Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat
LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak tahu apa yang terjadi ke d...
Bubur tabah
Putih tanpa rasa
Lima penjuru
Akar akar tumbuh
Kuat menggenggam tanah
Misal hidup lebih lama
Tujuh belas ke tiga puluh lima
Hitung-hitunglah
Air-air menyusup batang
Padi padi tujuh belas hari
Ingat ingat pada dirinya
(Adaptasi dari lontar Dharma Pamaculan 3b-4a)
Kukung, Kukung, Kukung
Tepung tawar terbang
Daun daun hijau diruapkan
Benang benang diikatkan
Pada padi padi dewasa
Direstuinya cinta meraka
Padi perempuan padi laki
Dalam rumpun semai
(Adaptasi lontar Dharma Pamaculan 5a-)
Bila masuk bulan kelima
Kuning itu bunga-bunga: kayu mas
Kembali ke bulan ketiga
Kembang sepatu merah
Puja-puji bhatara
Sembilan arah, sembilan warna,
Dua belas musim berganti
Bermula tanah basah
Cangkul cangkul dihentakkan
Rata tanah, rata air, rata langit
Semai benih
Padi tanam
Purnama lewat menuju redup
Bulan mati
Tua padi
Tertawa abadi
(Adaptasi dari lontar Dharma Pamaculan 1b-3b)
[][] Klik untuk BACA puisi-puisi lain
LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak tahu apa yang terjadi ke d...
ADA bunyi-bunyi yang hidup begitu lama di sekitar kita hingga akhirnya menghilang dari ingatan. Ia pernah hadir setiap hari, melintas di jalan-jalan kampung, menyelinap di antara...
DENPASAR – TATKALA.CO | Seniman-seniman dari Kabupaten Buleleng tampil dengan ciri khas Bali Utara pada Peed Aya (Pawai) Pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 202...
Antara Takdir dan Kebebasan: Pertanyaan Tua yang Tak Pernah Usai Sejak manusia mulai bertanya tentang dirinya sendiri, satu pertanyaan selalu muncul: apakah hidup ini ditentuka...
Tari Siwanataraja selalu menjadi bagian penting dalam Peed Aya (Pawai Budaya) pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) setiap tahunnya. Tari yang disajikan secara megah dengan iringan...
“Cause there’ll be no sunlight if I lose you, baby … there’ll be no clear skies if I lose you, baby ….” Ponsel Garu masih mengalunkan musik tersebut berulang-ulang di tengah hu...
JESS BUAT PRANITA DEWI Meong-meong alih je bikule—suara itu melintas dari pelataran purake satelit, kabel bawah laut, ruang transit;atma mengikutinya seperti temayang berpindah...
BULELENG – TATKALA.CO | “Festival ini merupakan ruang bersama untuk menunjukkan potensi dan kreativitas masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kita dapat memperkuat jati diri d...
Ida Kade Saka Rosanta, yang kerap dipanggil Gus Moyo memamerkan karya rupanya di Rumah Berdaya, jalan Raya Sesetan 280 Denpasar. Selain lukisan, Gus Saka juga memajang hasil ngebo...
SEJAK kapan sebuah kata harus tunduk pada makna yang kaku? Padahal, di tengah masyarakat, makna kata itu justru tumbuh dan meluas. Bagi seorang epigraf dan arkeolog, kata ...