Proses Kreatif Kurnia Effendi 2# Curah Kisah
SEWAKTU-WAKTU, ketika sedang bersama saya, jangan heran jika saya curahi cerita. Biasanya, judul yang mengemban kandungan cerita itu tak cukup sabar tetap tersimpan dalan vestiaire...
DI Bali, mahluk jadi-jadian—halus, sedang, kasar, dan sebagainya—yang "diciptakan" oleh manusia, disebut leak. Orang melakukan proses "penciptaan" itu disebut "ngaleak".
Para spiritual Bali mengatakan leak adalah ngalingga aksara atau mendudukkan aksara dalam tubuh. Keren kan?
Saudara-saudara saya di satu halaman rumah, ada kakak, adik, ipar, sepupu mindon, ponakan, mantu bahkan cucu, yang kebanyakan perempuan, kini sedang getol-getolnya ngeleak, menjadi leak.
"Hihihi serem...!" kata Sonia, penggiat seni yang juga dosen.
"Biasa aja tuh," komentar Muluk yang konon berdarah panas sehingga tak menpan ditakut-takuti leak.
Bentir hanya senyum-senyum saja, nampaknya ia ingin berada di tengah, tidak takut dan juga tidak meremehkan.
"Ternyata asyik lho, kalau ngeleak itu sama dengan ngalingga aksara, itu artinya banyak orang-orang Bali, khususnya perempuan Bali yang belajar aksara, belajar menulisi tubuhnya sendiri. Pasti akan banyak lahir pengarang-pengarang wanita Bali," kataku.
Sonia diam, sepertinya dia sedang berpikir, berpikir banyak. Hihihihi
"Belajar menulisi tubuh perlu ketekunan, niat yang kuat, dan proses. Terakhir perlu pengujian-pengujian...."
"Maksudnya..? " Sonia penasaran.
"Ya, diuji apakah pelajarannya berhasil atau gagal, kalau penulis penulis apakah lolos kurasi koran, kalau teater, apakah menjiwai peran, kalau..."
"Kalau leak?"
"Bisa menjadi api atau endihan, makanya di rumah perlu ada kebun, tempat gelap, agar para leak-leak itu bisa menunjukkan kemampuannya. Kalau ada pohon pepaya lebih bagus lagi, " kataku.
Sonia mengerutkan dahi.
"Kalau mau lihat permainan api, ayoo ke rumahku, biasanya rame sehari sebelum kajeng kliwon, atau Kamis malam, jelang pukul sebelasan. Seru deh, " ajakku.
Sonia menoleh suaminya.
"Ayoook, " kata Muluk, suami Sonia. Tapi Sonia merasa sedikit takut.
"Leak itu hanya untuk menakut-nakuti, kalau kamu takut, kegelapan akan membuat ilusi macam-macam," jelas Muluk..
"Sebenarnya belajar ngeleak itu bukan sekedar untuk menakut-nakuti, itu pelajaran sungguhan yang bagus. Mungkin karena semangat belajarnya diawali dengan rasa iri, balas dendam, sakit hati, dan sejenisnya, jadinya bisa mengganggu dan mencelakai orang lain.
Bentir senyum-senyum.
"Nah itu, membuat udara panas, tak bisa tidur, sehingga sakit, membuat pohon-pohon mati, membuat pohon pepaya tak berbuah.. "
"Juga bisa membuat sakit perut, maag, dan berbagai penyakit turunan karena kanker alias kantong kering karena tak bisa fokus kerja. Hehehe," aku tertawa.
Bentir tertawa, Muluk juga ikut tertawa, hanya Sonia yang tersenyum tipis, menahan berbahan ide yang berkecamuk dalam pikirannya.
Tiba-tiba dari kejauhan ada yang berteriak.
"Leaaaakkkkk ente ternyata di sini, bingung ana nyariin…!" [T]
Penulis: Mas Ruscitadewi
Editor: Adnyana Ole
SEWAKTU-WAKTU, ketika sedang bersama saya, jangan heran jika saya curahi cerita. Biasanya, judul yang mengemban kandungan cerita itu tak cukup sabar tetap tersimpan dalan vestiaire...
PERNAH nunu urutan setiap pagi menjelang sekolah, pada masa-masa usai libur Hari Raya Galungan dan Kuningan? Jika pernah, masa kecil Anda dipastikan sederhana namun bahagia. Nunu...
"PANJEKAN" mungkin asal muasal kata "panjak". Biasanya prekanggo atau wong kuasa duduk didampingi anak buahnya yang dijadikan "injakan kaki" (panjekan). Lihatlah, foto yang dipasa...
GEGURITAN Galungan (karya IB Putu Bangli) yang penulisannya bersumber dari Lontar Parerembon (milik Ida Pedanda Gede Made Sidemen, Gria Taman Sanur), menuturkan bahwa tra...
SEBAIKNYA di sini kita tidak membahas sloka, lontar, mantra atau Veda. Di zaman informasi yang demikian derasnya, ketidakpedulian hanyalah sebuah pilihan. Hal-hal yang bersifat pen...
HARI Raya Galungan dan Kuningan tentu saja disambut bahagia semua umat Hindu di Bali. Namun, tak begitu dengan sejumlah anggota Dewan, DPRD, DPD atau DPR. Meski tetap tampak bahag...
BAGI umat Hindu di Indonesia, terutama di Bali, Hari Raya Galungan dan Kuningan tentu menjadi hari raya yang paling ditunggu-tunggu. Hari raya ini diperingati setiap 6 bulan sekali...
Saya adalah salah satu dari banyak orang yang sangat menikmati momen KKN, meski saya tidak mengetahui detail kisah KKN kalian satu per satu tapi saya berusaha mewakili rasa rindu k...
GALUNGAN kembali tiba. Sebagian orang mungkin akan bersemangat mendengarnya karena merupakan hari raya besar yang ditunggu-tunggu. Sembahyang, mungkin hanya satu alasan. Ada banyak...
Cerpen: Fatah Anshori "Dalam tradisi Yahudi empat puluh hari sebelum, bayi lelaki dilahirkan. Dilangit ada suara yang meneriakkan siapa wanita yang kelak akan di kawininya. Aku tah...