merupakan hari yang ditunggu-tunggu warga. Di situ banyak orang akan mema...
ADA semacam mitos yang tampaknya bisa menghantui keluarga Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Buleleng dalam Pilkada, Februari 2017. Yakni, kenyataan bahwa sejak era refor...
AKU adalah ruh sebuah negeri. Negeri nun jauh di sana. Tubuhku bersandar pada pegunungan yang berbaris rapi. Di hadapan mataku terhampar laut utara yang begitu tenang. Mungkin kare...
HALO, kawan sebangsa dan setanah air, sudah makan apa hari ini? Tahu? Tempe? Semoga Tuhan selalu memudahkan rejeki kita, agar tahu dan tempe selalu dapat terbeli. Tahu dan tempe m...
KISAH percintaan memang tak pernah habis jika dibicarakan. Virus-virus cinta dapat tumbuh di mana saja dan kapan saja. Tak seorangpun bisa menduga hal tersebut. Salah satu ajang ya...
I dan Ni oleh banyak orang dianggap title “wong jaba” padahal ini adalah honorific yang generic. I dan Ni adalah honorific. I semacam Mr dan Ni semacam Ms. I dan Ni bukan hanya di...