Genjek Kolosal, Politik Warna, dan Kebiasaan Buruk Politikus
RIBUAN sekaa genjek dari pelbagai penjuru di tanah Karangasem, Bali, tumpah ruah di Taman Ujung, Karangasem, Rabu (10/8/2016) siang. Ada yang datang menggunakan truk, mobil pik-up,...
UBUD FolkFest kini memasuki tahun ketiga. Pada tahun ketiga ini festival yang telah jadi sorotan budaya ini digelar di tengah suasana penuh semangat Hari Kemerdekaan Indonesia.
Festival ini, selain mengambil momentum perayaan kemerdekaan, juga dengan keistimewaannya menyajikan pengalaman dalam merayakan seni dan musik. Selain itu, juga sebagai ajang untuk memompa semangat kebebasan dan kreativitas.
Tahun ini, Ubud FolkFest berlangsung dari 16-18 Agustus 2024 di Ubud, Bali, dengan tema “Merdeka dalam Berkarya.”
Festival ini dirancang untuk menggugah kreativitas dan semangat berkesenian, sejalan dengan keyakinan bahwa seni adalah bentuk kebebasan.
Salah satu pendiri Ubud FolkFest, Ida Bagus Oka Genijaya, menyatakan, pihaknya memilih tanggal Ubud FolkFest tahun ini bertepatan dengan Hari Kemerdekaan. “Bukan hanya untuk ikut memeriahkan, tetapi juga karena sejatinya seni itu memerdekakan, dan merdeka dalam berkarya,” katanya.
Pengunjung festival disuguhi penampilan dari deretan musisi berbakat, baik dari dalam negeri maupun mancanegara, yang menggetarkan panggung Ubud FolkFest.

Beberapa musisi yang menghiasi festival selama tiga hari berturut-turut antara lain: Endah n Rhesa, Joni Agung & Double T, Gus Teja, Rizal Hadi & Folk, Nova Filastine, Ipank Hore Hore, Leis Plang, Adam Aldyrus, Efiq Zulfiqar, Galiju, Rhythm Rebels, Soul Doctors, dan CBEE.
Line-up yang variatif dan menarik ini menjadi bukti nyata dari upaya festival untuk terus berkembang dan memberikan yang terbaik setiap tahunnya.
Selain itu, festival ini juga dimeriahkan dengan berbagai pameran seni dan workshop yang menampilkan para seniman berbakat seperti Fajar Kadafi, Gede Sayur, Awan Yozeffani, Alessio Ceruti, Beta Imaculata, Nyoman Dira, Putu Eni Astiarini, Neha Ghai, Ni Luh Voni Dewi, Balack Hand Gang, Puhan Ayu, Ayu Anantha, Mimi Korompis, dan Biji Coffee Lab.
Kehadiran mereka menambah kekayaan pengalaman festival, yang tidak hanya menghibur tetapi juga menginspirasi pengunjung untuk lebih mendalami dan mengapresiasi seni dalam segala bentuknya.
Rizal Hadi, salah satu pendiri Ubud FolkFest dan juga musisi yang akan tampil, mengatakan, pada ahun ketiga ini, line-up, program, dan aktivitasnya lebih variatif dan menarik dari tahun-tahun sebelumnya.
“Semoga setiap tahun Ubud FolkFest semakin lebih baik lagi dan lebih bermanfaat bagi banyak orang, khususnya di dunia musik, seni, dan budaya,” katanya.

Ubud FolkFest didirikan dengan visi untuk menghidupkan kembali Ubud sebagai pusat kreativitas dan budaya. Dalam beberapa dekade terakhir, Ubud lebih dikenal sebagai destinasi wisata spiritual, menggeser citranya sebagai komunitas seni yang pernah berkembang pesat.
Dengan Ubud FolkFest, para pendiri berharap dapat mengembalikan Ubud ke peta sebagai pusat seni dan budaya, baik di Bali maupun dunia.
Melalui festival ini, para seniman, musisi, dan penampil, baik yang sudah terkenal maupun yang baru muncul, diberi panggung untuk menunjukkan bakat mereka kepada dunia. Ubud FolkFest juga berupaya membangun komunitas yang kuat di antara para peserta, yang mendukung dan mengapresiasi seni dengan segala keunikannya. Dengan keberagaman program dan aktivitas yang ditawarkan, Ubud FolkFest 2024, sedang memberikan pengalaman yang tak terlupakan, di mana seni, musik, dan budaya berpadu menjadi satu dalam semangat kemerdekaan berkarya. [T][Rls]
Sumber: Rilis Ubud FolkFest 2024
Editor: Adnyana Ole
RIBUAN sekaa genjek dari pelbagai penjuru di tanah Karangasem, Bali, tumpah ruah di Taman Ujung, Karangasem, Rabu (10/8/2016) siang. Ada yang datang menggunakan truk, mobil pik-up,...
PEREMPUAN mana sih yang tidak menginginkan tubuh indah dan dipuji banyak orang? Memiliki tubuh indah adalah impian setiap perempuan di dunia. Tapi, bagaimana dengan perempuan yang...
“Mama, please take this badge off of me, I can’t use it anymore.” (Knockin’ on Heaven’s Door - Bob Dylan) JAUH sebelum seniman besar pengusung musik balada itu berbicara murung pe...
KULIAH Kerja Nyata (KKN) seringkali menjadi senjata tajam yang dengan segala keunikannya dapat memisahkan pasangan yang bahkan telah menjalin hubungan selama bertahun-tahun. Karena...
Catatan Harian Sugi Lanus 10 Agustus 2016 . APA Bahasa Bali "Happy Birthday" & "Happy Anniversary"? Jawaban untuk pertanyaan itu adalah "rahajeng dina otonan" dan "rahajen...
BOLEH jadi, setelah membaca tulisan ini saya menjadi cukup terkenal karena mendapat protes dari kelompok pro KKN tanpa cinlok atau cinta lokasi. Bagaimana tidak, pendapat saya just...
SIAPA pun yang bicara jalur shortcut Denpasar-Singaraja selalu tampak bersemangat. Optimis. Seakan-akan setelah jalur shortcut terwujud, masyarakat akan langsung sejahtera. Padaha...
SELEBRITI artinya orang terkenal, termasyur, tersohor. Untuk menjadi terkenal, banyak hal bisa dilakukan. Jika seseorang berbuat aneh-aneh, masuk dalam kategori pemecah rekor, dia...
KULIAH Kerja Nyata (KKN) mahasiswa dulu dan sekarang itu sangat jauh berbeda. Sekitar tahun 1970-an hingga 1980-an KKN benar-benar program yang ditunggu-tunggu masyarakat desa. Mah...
Judul Buku : Badriyah # Pengarang : Ayu Weda # Penerbit : Gambang Buku Budaya # Tahun Terbit : Maret 2016 # Jumlah Halaman : xiv + 207 halaman # ISBN : 978-602-6776-15-0 PEREMPUAN...