17 Agustus 2016, Belum Semua Anak Indonesia Merdeka
MERAYAKAN Hari Kemerdekaan memang bukan sebuah keharaman. Wajar saja rakyat Indonesia merayakannya. Betapa tidak, karena kemerdekaan ini diraih dengan iuran darah para pejuang terd...
BULAN Januari 2025 menandai kelahiran 3 singles IGAP yangbernuansaalternative rock. Ini 3 singlesyang merupakan pemanasan menuju perilisan album penuh perdana IGAP, yang berjudul Acceptance, yang dijadwalkan rilis pada pertengahan 2025.
Acceptance adalah kolase kisah personal yang berkutat pada penerimaan-penerimaan dalam hidup sebagai manusia, yang lahir dan tumbuh berbeda-beda dengan hal-hal yang kadang tidak selalu sesuai rencana.
Lagu pertama “Cerebral Palsy” menjadi surat untuk anak perempuan saya yang tengah tumbuh dalam keadaan yang tidak sama dengan anak-anak lainya.
Sementara “Samarkan Perih” dengan mengusung sedikit unsur emo berkolaborasi dengan Wikan Suryajaya (Agapea), menjadi pengingat ketika menghadapi nasib buruk. IGAP juga menyelipkan lagu berbahasa daerah (Bali) ke - 2 dalam judul “Asimetris” dengan narasi bahwa hidup tak melulu tentang mudah dan indah, adakalanya manusia berhadapan dengan susah, juga menjadi payah, dan itu tidak apa-apa.
“Nantinya, semua track di album ini adalah cerminan kejadian-kejadian dalam kehidupan saya yang selalu berubah, namun akhirnya memutuskan untuk membiarkan orang lain melihat diri yang sebenarnya, tanpa kepura-puraan dan tanpa kekhawatiran bahwa orang lain akan menilai seperti apa,” kata IGAP yang bernama panjang I Gede Angga Pratama.
Dalam penggarapan album ini, IGAP melibatkan AA Ngurah Wimba sebagai produser dan untuk ilustrasi cover digarap oleh AA Aris Septiana. [T]
Link spotify:
Sumber: Rilis IGAP
Editor: Adnyana Ole
MERAYAKAN Hari Kemerdekaan memang bukan sebuah keharaman. Wajar saja rakyat Indonesia merayakannya. Betapa tidak, karena kemerdekaan ini diraih dengan iuran darah para pejuang terd...
Semalam di tengah gempita dentuman suara sound sistem, saya mengkhayal dibayar 150 juta untuk mengajar 34 jam per minggu, wah pasti kaki saya tidak akan pernah pegal saat berdiri d...
KETIKA mengantar seorang teman untuk membeli sepatu sebagai keperluan bekerja di sebuah instansi pemerintah, kami sempat terlibat obrolan singkat yang pada intinya alas kaki tidak...
BANGKUNG mepalu adaang di Buleleng, jeg pasti rame! Asal gratisss! Iya, babi betina saling sruduk digelar di Buleleng, pasti ramai penontonnya. Apalagi Slank pentas gratisan. Kutik...
MENJELANG Hari Galungan biasanya banyak warga adat menggelar karya gede di Pura. Karya Gede di sebuah Pura merupakan hari yang ditunggu-tunggu warga. Di situ banyak orang akan mema...
ADA semacam mitos yang tampaknya bisa menghantui keluarga Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Buleleng dalam Pilkada, Februari 2017. Yakni, kenyataan bahwa sejak era refor...
AKU adalah ruh sebuah negeri. Negeri nun jauh di sana. Tubuhku bersandar pada pegunungan yang berbaris rapi. Di hadapan mataku terhampar laut utara yang begitu tenang. Mungkin kare...
HALO, kawan sebangsa dan setanah air, sudah makan apa hari ini? Tahu? Tempe? Semoga Tuhan selalu memudahkan rejeki kita, agar tahu dan tempe selalu dapat terbeli. Tahu dan tempe m...
KISAH percintaan memang tak pernah habis jika dibicarakan. Virus-virus cinta dapat tumbuh di mana saja dan kapan saja. Tak seorangpun bisa menduga hal tersebut. Salah satu ajang ya...
I dan Ni oleh banyak orang dianggap title “wong jaba” padahal ini adalah honorific yang generic. I dan Ni adalah honorific. I semacam Mr dan Ni semacam Ms. I dan Ni bukan hanya di...