Razia Warung? Ah, Saya Selalu Sukses Puasa Dikurung Warung
SAYA geli membaca berita tentang razia warung saat Ramadhan. Razia yang katanya demi “mengamankan” masyarakat saat bulan puasa. Ini dilakukan setiap tahun. Ada apa dengan warung? A...
MOMEN purnabakti adalah peristiwa yang penuh makna, terutama bagi seseorang yang telah mengabdikan hidupnya untuk negeri ini. Namun, tidak jarang terjadi kekeliruan dalam menyampaikan ucapan kepada seseorang yang telah memasuki masa purna bakti.
Purnabakti atau masa pensiun sering kali dianggap sebagai babak baru yang penuh kebebasan, namun tidak semua individu dapat menghadapinya dengan mudah. Bagi sebagian orang, masa ini justru menjadi masa penuh tantangan, terutama jika muncul gejala post power syndrome (PPS). PPS adalah sebuah kondisi psikologis yang sering dialami oleh individu yang kehilangan peran atau kekuasaan yang sebelumnya mereka miliki.
PPS ditandai dengan kesulitan menerima perubahan status, peran, atau rutinitas yang sebelumnya memberikan rasa identitas, kontrol, dan kekuasaan. Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja yang memasuki masa pensiun, terutama mereka yang memiliki posisi penting, seperti dosen, pejabat, atau profesional dengan peran signifikan dalam kehidupan profesionalnya. Gejala umum post power syndrome meliputi:
Mengapa masa purna kakti rentan terhadap PPS? Ada beberapa penyebab mengapa seseorang mengalami PPS pada saat memasuki masa purnabakti. Seseorang yang memasuki masa purnabakti mengalami perubahan identitas. Misalnya seorang dosen yang dengan jadwal padat melaksanakan tri dharma perguruan tinggi, ketika memasuki masa purnabakti, mereka tidak lagi melakukan kegiatan tri dharma.
Hal ini tentu berpengaruh secara psikologis karena dengan tidak adanya aktivitas seperti pada saat masih aktif sebagai dosen, mereka merasakan adanya perubahan identitas. Bagi mereka yang memegang jabatan, tentu mempunyai kewenangan dalam memutuskan berkaitan dengan kebijakan. Mereka tentu mempunyai bawahan yang selalu siap membantu dalam melaksanakan kebijakan yang diambil. Namun, setelah memasuki purnabakti, mereka tidak lagi mempunyai power dan mereka tidak lagi mempunyai bahawan. Kondisi ini sangat berpengaruh kepada psikologis mereka.
Banyak orang yang akan memasuki purnabakti lebih fokus mempersiapkan aspek finansial, tetapi mengabaikan persiapan mental dan emosional. Seseorang yang memasuki masa pensiun, dari segi finansial mungkin sudah mencukupi tetapi mereka lupa yang paling penting adalah bagaimana seseorang mempersiapkan aspek psikologis. Hal ini perlu diperhatikan agar seseorang tidak mengalami PPS.
PPS menghantui apabila seseorang tidak mempersiapkan kesiapan psikologisnya. Pada saat masa purnabakti intensif komunikasi kita dengan teman sekantor perlahan-lahan tidak seintensif sebelumnya. Apabila tidak dipersiapkan untuk memasuki komunitas baru (berbaur dengan lingkungan) tentu seseorang akan mengalami permasalahan dalam sosialisasi dengan lingkungannya. Ketika masih aktif kemungkinan seseorang kurang aktif bersosialisasi di lingkungannya ketika memasuki masa purnabakti perlu dibangun komunikasi intensif dengan lingkungan.
Dalam masyarakat yang cenderung menilai seseorang berdasarkan peran dan kontribusinya, purnabakti sering kali dianggap sebagai akhir dari masa produktivitas. Hal ini tentu merupakan pandangan yang kurang tepat. Masa purnabakti bukan halangan untuk berproduksi. Dengan berproduksi, seseorang mempunyai aktivitas. Aktivitas inilah merupakan aktivitas pengganti pada saat masa aktif. Dengan cara ini, seseorang akan terhindar dari PPS.
