17 Agustus 2016, Belum Semua Anak Indonesia Merdeka
MERAYAKAN Hari Kemerdekaan memang bukan sebuah keharaman. Wajar saja rakyat Indonesia merayakannya. Betapa tidak, karena kemerdekaan ini diraih dengan iuran darah para pejuang terd...
***
WIKU Tapini adalah seorang pendeta perempuan yang bertanggungjawab atas penyediaan wewantenan (sesajian) untuk banyak upacara besar di Bali. Telah banyak diketahui bahwa di Bali terdapat banyak ragam upacara keagamaan.
Orang Bali memercayai upacara-upacara itu sebagai sarana untuk menjaga keseimbangan hubungan antara manusia dengan Tuhan, dengan manusia sendiri, dan dengan alam.
Selain upacara yang dilakukan setiap hari, ada upacara yang diselenggarakan secara berkala setiap 15 hari, satu bulan, enam bulan, satu tahun (Ngusaba), sepuluh tahun (Panca Bali Krama), dan 100 tahun (Eka Dasa Rudra). Dalam setiap upacara itu selalu ada persembahan yang dinamakan wewantenan.
Wewantenan untuk upacara sehari-hari sangat sederhana sehingga masyarakat---umumnya kaum perempuan---dapat menyiapkannya sendiri. Wewantentan untuk upacara menengah lebih rumit, namun banyak masyarakat pandai membuatnya.
Sedangkan wewantenan untuk upacara besar macam Panca Bali Krama dan Eka Dasa Rudra hanya sedikit saja orang Bali yang menguasainya. Jumlahnya mungkin kurang dari jumlah jari sebelah telapak tangan.
Maklum, wewantenan tersebut memang banyak dan rumit. Dan, orang Bali sangat memercayai kesalahan dalam membuat wewantenan akan berakibat buruk pada masyarakat yang turut dalam upacara itu.
Karena upacara besar sepuluh atau 100 tahun sekali dilakukan oleh seluruh warga Bali, maka kesalahan wewantenan dalam upacara itu pun akan berdampak buruk bagi Bali. Dampak buruknya antara lain banyak bencana, situasi menjadi tidak nyaman, sering terjadi wabah atau kecelakaan, dan sebagainya.
Maka hanya mereka yang tekun dan tulus mengabdikan dirinya untuk itulah yang dapat menguasai dengan baik soal wewantenan berskala besar. Mereka itu dinamakan Wiku Tapini.
Tekun dan tulus? Ya, karena untuk pekerjaan besar dengan tanggungjawab yang berat itu mereka tidak mendapat bayaran professional, dan jauh dari publikasi.
Dalam menjalankan tugasnya, Wiku Tapini, tidak saja harus menguasai bentuk, jenis, dan jumlah komponen sesajian, tetapi juga harus dapat membaca mantera-mantera pemujaan saat mempersiapkan setiap detil sesajian.[T]
MERAYAKAN Hari Kemerdekaan memang bukan sebuah keharaman. Wajar saja rakyat Indonesia merayakannya. Betapa tidak, karena kemerdekaan ini diraih dengan iuran darah para pejuang terd...
Semalam di tengah gempita dentuman suara sound sistem, saya mengkhayal dibayar 150 juta untuk mengajar 34 jam per minggu, wah pasti kaki saya tidak akan pernah pegal saat berdiri d...
KETIKA mengantar seorang teman untuk membeli sepatu sebagai keperluan bekerja di sebuah instansi pemerintah, kami sempat terlibat obrolan singkat yang pada intinya alas kaki tidak...
BANGKUNG mepalu adaang di Buleleng, jeg pasti rame! Asal gratisss! Iya, babi betina saling sruduk digelar di Buleleng, pasti ramai penontonnya. Apalagi Slank pentas gratisan. Kutik...
MENJELANG Hari Galungan biasanya banyak warga adat menggelar karya gede di Pura. Karya Gede di sebuah Pura merupakan hari yang ditunggu-tunggu warga. Di situ banyak orang akan mema...
ADA semacam mitos yang tampaknya bisa menghantui keluarga Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Buleleng dalam Pilkada, Februari 2017. Yakni, kenyataan bahwa sejak era refor...
AKU adalah ruh sebuah negeri. Negeri nun jauh di sana. Tubuhku bersandar pada pegunungan yang berbaris rapi. Di hadapan mataku terhampar laut utara yang begitu tenang. Mungkin kare...
HALO, kawan sebangsa dan setanah air, sudah makan apa hari ini? Tahu? Tempe? Semoga Tuhan selalu memudahkan rejeki kita, agar tahu dan tempe selalu dapat terbeli. Tahu dan tempe m...
KISAH percintaan memang tak pernah habis jika dibicarakan. Virus-virus cinta dapat tumbuh di mana saja dan kapan saja. Tak seorangpun bisa menduga hal tersebut. Salah satu ajang ya...
I dan Ni oleh banyak orang dianggap title “wong jaba” padahal ini adalah honorific yang generic. I dan Ni adalah honorific. I semacam Mr dan Ni semacam Ms. I dan Ni bukan hanya di...