‘Brown Sugar’ dari The Rolling Stones dan Ingatan Perbudakan
MUSIK populer kerap dipahami sebagai hiburan ringan, namun sejarah menunjukkan bahwa ia sering kali menjadi medium artikulasi pengalaman sosial yang kompleks, bahkan traumatik....
RAUT wajah gembira nan ceria terpancar dari semua orang yang hadir pada hari itu. Kala itu, ruang Kertha Gosana, Puspem Badung dipenuhi oleh para siswa-siswi dari Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) se-kabupaten Badung. Mereka tampak begitu antusias mengikuti malam penganugerahan tersebut.
Saat itu merupakan pelaksanaan GenRe Badung Awards Vol II 2024. Kegiatan yang dihelat pada 8 Desember 2024 ini merupakan pelaksanaan yang kedua setelah dilaksanakan perdana pada tahun sebelumnya.
GenRe Badung Awards merupakan salah satu program kerja dari Forum Generasi Berencana (GenRe) kabupaten Badung. Perhelatan tahun ini mengusung tajuk “Youth Journey of Destiny to Victory” yang berarti “Perjalanan Anak Muda Menuju Takdir Kemenangan”.
Forum GenRe Badung juga menghadirkan sesuatu yang baru pada pelaksanaan GenRe Badung Awards tahun ini, yaitu menghadirkan Piala Bergilir “Wira Cakra Daksina” yang akan diperebutkan oleh seluruh PIK-R se-kabupaten Badung. Selain itu, Forum GenRe Badung juga memanfaatkan momentum tersebut untuk me-launching jingle mereka yang berjudul “Sejuta Cara untuk Bermakna”.
Bagus Komang Raka Satria, Ketua umum Forum GenRe Badung mengatakan, GenRe Badung Awards ini merupakan ajang apresiasi untuk seluruh sekolah dan remaja di kabupaten Badung. Ia menyebutkan, rangkaian kegiatan GenRe Badung Awards 2024 ini telah dimulai sedari tanggal 5 November sampai 8 Desember 2024, dengan berbagai kegiatan. Mulai dari sosialisasi, pendaftaran, pengumpulan karya, hingga malam penganugerahan.
“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengapresiasi PIK-R atas kontribusinya dalam melanjutkan program-program Forum GenRe, serta memberikan wadah bagi seluruh remaja se-kabupaten Badung untuk mengembangkan potensinya,” ujarnya.
Raka Satria juga turut menjelaskan, sebelum sampai pada puncak acara, Forum GenRe Badung telah melaksanakan berbagai lomba. Total ada 11 tangkai lomba yang dilaksanakan, mulai dari lomba E-Sport, lomba cerdas cermat, lomba flashmob, lomba pendidik sebaya, lomba mikro film, lomba poster, lomba mading 3D, serta lomba melukis. Kemudian terdapat pula lomba PIK-R Atribut yang dibagi menjadi tiga kategori, yaitu PIK-R Kontributif, PIK-R Inspiratif, dan PIK-R Media Sosial.

Peluncuran Piala Bergilir “Wira Cakra Daksina” | Foto: tatkala.co/Dede

Ketua Forum GenRe Badung, Bagus Komang Raka Satria saat menyampaikan laporan | Foto: tatkala.co/Dede
Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa yang hadir pada malam itu amat mengapresiasi kinerja dari anak-anak Forum GenRe Badung, yang selama dua bulan ini telah melakukan berbagai kegiatan sampai pada puncak GenRe Badung Awards.
“Tentunya, kita harus dorong dan bantu terus kegiatan dari Forum GenRe Badung ini. Semoga kedepannya tetap berinovasi dan menjadi insan-insan yang mandiri di masa depan,” ujar Suiasa dalam sambutannya.
I Ketut Suiasa juga menunjukkan dukungannya kepada Forum GenRe Badung dengan membantu secara pribadi sebesar 4 juta Rupiah, yang diterima langsung oleh Ketua Forum GenRe Kabupaten Badung dan disaksikan oleh seluruh undangan.
Saat itu juga turut hadir Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali–Luh Gede Sukardiasih, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Badung–Nyoman Gunarta beserta jajaran, Plt. Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Badung–Ny. Oliviana Surya Suamba, Perwakilan Organisasi Wanita di Lingkungan Pemkab Badung, dan siswa-siswi Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) se-kabupaten Badung.