Dengan memperhatikan analisis tersebut apakah tepat seseorang yang sudah memasuki masa purnabakti diberikan ucapan selamat memasuki purnabakti? Kata selamat dalam KBBI bermakna selamat /se·la·mat / 1 a terbebas dari bahaya, malapetaka, bencana; terhindar dari bahaya, malapetaka; bencana; tidak kurang suatu apa; tidak mendapat gangguan; kerusakan, dan sebagainya: ia -- dari pembunuhan; 2 a sehat; 3 a tercapai maksud; tidak gagal; 4 n doa (ucapan, pernyataan, dan sebagainya) yang mengandung harapan supaya sejahtera (beruntung, tidak kurang suatu apa, dan sebagainya): ketika ia kawin, banyak handai tolannya yang memberi ucapan -- kepadanya; 5 n pemberian salam mudah-mudahan dalam keadaan baik (sejahtera, sehat dan afiat, dan sebagainya): -- datang; -- jalan; -- malam (pagi, siang); -- tahun baru; -- tinggal;
Momen purnabakti kemungkinan untuk sebagian besar merupakan momen yang menyedihkan sehingga PPS sering menghantuinya. Mereka awalnya mendapatkan penghasilan, setelah masa purnabakti, mereka hanya menikmati gaji pensiunan. Hal ini berarti pendapatan yang diterima berkurang. Sebagian besar orang tidak gembira dalam memasuki masa purnabakti.
Profesor yang sudah memasuki masa purnabakti, banyak yang bersedia dikaryakan lagi. Ini membuktikan bahwa orang yang sudah purnabakti ingin berkaktivitas seperti sebelumnya. Pensiunan dosen (PNS) banyak berkeinginan dikaryakan lagi dengan status dosen NIDK (Nomer Induk Dosen Khusus). Ini mengindikasikan bahwa masa pensiun adalah bukan kondisi yang menyenangkan.
Oleh karena itu, kurang tepat ucapan selamat pensiun ya diucapkan kepada seseorang yang sudah memasuki masa purnabakti. Ucapan ini sering ditemui di grup whatshapp. Sekilas tidak ada yang salah dari ucapan tersebut. Namun, ucapan itu kurang tepat karena masa purnabakti bagi sebagian orang merupakan masa yang membawa perubahan identitas baginya. Tidak jarang, perubahan identitas ini menyebabkan orang tersebut mengalami PPS.
Lalu kata ucapan yang mana yang bisa disampaikan kepada seseorang yang telah memasuki masa purnabakti?
Ucapan itu diantaranya adalah: 1) tetap semangat, dan terus berkarya, 2) semoga sehat selalu, dan 3) Terima kasih atas bimbingannya selama ini. Ketiga contoh ucapan tersebut intinya memberikan motivasi kepada seseorang yang telah memasuki masa purnabakti dan memberikan penghargaan kepadanya atas segala bimbingan selama aktif bertugas. [T]
SAYA geli membaca berita tentang razia warung saat Ramadhan. Razia yang katanya demi “mengamankan” masyarakat saat bulan puasa. Ini dilakukan setiap tahun. Ada apa dengan warung? A...
JUDUL tulisan ini merupakan tema diskusi Kupang Pesta Monolog yang coba menggali daya vital teater dan perannya dalam kehidupan konkret (aktual). Bahwa teater sebagai seni...
DI Bali, lumrah bila di tempat atau kawasan yang disucikan, jika melihat sesuatu, umpamanya benda, hewan atau binatang (langka), orang sering menyebutnya “Due”. (“Due” dibaca seper...
“KINI banyak pengarang muda yang bagus. Banyak sekali,” kata Seno Gumira Ajidarma saat ngobrol singkat pada suatu pagi dengan tatkala.co di Honeymoon Guest House, Ubud, 6 Juni lalu...
SEBUAH analog yang saya anggap pas untuk menggambarkan budaya korupsi di Indonesia adalah tradisi buang sampah sembarangan. Meski lingkungan jadi kotor, menghilangkan rasa nyaman,...
HALO sahabat mahasiswa super di manapun kalian berada, selamat beraktivitas. Semoga semua hidup berbahagia dan dalam lindungan dosen yang maha buasnya. Sangat super sekali kita mas...
Buta paling buruk adalah buta politik. Dia yang buta politik adalah dia yang tidak mendengar, tidak berbicara, dan tidak berpartisipasi dalam peristiwa politik. Dia tidak tahu bahw...
DUNIA pendidikan, modal utama dalam perkembangan peradaban manusia. Inovasi-inovasi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir terlahir di dalamnya. Sejarah perubahan besar-bes...
PAWAI pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-38 dibuka Presiden Joko Widodo alias Jokowi, di depan Monumen Bajra Sandi, Denpasar, Sabtu (11/6). Dan betapa senang mendengar Presiden...
Menikah itu sulit, tapi bercerai ternyata jauh lebih sulit. Saat mau menikah, yang penting hanya sedikit kemantapan hati, komitmen untuk sama susah sama senang, izin orang tua, sed...