Papuk, Cucu dan Puisi
Cerpen: DG Kumarsana Di negeri ini apa saja bisa terjadi/Untuk mendapatkan keadilan kalau perlu membeli/Yang hitam bisa menjadi putih, yang putihpun begitu/Terhadap yang benar saja...
: MW
mari berjumpa
selepas kita bekerja
keras. selepas semua
tugas-tugas kita
tuntas. lepas satu-satu
topeng besimu. tunjukan
padaku wajah aslimu:
jenuhmu pada sistem sif
galaumu pada jadwal padat
muakmu pada kapitalisme
yang tengik & sebagainya
& sebagainya. jangan
mengawetkan nota barang
hilang di kepalamu. seperti
uang, utang & barang
bisa dicari. & sebelum besok
kembali terseok-seok
berdansalah salsa
denganku. biar kuputar Sway
versi Michael Bublé. ketika
irama marimba mulai
dimainkan, buatlah tubuhku
bergoyang seperti
lautan malas memeluk
pantai. sampai lutut kita
bergetar-getar. sisanya
kau bisa lepas baju
zirahmu. biar kuciumi
layu payudaramu & kecut
tengkuk lehermu. kata
otakku yang buruh:
bersetubuh adalah sekian
cara murah & ampuh
melipur lelah-kerja
yang telah menubuh.
(2024)
:MW
setiap aku memandang
sepasang manula
berwajah keriput
berambut putih bersih
pada pagi yang benderang
di taman bunga
aku selalu terbayang:
seberapa sering
kira-kira
masing-masing
dari mereka
saling memohon maaf?
seberapa banyak
janji tak akan mengulang
tolol yang itu-itu lagi terucap?
& setelaten apa
mereka membonsai
pohon-pohon khilaf
yang terlalu kerap
tumbuh tanpa konsen?
maka aku ingin kau
melupa mitos Yunani
yang usang
sebab separuh diri
barangkali tak ditemukan
tapi dimungkinkan
atau paling-paling
umpama menyemai cinta
yang pontang-panting
disirami kata percaya
& disuburkan sabar
selapang dada
sampai waktu
datang bantai usia
menyiangi sisa janggal
yang pernah
tinggal di sanubari:
tanggal berapa
sehidup semati?
apa tetap bersama
berarti selamanya?
(2024)
: The Trial - Kafka
mula-mula ia datang
di pagi buta
menggedor-gedor kencang
pintu apartemenmu, K
menghampiri-memojokkanmu
seperti kuda menyekak raja
tak terhalangi & tak terduga
dari mana datangnya &
bagaimana & kemudian;
pada gilirannya, K bergumam:
“sial tak mengenal tanggal…
semalam ini, karma belum tiba.
para bajingan secara nonsensikal
lolos dari pengadilannya. &
barangkali hanya dalam fiksi
cerita bisa berakhir seadil-adilnya.”
lalu ia berubah tiba-tiba
mewujud keheningan kosmik
lima oktaf jangkauan vokalnya.
& K, setelahnya, tak pernah
menjadi sosok yang sama.
(2024)
o gurun tandus & waktu
yang ketus, bersegeralah
taruh semua bedebah
pada tabah punggungku:
segala patah yang telak
gelak yang mencurigakan
frustrasi yang menguliti
sunyi yang lambat-lambat
membedilku, & beban-berat
ilmu pengetahuan.
demi hidup yang kadung redup
& celaka, dengarlah resah-lelah
nyanyiku… o, betapa aku mau
melumat bulat-bulat metamorfosis
sekumpulan rama-rama di perutku!
(2023)
“jika tuhan mahakuasa,
sanggupkah ia mencipta
batu yang dapat membuat
sisifus berbahagia?”
setan tahu rumahku
bukan di Efira. tapi aku
mesti memasak lagi. makan
lagi. mengunyah lagi. minum
lagi. buang hajat lagi. buang
air kecil lagi. mencuci piring
lagi. mandi lagi. mencuci
pakaian lagi. menggosok
gigi lagi. menyisir rambut
lagi. memakai parfum
lagi. menyetrika lagi. tidur
lagi. bangun lagi. bekerja
lagi. migrain lagi. sakit
pinggang lagi. sakit
punggung lagi. pengin
muntah lagi. gajian
lagi. habis lagi. lagi-lagi
yang berulang-ulang
masih tak terhindari.
maka, di bawah pohon Bodhi
dengan suara bariton
aku memohon semoga
warasku tak tandas
& rintik amin
pun turun
deras.
(2022)
Cerpen: DG Kumarsana Di negeri ini apa saja bisa terjadi/Untuk mendapatkan keadilan kalau perlu membeli/Yang hitam bisa menjadi putih, yang putihpun begitu/Terhadap yang benar saja...
BERCERITA Aku menemukan ibuku di masa lalu Yang memaksaku menjadi ayah masa lalu Aku teringat cerita ibuku masa SMA saat aku masih di dalam rahim Ibu berkata...
PADA akhir hidup seorang manusia, dunia tidak mengenal orang yang setengah-setengah. Hitam ya hitam, putih ya putih. Pahlawan atau Penjahat. Tidak ada yang mengenal si abu-abu. Bai...
PINTU besi itu terlihat mencolok. Pintu besi berkarat itu benar-benar menonjol. Saat memasuki galeri pameran Bentara Budaya Bali, pintu besi itu langsung menarik perhatian. Sepinta...
SALAH satu gitaris terbaik Indonesia bahkan dunia, Wayan Balawan, akan hadir dan konser di Kupang Agustus nanti. Wayan Balawan, master tapping asal Bali, akan didampingi drummer da...
HAJATAN besar sejarah pemilu di Indonesia telah dimulai Rabu, 9 Desember 2015. Ada sembilan provinsi dan 260 kabupaten/kota se-Nusantara waktu itu yang melaksanakan pilkada serenta...
BERANGGAPAN bahwa kampus adalah sebuah lembaga independen yang tidak boleh memihak kekuatan politik memang adalah sebuah kebenaran. Namun, bukan berarti tidak ambil bagian dalam pr...
(Tulisan ini dibuat dalam rangka menyongsong Serasehan Drama Gong yang rencananya digelar di Denpasar, 6 Agustus 2016) DI Bali, sebelum lahirnya institusi pendidikan seni dan Pesta...
ISU kesetaraan gender masih menjadi topik relevan yang dibahas melalui media verbal maupun non verbal. Tak terkecuali melalui medium seni rupa. Topik soal gender yang seolah ingin...
Judul Buku: Istana Para Kuli # Penulis: Yahya Umar # Penerbit: Salsabila – Pustaka Al-Kautsar Grup # Tebal: 229 halaman # ISBN: 978-602-1695-36-4 MADURA memiliki bentangan tanah ta...