Topeng Tugek Carangsari – Memainkan Topeng Mengolah Karakter
KALANGAN Ayodya di Taman Budaya Bali, malam itu begitu riuh. Gelak tawa dan tepuk tangan terus berganti. Penonton berjejalan. Duduk berdesak-desakan. Banyak yang akhirnya duduk les...
MASIH sangat kuat di ingatan saya model pakaian yang dikenakan ibu dan nenek di sepanjang hidupnya. Yaitu pakai jarik atau kain batik panjang dengan baju kebaya. Tak lupa rambut tersisir rapi lalu digelung. Kesan yang ditampilkan adalah sederhana dan rapi, namun tetap anggun bahkan memesona. Ketika itu di Jawa tahun 1970-an.
Dulu, busana kebaya dan kain panjang biasa dipakai sehari-hari di rumah, bahkan di acara formal maupun informal. Bedanya, jika untuk acara formal tinggal menambah kerudung atau selendang dan gelung rambutnya pun bisa ditambah dengan sanggul yang lebih besar dari biasanya.
Kini, meski zaman semakin berkembang, bahkan boleh dikatakan jaman modern, kebaya tak lantas hilang. Di tengah fashion sekarang yang kian berkembang pesat dan beragam---yang tak jarang mengadopsi dari Barat---toh kebaya masih dipakai bahkan mendapatkan tempat di hati pecintanya.
Sebab, dengan mengenakan kebaya tidak berarti kuno, bahkan turut melestarikan warisan leluhur sebagai busana tradisional yang menjadi identitas budaya.
Dunia fashion yang terus berkembang, kebaya pun turut berkembang meski tak lepas dari pakemnya. Untuk mendapatkan kesan kekinian tak jarang ditambahkan bordir atau aplikasi bunga-bunga tempel bahkan payet serta mutiara, tentu agar semakin terlihat indah.
Pada acara acara istimewa dan sakral seperti wisuda atau pernikahan, kebaya kerap dikenakan---tentu bukan lagi kebaya biasa seperti ketika dipakai ke pura. Kebaya-kebaya yang dikenakan penuh taburan payet, mutiara, dan swarovski---yaitu potongan-potongan kristal yang dibentuk menyerupai permata agar terkesan lebih mewah yang cocok untuk acara spesial.
Ini sebagai tanda bahwa kebaya memang busana yang bisa dikenakan di berbagai acara. Di Bali sendiri, kebaya tidak hanya dikenakan saat ke pura saja. Di hari Kamis, purnama, tilem, serta hari-hari besar agama, para siswa dan PNS diwajibkan mengenakan busana adat.
Dalam konteks tersebut, bagi yang wanita, tentu kebaya yang dikenakan kadang dilengkapi dengan kain panjang, entah itu dari batik, tenun endek, atau songket, serta selendang yang melilit pinggang. Artinya, sejak dari dini anak-anak diajari melestarikan busana tradisional dengan tujuan menjaga dan meneruskan warisan leluhur.
UNESCO pun mengakui jika kebaya adalah warisan budaya tak benda dari Indonesia agar tak lagi ada negara lain yang mengakui bahwa kebaya sebagai bagian dari budaya negaranya. Dan dalam sejarahnya, kebaya telah ada dari abad 15-16 M dan di kenakan oleh wanita di sebagian Asia Tenggara, terutama di Indonesia.
Segala cara ditempuh agar kebaya tetap lestari. Selain sebagai busana tradisional sekaligus busana adat, terutama di Bali. Tepat 9 Mei 2023, Ibu Iriana Joko Widodo turut serta dalam Parade Berkebaya Adat Bali di Taman Budaya Art Centre Denpasar yang diikuti oleh 14 ribu perempuan berkebaya.
Kebaya tidak melulu dipadupadankan dengan kain panjang atau sarung seperti zaman dulu. Saat ini banyak terlihat kebaya dipadupadankan dengan rok, celana, bahkan dengan celana jens pun tetap terlihat oke---kesan anggun dan modisnya dapat.
