17 Agustus 2016, Belum Semua Anak Indonesia Merdeka
MERAYAKAN Hari Kemerdekaan memang bukan sebuah keharaman. Wajar saja rakyat Indonesia merayakannya. Betapa tidak, karena kemerdekaan ini diraih dengan iuran darah para pejuang terd...
KELOMPOK Kerja Teater Gadhang akan mengadakan program kerja utama Pentas Produksi dengan Naskah Gog dan Magog karya Joko Yuliyanto. Pementasan ini disutradari Fina Pratiwi dengan astrada Arsitadewi. Pentas Gog dan Magog akan digelar di Taman Budaya Yogyakarta dan Taman Budaya Jawa Tengah pada hari Selasa, 15 Oktober 2024 dan 30 Oktober 2024 mulai jam 19.00 WIB.
Teater Gadhang cukup aktif berkarya dengan memenangkan beberapa perlombaan tingkat regional dan nasional. Tahun ini menyabet juara harapan satu pekan seni mahasiswa tingkat provinsi mewakili Universitas Sebelas Maret. Berbagai event diadakan untuk menyalurkan minat dan bakat kesenian anggota mulai dari pameran seni, pementasan kolosal, hingga perlombaan teater.
Gog dan Magog merupakan naskah anyar yang ditulis oleh salah satu anggota Teater Gadhang. Mengembangkan konsep ide surealis atau absurd dengan tema yang kompleks seperti kehidupan, budaya, agama, eksistensi, dan sosial.
Lakon Gog dan Magog mencoba mengimplementasikan absurditas situasi akhir zaman dengan diperankan 12 tokoh utama dan 10 tokoh figuran. Menampilkan karya estetik setting panggung, musik, dan video.
Teater Gadhang mencoba mengemas pertunjukan Gig dan Magog dengan sisipan nilai estetika tanpa mengabaikan sisi logika dan etika. Banyak pesan disampaikan tentang sindirian terhadap perilaku amoral di masyarakat dengan kaitan isu-isu kekinian.
Pentas akan berlangsung sekira dua jam. Mencoba mempertontonkan artistik yang sederhana dan penuh kejutan. Naskah Gog dan Magog diharapkan menjadi pengingat bahwa manusia sering lupa akan hakikat kehidupan. Prosesi spiritual manusia menjangkau nalar ketuhanan yang membawa pesan kedamaian.

Ada 12 tokoh utama dalam naskah Gog dan Magog seperti Gog, Magog, Ling, Lung, Cong, Isa, Widhi, Maryam, Soe, Gandhi, Bapak, dan Guru. Ada juga tokoh pendukung seperti mayat, penari, pasukan, dan orang-orang dengan menggunakan latar kiamat.
Pertunjukan ini akan menyediakan sekira 300 tiket penonton yang sampai sejauh ini sudah laku hampir 200-an tiket (beserta undangan). Untuk pemesanan tiket bisa menghubungi contact person - pantia pementasan di media sosial Teater Gadhang
Tentang Teater Gadhang
Teater Gadhang Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS adalah organisasi kemahasiswaan di Universitas Sebelas Maret Surakarta. Teater Gadhang merupakan suatu wadah yang menampung, menggali, menyalurkan, minat-bakat dan potensi mahasiswa di bidang seni, khususnya seni teater.
Berangkat dari namanya Gadhang diolah dari bahasa Jawa “digadhang-gadhang” atau didamba-damba, bukan berarti Kelompok Kerja Teater Gadhang adalah kelompok kerja mahasiswa yang dalam prosesnya selalu dipuji dan disanjung tanpa merasakan jatuh bangun walaupun memang tujuan di dalam lubuk hati adalah ingin membawa nama Teater Gadhang dikenal orang dan dipuji karena kecakapannya.
Pujian yang memaknai kata “Gadhang” pada dasarnya adalah sebagai sebuah kata pengingat bahwa kelompok kerja teater gadhang ini berusaha selalu meletakkan seni dengan berbagai bentuk apresiasinya ditempat yang tinggi.
Kelompok Kerja Teater Gadhang berdiri pada 25 Juni 1991 atas prakasa beberapa mahasiswa Fakultas Ekonomi UNS yang haus akan sarana pengekspresian di bidang seni. Sekretariat Teater Gadhang berada di Gedung UKM FEB UNS Jl. Ir Sutami No. 36A, Surakarta. [T]
MERAYAKAN Hari Kemerdekaan memang bukan sebuah keharaman. Wajar saja rakyat Indonesia merayakannya. Betapa tidak, karena kemerdekaan ini diraih dengan iuran darah para pejuang terd...
Semalam di tengah gempita dentuman suara sound sistem, saya mengkhayal dibayar 150 juta untuk mengajar 34 jam per minggu, wah pasti kaki saya tidak akan pernah pegal saat berdiri d...
KETIKA mengantar seorang teman untuk membeli sepatu sebagai keperluan bekerja di sebuah instansi pemerintah, kami sempat terlibat obrolan singkat yang pada intinya alas kaki tidak...
BANGKUNG mepalu adaang di Buleleng, jeg pasti rame! Asal gratisss! Iya, babi betina saling sruduk digelar di Buleleng, pasti ramai penontonnya. Apalagi Slank pentas gratisan. Kutik...
MENJELANG Hari Galungan biasanya banyak warga adat menggelar karya gede di Pura. Karya Gede di sebuah Pura merupakan hari yang ditunggu-tunggu warga. Di situ banyak orang akan mema...
ADA semacam mitos yang tampaknya bisa menghantui keluarga Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Buleleng dalam Pilkada, Februari 2017. Yakni, kenyataan bahwa sejak era refor...
AKU adalah ruh sebuah negeri. Negeri nun jauh di sana. Tubuhku bersandar pada pegunungan yang berbaris rapi. Di hadapan mataku terhampar laut utara yang begitu tenang. Mungkin kare...
HALO, kawan sebangsa dan setanah air, sudah makan apa hari ini? Tahu? Tempe? Semoga Tuhan selalu memudahkan rejeki kita, agar tahu dan tempe selalu dapat terbeli. Tahu dan tempe m...
KISAH percintaan memang tak pernah habis jika dibicarakan. Virus-virus cinta dapat tumbuh di mana saja dan kapan saja. Tak seorangpun bisa menduga hal tersebut. Salah satu ajang ya...
I dan Ni oleh banyak orang dianggap title “wong jaba” padahal ini adalah honorific yang generic. I dan Ni adalah honorific. I semacam Mr dan Ni semacam Ms. I dan Ni bukan hanya di...