Michel Platini Menuai Karma di Stade de France
Menjelang kick-off, sambil sesekali menatap langit-langit Stade de France, Antoine Griezmann khidmat menyanyikan La Marseillaise, ekspresi Christiano Ronaldo datar-datar saja melaf...
MOMEN purnabakti adalah peristiwa yang penuh makna, terutama bagi seseorang yang telah mengabdikan hidupnya untuk negeri ini. Namun, tidak jarang terjadi kekeliruan dalam menyampaikan ucapan kepada seseorang yang telah memasuki masa purna bakti.
Purnabakti atau masa pensiun sering kali dianggap sebagai babak baru yang penuh kebebasan, namun tidak semua individu dapat menghadapinya dengan mudah. Bagi sebagian orang, masa ini justru menjadi masa penuh tantangan, terutama jika muncul gejala post power syndrome (PPS). PPS adalah sebuah kondisi psikologis yang sering dialami oleh individu yang kehilangan peran atau kekuasaan yang sebelumnya mereka miliki.
PPS ditandai dengan kesulitan menerima perubahan status, peran, atau rutinitas yang sebelumnya memberikan rasa identitas, kontrol, dan kekuasaan. Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja yang memasuki masa pensiun, terutama mereka yang memiliki posisi penting, seperti dosen, pejabat, atau profesional dengan peran signifikan dalam kehidupan profesionalnya. Gejala umum post power syndrome meliputi:
Mengapa masa purna kakti rentan terhadap PPS? Ada beberapa penyebab mengapa seseorang mengalami PPS pada saat memasuki masa purnabakti. Seseorang yang memasuki masa purnabakti mengalami perubahan identitas. Misalnya seorang dosen yang dengan jadwal padat melaksanakan tri dharma perguruan tinggi, ketika memasuki masa purnabakti, mereka tidak lagi melakukan kegiatan tri dharma.
Hal ini tentu berpengaruh secara psikologis karena dengan tidak adanya aktivitas seperti pada saat masih aktif sebagai dosen, mereka merasakan adanya perubahan identitas. Bagi mereka yang memegang jabatan, tentu mempunyai kewenangan dalam memutuskan berkaitan dengan kebijakan. Mereka tentu mempunyai bawahan yang selalu siap membantu dalam melaksanakan kebijakan yang diambil. Namun, setelah memasuki purnabakti, mereka tidak lagi mempunyai power dan mereka tidak lagi mempunyai bahawan. Kondisi ini sangat berpengaruh kepada psikologis mereka.
Banyak orang yang akan memasuki purnabakti lebih fokus mempersiapkan aspek finansial, tetapi mengabaikan persiapan mental dan emosional. Seseorang yang memasuki masa pensiun, dari segi finansial mungkin sudah mencukupi tetapi mereka lupa yang paling penting adalah bagaimana seseorang mempersiapkan aspek psikologis. Hal ini perlu diperhatikan agar seseorang tidak mengalami PPS.
PPS menghantui apabila seseorang tidak mempersiapkan kesiapan psikologisnya. Pada saat masa purnabakti intensif komunikasi kita dengan teman sekantor perlahan-lahan tidak seintensif sebelumnya. Apabila tidak dipersiapkan untuk memasuki komunitas baru (berbaur dengan lingkungan) tentu seseorang akan mengalami permasalahan dalam sosialisasi dengan lingkungannya. Ketika masih aktif kemungkinan seseorang kurang aktif bersosialisasi di lingkungannya ketika memasuki masa purnabakti perlu dibangun komunikasi intensif dengan lingkungan.
Dalam masyarakat yang cenderung menilai seseorang berdasarkan peran dan kontribusinya, purnabakti sering kali dianggap sebagai akhir dari masa produktivitas. Hal ini tentu merupakan pandangan yang kurang tepat. Masa purnabakti bukan halangan untuk berproduksi. Dengan berproduksi, seseorang mempunyai aktivitas. Aktivitas inilah merupakan aktivitas pengganti pada saat masa aktif. Dengan cara ini, seseorang akan terhindar dari PPS.
