Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan yang dih...
TANPA terasa hari demi hari sudah kita lalui, dan akhir dari perjalanan di tahun 2024 ini sudah sampai di ujung garis “finish”. Selesai perjalanan di tahun 2024 bukan berarti akhir dari perjalanan , namun perjalanan terus akan dilalui dengan memulai “start” di awal tahun 2025.
Dengan harapan baru, ibarat lembaran yang kosong yang harus kita isi dengan tulisan perjalanan ke depannya.
Dalam perjalanan yang sudah dilalui, pasti ada cerita yang mengesankan, baik itu cerita yang menyenangkan maupun menyedihkan, cerita yang membuat kita ketawa maupun membuat kita menangis, semua perjalanan yang dilalui itulah hidup. Sejatinya hidup itu adalah perjalanan. Dan perjalanan itu adalah pelajaran karena setiap cerita dalam perjalanan akan memberi pesan atau makna. Tentunya pesan dan makna yang diberikan kepada kita oleh semesta penguasa segalanya.
Itulah makna dari sebuah pelajaran dari ilmu kehidupan, yang tidak pernah habis—yang sebenarnya sedang menuntun kita untuk menjadi pribadi-pribadi yang tumbuh, berkembang lebih cerdas dan bijaksana untuk menyikapi kehidupan itu sendiri.
Tahun 2024 telah menjadi babak penuh warna dalam perjalanan hidup kita. Setiap langkah, baik yang penuh keberhasilan maupun tantangan, membawa pelajaran berharga yang menjadi bekal untuk melangkah lebih mantap di tahun 2025.
Setiap momen di tahun 2024 memberikan ruang refleksi—apakah langkah yang kita ambil sudah sesuai dengan tujuan? Apakah keputusan yang diambil telah mendekatkan kita pada impian?
Dari kegagalan, kita belajar untuk bangkit lebih kuat, dan dari keberhasilan, kita diingatkan untuk tetap rendah hati dan konsisten.
Tahun 2024 juga mengajarkan pentingnya ketangguhan dan fleksibilitas. Dunia terus berubah dengan cepat, dan kemampuan beradaptasi menjadi kunci untuk tetap relevan.
Perubahan bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti, melainkan peluang untuk berkembang dan mengeksplorasi potensi diri yang lebih besar.
Tahun 2025, di depan mata, adalah sebuah halaman kosong yang siap diisi dengan cerita baru. Namun, halaman tersebut akan lebih bermakna jika kita membangun pondasinya dengan pelajaran dari tahun sebelumnya. Pelajaran tentang disiplin, kesabaran, kerja keras, serta pentingnya menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
Menatap dan melangkah di tahun 2025 harus dengan optimis, bukan pesimis, karena mereka yang optimis akan selalu melihat kesulitan sebagai sebuah kesempatan untuk lebih baik dan lebih maju, dan mereka yang pesimis sudah pasti tidak akan bisa maju atau lebih baik karena setiap kesempatan dipandang sebagai sebuah kesulitan .
Mari kita sambut tahun baru ini dengan semangat yang diperbaharui, tujuan yang lebih jelas, dan komitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Jadikan 2024 sebagai guru yang telah membentuk kita, dan 2025 sebagai panggung untuk menunjukkan versi terbaik diri kita.
Selamat melangkah ke tahun baru dengan penuh harapan dan keyakinan! [T]
PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan yang dih...
Catatan tentang AI, media sosial, dan manusia yang semakin sulit mendengar suara hatinya sendiri. KADANG-KADANG saya merasa bahwa perubahan terbesar pada manusia hari ini buk...
Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu, tahun 1945, Soekarno menyampaikan...
BAYANGKAN sebuah dunia tanpa warna, tanpa garis, dan tanpa bayangan sejak pertama kali kamu membuka mata di dunia. Bagi kebanyakan dari kita yang terbiasa mendominasi hari dengan...
BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor itu ternyata bukan makhluk g...
DULU ketika aku masih kecil, aku mendengar kisah tentang cinta pertama Ayah. Aku tidak tahu apa aku boleh mendengar kisah ini. Karena cinta pertama ayahku bukanlah ibuku. Itu agak...
BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai sekitar 6,4 juta kilometer perse...
PAGI di Desa Muncuk Sari selalu datang dengan cara yang sama. Perlahan, lembut, seperti tangan yang membelai tanpa suara. Kabut tipis menggantung di atas sawah, dan embun menempel...
Kelambu Suatu hari, aku bicara dengan kelambuDia berkeluh kesah tentangmalam itu doa-doakutidak sengaja tersangkut di ketiaknyaIa bilang ia khilaf dan karena ibutidak mau mencu...
Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang ditopang oleh pariwisata, investasi...