Pesta Kesenian Bali: Keroncong Tidak Mati
KETIKA tubuh meragang nyawa, dalam perukan persada. Tinggal nafas yang masih tersisa. Kau pekikkan merdeka. Bait lagu Puji Bagi Pahlawan ciptaan Basuki itu mengalun dalam sunyi. La...
Di bawah langit bulan juli
Dingin udara terhenti
Di sudut rumah diri
Menyusup di celah pintu
tungku perapian
Kita bergantian
Jadi minyak
Tak sedikit
Tak banyak
“Begitu pekat cemar angin
Menusuk dari celah hitam jelaga
Mata terpejam
Akan datang”
katamu lantang
Kita duduk melingkar
Jadi dinding penghalang
Tak tipis
Tak tebal
“Bukankah di sini
Muara limbah
Bedebah tiada sudah
Tumpah di hati para petapa”
katamu tak sekali
Dan kita pun bergandengan
Jadi mesin daur ulang
Tak lebih
Tak kurang
2024
Jejak yang serupa
Mengotori tubuhku
O, hujan yang paling bijaksana
Mengapa tak kau hapuskan
Duka nestapa ini
Igau suara
Risau kata-kata
Dari bawah kolong meja
Dari atas batu paras
Dari sela-sela akar
Semakin tak mampu menawar hari
Seluruh luka bermuara di tubuhku
Bagai disayat sembilu
Di bawah terik matahari
Aku tak ingat lagi
Kapan terakhir kita menari
Kapan terakhir kita bernyanyi
Diiringi siul burung-burung merbah
Nak, segera langkahkan kakimu
Biar aku berdiri sendiri
Seperti kokoh batu paras itu
Menahan akar-akar perusak jalan purba kita
Yang bahkan tak sirna oleh suci tirta
2024
Lakuku
Padang-padang rahwana
Menguras sari pati tubuhmu
Pohon tua
Yang tercipta dari harum cengkih
dan wangi kopi
Maka kidungku
Persembahan terakhir
Yang kulantunkan
dari suara-suara sumbang
Jika akhirnya Kau terima
di musim kartika
Yang penuh suka
pun duka
Kumohon sebagai obat-obat penawar
Bagi gulma yang menubuh
di kebun sukma
Tajun, 2024
KETIKA tubuh meragang nyawa, dalam perukan persada. Tinggal nafas yang masih tersisa. Kau pekikkan merdeka. Bait lagu Puji Bagi Pahlawan ciptaan Basuki itu mengalun dalam sunyi. La...
Apakah yang paling membanggakan dari makhluk yang bernama manusia? “Kreativitas.” Itulah jawabnya. Manusia menjadi “lebih” ketimbang binatang karena memiliki ruang yang sangat luas...
Sebagai orang yang tidak berkompeten dalam bidang bahasa Bali, mungkin saya akan tulah idup karena apa yang akan saya paparkan barangkali banyak bohongnya. Saya bukan orang yang la...
Kaohsiung adalah kota terbesar kedua di Taiwan setelah Taipe. Di kota itulah saya berada, awal Juni 2016. Seperti sebuah mimpi, dari Singaraja – kota tempat tinggal saya - segalany...
FENOMENA The Great Pacific Garbage Patch menjadi bukti betapa kita sebagai manusia telah membunuh bumi dengan plastik. Miliaran ton sampah plastik terapung di laut, membuat jutaan...
KEMISKINAN, di Bali, bisa berarti sebuah upacara. Warga Desa Trunyan di Desa Kintamani, Kabupaten Bangli, sebelum berperilaku menjadi manusia miskin melakukan ritus kecil: membakar...
JIKA hobi facebook-an, singgahlah sesekali ke halaman Punk Kwala Ngibur. Bisa kita nikmati komik berbahasa Bali dari tingkat paling kepara sampai sor se-singgih-singgihnya. Tulisan...
MUNGKIN saya sudah terlambat menguraikan hal ini. Karena saat ini sudah makin banyak masyarakat yang menolak reklamasi Teluk Benoa. Namun dalam konteks ini, saya meyakini bahwa leb...
Bahasa menunjukkan bangsa. Itu peribahasa yang akrab saya dengar di Sekolah Dasar dulu yang bertahun-tahun kemudian saya amini kebenarannya. Kultur sebuah bangsa, seturut makna per...
Judul Buku : Badriyah Pengarang : Ayu Weda Penerbit : Gambang Buku Budaya Tahun Terbit : Maret 2016 Jumlah Halaman : xiv + 207 halaman ISBN : 978-602-6776-15-0 SELURUH cerita dala...