Dengan memperhatikan analisis tersebut apakah tepat seseorang yang sudah memasuki masa purnabakti diberikan ucapan selamat memasuki purnabakti? Kata selamat dalam KBBI bermakna selamat /se·la·mat / 1 a terbebas dari bahaya, malapetaka, bencana; terhindar dari bahaya, malapetaka; bencana; tidak kurang suatu apa; tidak mendapat gangguan; kerusakan, dan sebagainya: ia -- dari pembunuhan; 2 a sehat; 3 a tercapai maksud; tidak gagal; 4 n doa (ucapan, pernyataan, dan sebagainya) yang mengandung harapan supaya sejahtera (beruntung, tidak kurang suatu apa, dan sebagainya): ketika ia kawin, banyak handai tolannya yang memberi ucapan -- kepadanya; 5 n pemberian salam mudah-mudahan dalam keadaan baik (sejahtera, sehat dan afiat, dan sebagainya): -- datang; -- jalan; -- malam (pagi, siang); -- tahun baru; -- tinggal;
Momen purnabakti kemungkinan untuk sebagian besar merupakan momen yang menyedihkan sehingga PPS sering menghantuinya. Mereka awalnya mendapatkan penghasilan, setelah masa purnabakti, mereka hanya menikmati gaji pensiunan. Hal ini berarti pendapatan yang diterima berkurang. Sebagian besar orang tidak gembira dalam memasuki masa purnabakti.
Profesor yang sudah memasuki masa purnabakti, banyak yang bersedia dikaryakan lagi. Ini membuktikan bahwa orang yang sudah purnabakti ingin berkaktivitas seperti sebelumnya. Pensiunan dosen (PNS) banyak berkeinginan dikaryakan lagi dengan status dosen NIDK (Nomer Induk Dosen Khusus). Ini mengindikasikan bahwa masa pensiun adalah bukan kondisi yang menyenangkan.
Oleh karena itu, kurang tepat ucapan selamat pensiun ya diucapkan kepada seseorang yang sudah memasuki masa purnabakti. Ucapan ini sering ditemui di grup whatshapp. Sekilas tidak ada yang salah dari ucapan tersebut. Namun, ucapan itu kurang tepat karena masa purnabakti bagi sebagian orang merupakan masa yang membawa perubahan identitas baginya. Tidak jarang, perubahan identitas ini menyebabkan orang tersebut mengalami PPS.
Lalu kata ucapan yang mana yang bisa disampaikan kepada seseorang yang telah memasuki masa purnabakti?
Ucapan itu diantaranya adalah: 1) tetap semangat, dan terus berkarya, 2) semoga sehat selalu, dan 3) Terima kasih atas bimbingannya selama ini. Ketiga contoh ucapan tersebut intinya memberikan motivasi kepada seseorang yang telah memasuki masa purnabakti dan memberikan penghargaan kepadanya atas segala bimbingan selama aktif bertugas. [T]
Menjelang kick-off, sambil sesekali menatap langit-langit Stade de France, Antoine Griezmann khidmat menyanyikan La Marseillaise, ekspresi Christiano Ronaldo datar-datar saja melaf...
MASIH ingat dulu orang tua kita sering menasehati dan melarang agar tidak duduk di bantal yang ada di tempat tidur. Jika hal itu dilakukan konon bisa membuat bisulan atau dalam ba...
Judul Film: Petani Terakhir # Sutradara: Dwitra J. Ariana # Produser: Maria Ekaristi & Agung Bawantara # Produksi: Sanggar Siap Selem, 2016. PERMASALAHAN kehidupan petani di In...
DI Bali, selama berabad-abad, seni-seni yang berakar pada tradisi, terus lahir. Dan tentu saja sangat beragam. Jaman dulu seni tak hanya lahir dari tangan seniman karawitan seperti...
Pelawak drama gong, I Wayan Tarma (62) yang terkenal dengan nama Dolar, meninggal Sabtu (9/7) sekitar pukul 05.30 Wita. Ia meninggal ketika seni drama gong yang melambungkan namany...
DNA literasi berbangsa terbentuk sungguh unik sejak dulu kala. Nenek moyang bangsa Indonesia merupakan penutur andal di dunia. Ini dibuktikan dengan adanya beragam cerita rakyat da...
TRADISI adalah perayaan kebersamaan. Juga di Bali. Untuk menjaga kebersamaan nyama Bali mempertahankan sekaligus tetap merayakan tradisi di era digital ini. Sebut saja tradisi magi...
GELIAT seni di Bangkalan, Pulau Madura, Jawa Timur, kembali semarak. Di bulan ramadhan ini gaung kegiatannya sampai merambah ke Desa Arosbaya. Seperti yang terjadi Minggu (3/7). Se...
PERADABAN dunia mengenal sedikit orang hebat. Einstein, Newton, Galileo, adalah manusia-manusia hebat, seperti juga Napoleon, Socrates, Machiavelli, Karl Marx, Adam Smith, Shakespe...
UNGKAPAN “apalah artinya sebuah nama”, bagi saya memiliki makna kebalikannya. Dalam realitas budaya dan adat, nama memiliki banyak arti dan makna, mulai dari yang sederhana hingg...