Simbolis pembukaan acara, penarikan Pedang Excalibur oleh Wabub I Ketut Suiasa | Foto: dok. Sekretariat Daerah Kabupaten Badung

Pemberian penghargaan kepada para pemenang | Foto: tatkala.co/Dede
Barangkali, malam itu menjadi malam yang amat membahagiakan bagi seluruh PIK-R yang terlibat, masing-masing perwakilan PIK-R tampak berbaris rapi di sebelah kanan panggung saat sesi awarding, sembari menanti nama PIK-R mereka dipanggil untuk menerima penghargaan atas lomba yang telah dimenangkan.
Acara pada malam itu diawali dengan penampilan flashmob, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan secara formal, penyampaian laporan oleh Bagus Komang Raka Satria selaku Ketua Forum GenRe Badung, serta sambutan oleh I Ketut Suiasa selaku Wakil Bupati Badung.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wabub I Ketut Suiasa dengan simbolis penarikan Pedang Excalibur, yang merupakan simbol representatif GenRe Badung Awards Vol II 2024. Setelah acara dibuka, rangkaian acara dilanjutkan dengan pemberian penghargaan bagi seluruh PIK-R yang telah memenangkan berbagai kategori lomba yang sudah terlaksana.
Setelah semuanya mendapatkan penghargaan, acara yang ditunggu-tunggu pun tiba, yaitu penyerahan piala bergilir kepada PIK-R terpilih. Pada malam itu, nasib baik menyertai PIK-R Dwisma (SMA Negeri 2 Mengwi), mereka berhasil menyabet penghargaan untuk beberapa tangkai lomba, sekaligus menjadi PIK-R pertama yang berhasil memboyong Piala Bergilir “Wira Cakra Daksina”.

Sesi Foto bersama saat PIK-R Dwisma menerima Piala Bergilir “Wira Cakra Daksina” | Foto: tatkala.co/Dede

Wabub I Ketut Suiasa bernyanyi bersama anak-anak Forum GenRe Badung | Foto: tatkala.co/Dede
Seusai melewati acara awarding yang cukup panjang, Wabub I Ketut Suiasa tidak langsung beranjak turun dari panggung, melainkan ia menyumbangkan beberapa lagu untuk mencairkan suasana. Suasana menjadi begitu cair ketika ia mulai bernyanyi, anak-anak Forum GenRe Badung juga turut menyertai dengan naik ke atas panggung dan bernyanyi bersama. Suasananya amat begitu akrab, tak ada sekat di antara mereka dan kita.
Sejatinya, yang dibutuhkan dalam sebuah organisasi adalah rasa kekeluargaan dan rasa saling memiliki. Itulah yang sekilas bisa dilihat dari Forum GenRe Badung, solidaritas tanpa batas yang selalu mereka tunjukkan, mampu memotivasi seluruh remaja Badung untuk senantiasa bermakna.[T]
Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Jaswanto
MUSIK populer kerap dipahami sebagai hiburan ringan, namun sejarah menunjukkan bahwa ia sering kali menjadi medium artikulasi pengalaman sosial yang kompleks, bahkan traumatik....
BUNG Karno adalah presiden Indonesia yang memiliki cita rasa seni yang tinggi. Dari 8 PresidenIndonesia,Bung Karno, Abdul Rachman Wahid (Gus Dur), dan Susilo Bambang Yudoyonomenon...
SAYA menulis ini bukan hanya untuk diri saya sendiri, tetapi untuk banyak seniman yang mungkin merasakan hal yang sama. Mereka yang menghabiskan waktu bertahun-tahun menempuh pend...
DESA Pedawa di Kecamatan banjar, Buleleng, yang dikenal dengan adat dan budaya yang unik kembali menjadi tujuan pengabdian akademik. Pada hari Rabu, 10 Juni 2026, tim Pengabdian k...
Hari itu, Kamis, 11 Juni 2026, para siswa yang tergabung dalam OSIS dan MPK (Majelis Perwakilan Kelas) SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) berkunjung ke Yayasan Bali Baby...
DALAM kehidupan sehari-hari, kata "absen" sangat akrab digunakan oleh masyarakat. Di sekolah, guru sering mengatakan, "Ayo, sebelum belajar kita absen dulu." Di lingkungan peke...
SUATU pagi di Ubud, seorang wisatawan asing duduk bersila di atas matras yoga. Ia memejamkan mata. Di hadapannya terbentang hamparan sawah yang hijau. Burung-burung berkicau. Angi...
KOMITMEN dalam menjaga kelestarian lingkungan terus ditunjukkan oleh Fakultas Vokasi Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional (IPB Internasional). Melalui Program Studi D4 Man...
DARI balik kaca bus berkapasitas empat puluh lima kursi saya melihat malam hari di Banyuwangi, Jawa Timur, cukup gemerlap. Lampu-lampu menebar cahaya sekaligus memberi sihir warna...
DI atas meja makan rumah tangga Indonesia, tempe bukan sekadar lauk pendamping yang hadir sebagai pelengkap nasi. Melainkan pilar ketahanan pangan yang paling jujur, sebuah warisa...