“Jesus Bless You” – Tentang Saya dan Agama
SAYA suka lagu-lagu yang memberikan getaran yang baik pada suasana hati dan hidup saya. Karena itu saya menggunakan aplikasi karaoke di smartphone untuk memudahkan saya menyanyi di...
***
WIKU Tapini adalah seorang pendeta perempuan yang bertanggungjawab atas penyediaan wewantenan (sesajian) untuk banyak upacara besar di Bali. Telah banyak diketahui bahwa di Bali terdapat banyak ragam upacara keagamaan.
Orang Bali memercayai upacara-upacara itu sebagai sarana untuk menjaga keseimbangan hubungan antara manusia dengan Tuhan, dengan manusia sendiri, dan dengan alam.
Selain upacara yang dilakukan setiap hari, ada upacara yang diselenggarakan secara berkala setiap 15 hari, satu bulan, enam bulan, satu tahun (Ngusaba), sepuluh tahun (Panca Bali Krama), dan 100 tahun (Eka Dasa Rudra). Dalam setiap upacara itu selalu ada persembahan yang dinamakan wewantenan.
Wewantenan untuk upacara sehari-hari sangat sederhana sehingga masyarakat---umumnya kaum perempuan---dapat menyiapkannya sendiri. Wewantentan untuk upacara menengah lebih rumit, namun banyak masyarakat pandai membuatnya.
Sedangkan wewantenan untuk upacara besar macam Panca Bali Krama dan Eka Dasa Rudra hanya sedikit saja orang Bali yang menguasainya. Jumlahnya mungkin kurang dari jumlah jari sebelah telapak tangan.
Maklum, wewantenan tersebut memang banyak dan rumit. Dan, orang Bali sangat memercayai kesalahan dalam membuat wewantenan akan berakibat buruk pada masyarakat yang turut dalam upacara itu.
Karena upacara besar sepuluh atau 100 tahun sekali dilakukan oleh seluruh warga Bali, maka kesalahan wewantenan dalam upacara itu pun akan berdampak buruk bagi Bali. Dampak buruknya antara lain banyak bencana, situasi menjadi tidak nyaman, sering terjadi wabah atau kecelakaan, dan sebagainya.
Maka hanya mereka yang tekun dan tulus mengabdikan dirinya untuk itulah yang dapat menguasai dengan baik soal wewantenan berskala besar. Mereka itu dinamakan Wiku Tapini.
Tekun dan tulus? Ya, karena untuk pekerjaan besar dengan tanggungjawab yang berat itu mereka tidak mendapat bayaran professional, dan jauh dari publikasi.
Dalam menjalankan tugasnya, Wiku Tapini, tidak saja harus menguasai bentuk, jenis, dan jumlah komponen sesajian, tetapi juga harus dapat membaca mantera-mantera pemujaan saat mempersiapkan setiap detil sesajian.[T]
SAYA suka lagu-lagu yang memberikan getaran yang baik pada suasana hati dan hidup saya. Karena itu saya menggunakan aplikasi karaoke di smartphone untuk memudahkan saya menyanyi di...
ADA semacam protes di media sosial, kenapa wayang wong, sebagai kesenian klasik adiluhung yang baru saja ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia tak benda, justru dipe...
SEPAK bola kampung kini hanya fosil ingatan. Mungkin karena kampung selalu dirundung revolusi yang dialirkan zaman. Sawah-sawah, bahkan kebun yang dulu menjadi arena laga sepak bol...
KINI sudah masuk tahun ajaran baru. Sejumlah kampus sudah bersiap-siap menghadapi mahasiswa baru. Tentu, semua tahu, hari-hari pertama mahasiswa baru disibukkan dengan orientasi ka...
BEGITU puluhan penari memasuki panggung di depan Tugu Singa Ambara Raja, sore menjelang senja di Singaraja terasa lebih berwarna dari biasanya. Warna-warna itu bukan hanya memancar...
Judul Buku: Sayap Anjing (Kumpulan Cerpen) # Penulis: Triyanto Triwikromo #Halaman: 144 pages # Penerbit: Buku Kompas # Tahun: 2003 # ISBN: 9797090914 (ISBN13: 9789797090913) /...
BULELENG Festival (Bulfest) dibuka 2 Agustus ini dan akan berlangsung 6 Agustus 2016. Ini Bulfest keempatkali sejak digelar pertamakali, Agustus 2013. Di Bali, Bulfest memiliki gem...
Ini pengalaman ketika saya mengajar di sebuah sekolah dasar di Alor, NTT, sebagai guru dalam program SM3T (Sarjana Mendidik di daerah Terluar, Terdepan dan Tertinggal). SEPERTI b...
MISI belum tuntas! Komunitas Masyarakat Lumpur Bangkalan terus bikin kegiatan. Setelah terlaksananya acara Festival Puisi Bangkalan, 20-21 Mei 2016, kini tengah bersiap-siap mengge...
SIAPA saja yang suka memuji dan mengagung-agungkan Bali, pasti bertemu subak. Mereka yang berniat mengikuti alur jejak watak manusia Bali, seyogyanya juga mengakrabi subak. Bagaima...