Bulan Juni Milik Empat Presiden
“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” (Ir. Soekarno). PEMERINTAH Provinsi Bali sejak Gubernur Wayan Koster meray...
SAAT saya tiba di Desa Aan, Kabupaten Klungkung, Bali, ada perasaan yang berbeda yang langsung terasa. Desa ini tidak seperti tempat-tempat wisata Bali yang ramai di sini, ketenangan dan keasrian terasa begitu mendalam. Desa Aan adalah tempat di mana saya dapat merasakan alam yang masih asri, udara yang masih segar, dan masih banyak sawah yang terbentang.
Desa ini menawarkan beberapa homestay, salah satunya adalah Dira Family Guest House. Menginap di Dira Family Guest House di Desa Aan memberikan pengalaman yang sungguh berkesan bagi saya. Berbeda dari hotel-hotel modern yang penuh fasilitas mewah, homestay ini menghadirkan suasana yang hangat dan sangat autentik.
Saat pertama kali tiba, saya disambut layaknya anggota keluarga oleh pemilik homestay dengan sapaan hangat dan senyuman mereka membuat saya merasa langsung nyaman. Tidak hanya disambut dengan keramahan khas Bali, saya juga diajak untuk mengikuti dalam kegiatan sehari-hari masyarakat desa dengan suatu pengalaman yang mengingatkan saya akan makna kesederhanaan.

Setiap kamar di Dira Family Guest House memiliki dekorasi tradisional khas Bali yang memukau dalam kesederhanaannya. Ornamen-ornamen sederhana dan bahan-bahan alami memberikan nuansa tradisional yang sangat khas. Salah satu momen terbaik saya di homestay ini adalah saat diundang untuk ikut serta dalam aktivitas lokal. Saya belajar membuat canang sesajen kecil yang dipersembahkan sebagai bentuk syukur kepada alam dan Tuhan.
Dengan telaten, pemilik homestay mengajari saya cara menata bunga dan dedaunan dalam bentuk yang indah. Saat itu, saya tidak hanya belajar tentang tradisi Bali, tetapi juga memahami filosofi di balik kehidupan masyarakat desa yang penuh rasa syukur dan keseimbangan. Momen-momen ini memberi saya perspektif baru tentang kebudayaan Bali yang tak hanya indah, tetapi juga sangat bermakna.

Fasilitas di Dira Family Guest House membuat pengalaman menginap menjadi semakin nyaman. Dari tempat camping yang luas, kamar mandi pribadi maupun bersama yang bersih, hingga sarapan pagi yang dihidangkan, kipas angin, selfie area, televisi, wifi, perlengkapan mandi, dan musholla yang semuanya dirancang untuk membuat tamu merasa betah.
Dengan harga yang sangat terjangkau, sekitar Rp 200.000,00 per malam, saya benar-benar merasa mendapatkan pengalaman yang luar biasa tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Setiap malam di homestay ini saya habiskan dengan duduk di teras, menikmati udara segar, dan menatap langit yang dipenuhi bintang yang dimana ini adalah sesuatu yang hampir mustahil terlihat dari kota.
Suasana hening dan damai ini memberikan ketenangan yang sulit saya temukan di tempat lain. Tidak hanya beristirahat, saya merasa seperti mendapatkan kembali semangat dan kedamaian yang telah lama saya cari. Disini juga, kita dapat melihat anak-anak desa yang sedang belajar menari.


Bagi siapa saja yang ingin merasakan kedamaian pedesaan Bali yang sesungguhnya, saya sangat merekomendasikan Dira Family Guest House di Desa Aan ini. Homestay ini bukan hanya sekadar tempat menginap bagi saya, tetapi merupakan tempat yang bisa membuat saya merasakan ketenangan dan kesejahteraan dalam kehidupan desa. Saya memiliki pengalaman yang sangat berkesan dan saya harap saya dapat kembali menginap di homestay ini lagi. [T]
“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” (Ir. Soekarno). PEMERINTAH Provinsi Bali sejak Gubernur Wayan Koster meray...
īśāvāsyam idaṁ sarvaṁ yat kiñca jagatyāṁ jagat |tena tyaktena bhuñjīthā mā gṛdhaḥ kasyasvid dhanam || "Seluruh alam semesta ini, apa pun yang bergerak di dunia yang bergerak in...
ADA satu pemandangan yang hingga kini selalu mengusik. Seorang barista selesai meracik secangkir kopi, lalu menyadari ada kesalahan kecil. Mungkin ukuran gelasnya keliru, jenis su...
PADA tanggal 14 Juni 2026, saya mengikuti acara kolaborasi Grab Bali Nusra dengan Bali Book Party. Museum Pasifika Nusa Dua adalah lokasi acara diselenggarakan. Siang hari, ...
Kenapa jagat sosmed Bali semakin dijangkiti fenomena: Ngandang Nganjuh. Secara harfiah, istilah ini menggambarkan tindakan yang melintang (ngandang) dan mendorong atau memaksak...
PAGI saat Hari Suci Kuningan, sebagian keluarga sudah mengenakan pakaian adat sebelum fajar menyingsing. Sebagian lagi masih sibuk menata banten, memasak, atau menunggu anggota ke...
DI Desa Kembang Asri hiduplah seekor babi betina bernama Ica. Ia adalah babi kesayangan Made Subur. Ica tumbuh sehat dan jinak. Ia juga sangat menyayangi majikannya. Selain Ica...
KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk, mendesis,mencakar-...
"Gemerlap lampu Manhattan tidak pernah mampu menggantikan cahaya seekor kunang-kunang." KALIMAT itu memang tidak pernah ditulis secara harfiah oleh Umar Kayam dalam cerpennya S...
DALAM sejarah musik populer abad ke-20, sedikit lagu yang mampu merangkum pengalaman eksistensial manusia dalam lirik sesederhana “Knockin’ on Heaven’s Door.” Ditulis oleh Bob Dyl...