KELOMPOK Kerja Teater Gadhang akan mengadakan program kerja utama Pentas Produksi dengan Naskah Gog dan Magog karya Joko Yuliyanto. Pementasan ini disutradari Fina Pratiwi dengan astrada Arsitadewi. Pentas Gog dan Magog akan digelar di Taman Budaya Yogyakarta dan Taman Budaya Jawa Tengah pada hari Selasa, 15 Oktober 2024 dan 30 Oktober 2024 mulai jam 19.00 WIB.
Teater Gadhang cukup aktif berkarya dengan memenangkan beberapa perlombaan tingkat regional dan nasional. Tahun ini menyabet juara harapan satu pekan seni mahasiswa tingkat provinsi mewakili Universitas Sebelas Maret. Berbagai event diadakan untuk menyalurkan minat dan bakat kesenian anggota mulai dari pameran seni, pementasan kolosal, hingga perlombaan teater.
Gog dan Magog merupakan naskah anyar yang ditulis oleh salah satu anggota Teater Gadhang. Mengembangkan konsep ide surealis atau absurd dengan tema yang kompleks seperti kehidupan, budaya, agama, eksistensi, dan sosial.
Lakon Gog dan Magog mencoba mengimplementasikan absurditas situasi akhir zaman dengan diperankan 12 tokoh utama dan 10 tokoh figuran. Menampilkan karya estetik setting panggung, musik, dan video.
Teater Gadhang mencoba mengemas pertunjukan Gig dan Magog dengan sisipan nilai estetika tanpa mengabaikan sisi logika dan etika. Banyak pesan disampaikan tentang sindirian terhadap perilaku amoral di masyarakat dengan kaitan isu-isu kekinian.
Pentas akan berlangsung sekira dua jam. Mencoba mempertontonkan artistik yang sederhana dan penuh kejutan. Naskah Gog dan Magog diharapkan menjadi pengingat bahwa manusia sering lupa akan hakikat kehidupan. Prosesi spiritual manusia menjangkau nalar ketuhanan yang membawa pesan kedamaian.
Ada 12 tokoh utama dalam naskah Gog dan Magog seperti Gog, Magog, Ling, Lung, Cong, Isa, Widhi, Maryam, Soe, Gandhi, Bapak, dan Guru. Ada juga tokoh pendukung seperti mayat, penari, pasukan, dan orang-orang dengan menggunakan latar kiamat.
Pertunjukan ini akan menyediakan sekira 300 tiket penonton yang sampai sejauh ini sudah laku hampir 200-an tiket (beserta undangan). Untuk pemesanan tiket bisa menghubungi contact person - pantia pementasan di media sosial Teater Gadhang
Tentang Teater Gadhang
Teater Gadhang Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS adalah organisasi kemahasiswaan di Universitas Sebelas Maret Surakarta. Teater Gadhang merupakan suatu wadah yang menampung, menggali, menyalurkan, minat-bakat dan potensi mahasiswa di bidang seni, khususnya seni teater.
Berangkat dari namanya Gadhang diolah dari bahasa Jawa “digadhang-gadhang” atau didamba-damba, bukan berarti Kelompok Kerja Teater Gadhang adalah kelompok kerja mahasiswa yang dalam prosesnya selalu dipuji dan disanjung tanpa merasakan jatuh bangun walaupun memang tujuan di dalam lubuk hati adalah ingin membawa nama Teater Gadhang dikenal orang dan dipuji karena kecakapannya.
Pujian yang memaknai kata “Gadhang” pada dasarnya adalah sebagai sebuah kata pengingat bahwa kelompok kerja teater gadhang ini berusaha selalu meletakkan seni dengan berbagai bentuk apresiasinya ditempat yang tinggi.
Kelompok Kerja Teater Gadhang berdiri pada 25 Juni 1991 atas prakasa beberapa mahasiswa Fakultas Ekonomi UNS yang haus akan sarana pengekspresian di bidang seni. Sekretariat Teater Gadhang berada di Gedung UKM FEB UNS Jl. Ir Sutami No. 36A, Surakarta. [T]
DALAM berbagai diskusi mengenai kewirausahaan, ada satu narasi yang terus berulang seperti sebuah gema yang tak kunjung reda. Ketika seorang calon wirausaha ditanya mengenai apa y...
SETELAH melewati rentetan perawatan medis yang panjang dan melelahkan, pernahkah Anda berbisik pada diri sendiri, "Apakah tubuh ini akan kembali seperti sediakala?"
Pertanyaan...
PAGI INI saya teringat mendiang Ida Bagus Ketut Dharma Santika Putra, sahabat dan guru kami dalam dunia sastra dan budaya di Jembrana-Bali, yang telah berpulang pada 21 Januari 20...
KRISIS iklim bukan lagi ramalan apokaliptik di makalah-makalah seminar melainkan kenyataan di depan mata semua bangsa. Ayolah jujur mengakui ironi ini: hutan-hutan terbaik yang be...
"YANG kami bangun bukan sekadar ruang publik yang indah, tetapi juga ruang yang mampu mengingatkan masyarakat akan perjalanan panjang Kota Singaraja," ujar Bupati Buleleng, dr. I...
JAUH sebelum psikolog modern David Dunning dan Justin Kruger merumuskan Dunning-Kruger Effect pada tahun 1999, pujangga Jawa Kuno telah meramalkan akan datang orang-orang yang dan...
HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai marmer rumah mewah di kawasan elit. Suara temba...
MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA
mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata
jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta kebijakan berbe...
TEPAT hari Sabtu, 13 Juni 2026, saat Renon sedang menyengat, ribuan orang memadati kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali di Denpasar. Di tengah gemuruh tabuh dan warna-warni busa...
RAHWANA adalah nama yang kerap kali tidak membutuhkan pengantar. Ia hadir lebih dulu dari ceritanya; datang sebagai prasangka sebelum sempat dikenali secara utuh dalam epik Ramaya...