Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat
LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak tahu apa yang terjadi ke d...
TANPA terasa hari demi hari sudah kita lalui, dan akhir dari perjalanan di tahun 2024 ini sudah sampai di ujung garis “finish”. Selesai perjalanan di tahun 2024 bukan berarti akhir dari perjalanan , namun perjalanan terus akan dilalui dengan memulai “start” di awal tahun 2025.
Dengan harapan baru, ibarat lembaran yang kosong yang harus kita isi dengan tulisan perjalanan ke depannya.
Dalam perjalanan yang sudah dilalui, pasti ada cerita yang mengesankan, baik itu cerita yang menyenangkan maupun menyedihkan, cerita yang membuat kita ketawa maupun membuat kita menangis, semua perjalanan yang dilalui itulah hidup. Sejatinya hidup itu adalah perjalanan. Dan perjalanan itu adalah pelajaran karena setiap cerita dalam perjalanan akan memberi pesan atau makna. Tentunya pesan dan makna yang diberikan kepada kita oleh semesta penguasa segalanya.
Itulah makna dari sebuah pelajaran dari ilmu kehidupan, yang tidak pernah habis—yang sebenarnya sedang menuntun kita untuk menjadi pribadi-pribadi yang tumbuh, berkembang lebih cerdas dan bijaksana untuk menyikapi kehidupan itu sendiri.
Tahun 2024 telah menjadi babak penuh warna dalam perjalanan hidup kita. Setiap langkah, baik yang penuh keberhasilan maupun tantangan, membawa pelajaran berharga yang menjadi bekal untuk melangkah lebih mantap di tahun 2025.
Setiap momen di tahun 2024 memberikan ruang refleksi—apakah langkah yang kita ambil sudah sesuai dengan tujuan? Apakah keputusan yang diambil telah mendekatkan kita pada impian?
Dari kegagalan, kita belajar untuk bangkit lebih kuat, dan dari keberhasilan, kita diingatkan untuk tetap rendah hati dan konsisten.
Tahun 2024 juga mengajarkan pentingnya ketangguhan dan fleksibilitas. Dunia terus berubah dengan cepat, dan kemampuan beradaptasi menjadi kunci untuk tetap relevan.
Perubahan bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti, melainkan peluang untuk berkembang dan mengeksplorasi potensi diri yang lebih besar.
Tahun 2025, di depan mata, adalah sebuah halaman kosong yang siap diisi dengan cerita baru. Namun, halaman tersebut akan lebih bermakna jika kita membangun pondasinya dengan pelajaran dari tahun sebelumnya. Pelajaran tentang disiplin, kesabaran, kerja keras, serta pentingnya menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
Menatap dan melangkah di tahun 2025 harus dengan optimis, bukan pesimis, karena mereka yang optimis akan selalu melihat kesulitan sebagai sebuah kesempatan untuk lebih baik dan lebih maju, dan mereka yang pesimis sudah pasti tidak akan bisa maju atau lebih baik karena setiap kesempatan dipandang sebagai sebuah kesulitan .
Mari kita sambut tahun baru ini dengan semangat yang diperbaharui, tujuan yang lebih jelas, dan komitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Jadikan 2024 sebagai guru yang telah membentuk kita, dan 2025 sebagai panggung untuk menunjukkan versi terbaik diri kita.
Selamat melangkah ke tahun baru dengan penuh harapan dan keyakinan! [T]
LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak tahu apa yang terjadi ke d...
ADA bunyi-bunyi yang hidup begitu lama di sekitar kita hingga akhirnya menghilang dari ingatan. Ia pernah hadir setiap hari, melintas di jalan-jalan kampung, menyelinap di antara...
DENPASAR – TATKALA.CO | Seniman-seniman dari Kabupaten Buleleng tampil dengan ciri khas Bali Utara pada Peed Aya (Pawai) Pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 202...
Antara Takdir dan Kebebasan: Pertanyaan Tua yang Tak Pernah Usai Sejak manusia mulai bertanya tentang dirinya sendiri, satu pertanyaan selalu muncul: apakah hidup ini ditentuka...
Tari Siwanataraja selalu menjadi bagian penting dalam Peed Aya (Pawai Budaya) pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) setiap tahunnya. Tari yang disajikan secara megah dengan iringan...
“Cause there’ll be no sunlight if I lose you, baby … there’ll be no clear skies if I lose you, baby ….” Ponsel Garu masih mengalunkan musik tersebut berulang-ulang di tengah hu...
JESS BUAT PRANITA DEWI Meong-meong alih je bikule—suara itu melintas dari pelataran purake satelit, kabel bawah laut, ruang transit;atma mengikutinya seperti temayang berpindah...
BULELENG – TATKALA.CO | “Festival ini merupakan ruang bersama untuk menunjukkan potensi dan kreativitas masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kita dapat memperkuat jati diri d...
Ida Kade Saka Rosanta, yang kerap dipanggil Gus Moyo memamerkan karya rupanya di Rumah Berdaya, jalan Raya Sesetan 280 Denpasar. Selain lukisan, Gus Saka juga memajang hasil ngebo...
SEJAK kapan sebuah kata harus tunduk pada makna yang kaku? Padahal, di tengah masyarakat, makna kata itu justru tumbuh dan meluas. Bagi seorang epigraf dan arkeolog, kata ...