Kebaya juga tidak melulu berlengan panjang lurus. Dengan lengan tiga perempat atau lengan pendek tetap terkesan cantik. Ada banyak variasi dan jenisnya, baik dari potongan atau bahan untuk model kebaya.
Tetapi tetap harus disesuaikan pada saat acara apa kebaya akan dipakai, agar tetap percaya diri saat mengenakan kebaya. Meski tak bisa dimungkiri bahwa kebaya bisa dikenakan di acara apa pun.
Saat ini ada banyak komunitas perempuan dengan menyematkan nama kebaya, karena mereka sangat peduli akan kelestarian budaya adiluhung ini dan mengenalkan lebih luas lagi akan keberadaan kebaya yang sarat makna dan kiprah perempuan dalam komunitas tersebut yang memang dari berbagai profesi yang bisa memberikan sumbangsih atas lestarinya kebaya.
Hingga ditetapkanlah Hari Kebaya Nasional yang diperingati tiap tanggal 24 Juli, dan tahun ini mengambil tema "Lestarikan Budaya Dengan Bangga Berkebaya".
Tak jarang mode pakaian mengalami perputaran atau perubahan bentuk maupun gaya. Tak jarang pula ada model pakaian yang tak lagi dikenakan alias menghilang. Tetapi kebaya rasanya tak lekang oleh zaman. Ia tetap ada dan tetap tak ketinggalan zaman dan tetap pantas dikenakan di berbagai acara.
Jadi, tak ada salahnya jika para wanita mulai terbiasa mengenakan busana kebaya, tak ada istilah kuno atau ketinggalan zaman. Sekarang ini ada banyak kebaya modern sebagai pilihan, misalnya untuk acara resmi bisa pakai model Sabrina, untuk sehari-hari biar nyaman bisa pakai yang biasa dengan lengan berbagai ukuran, tinggal milih apa yang dirasa pas dan nyaman.[T]
KALANGAN Ayodya di Taman Budaya Bali, malam itu begitu riuh. Gelak tawa dan tepuk tangan terus berganti. Penonton berjejalan. Duduk berdesak-desakan. Banyak yang akhirnya duduk les...
JIKA di atas meja belajar anda terdapat dua buah benda yaitu gadget dan buku, manakah yang akan anda pilih? Saya percaya, demi sinetron kesukaan ibu-ibu di tivi, kebanyakan dari a...
LAGU anak-anak itu kadang unik, terutama liriknya. Saat Taman Kanak-Kanak dulu kita tidak begitu hirau dan memang tak banyak mengerti arti dan maksud lagunya itu apa. Cuma nyanyi d...
BALI merupakan kepulauan seribu pura yang telah terkenal sejak zaman dahulu. Masyarakat Bali tak lepas dari Tri Hita Karana yang merupakan landasan kehidupan beragama dan beradat....
JIKA benar harga rokok setinggi langit biru, dan jika benar harga tinggi itu bisa menghentikan orang merokok, dan (siapa tahu) nanti benar-benar tak ada yang merokok, bagaimana nas...
PERNAH nyuluh jangkrik? Zaman saya kecil, di desa saya di Jembrana, nyuluh jangkrik (memburu jangrik malam hari) adalah kegemaran saya dan teman sebaya. Jauh-jauh sebelumnya, bapak...
Cerpen: Putri Handayani HAMPIR setiap hari Griya Siwa tidak pernah sepi dari orang-orang yang ngayah1. Mulai dari membuat sarana upakara sampai meracik tirta, semua dilakukan oleh ...
KELAHIRAN istilah 'simakrama' menarik untuk ditelusuri. Awalnya istilah ini yang lebih mengarah pada padanan kata 'silahturahmi', yang mencerminkan keinginan untuk berbicara dan sa...
ADA serombongan remaja sedang berebut peran. Mereka akan menjadi pelakon sandiwara dalam perayaan Agustusan tingkat RT. Peran konglomerat, menteri, dokter, mahasiswa, semua mereka...
GARIS berliku itu menyerupai sungai. Lebar di hulu kemudian menyempit di hilir. Warnanya hijau, biru, dan jingga. Garis berliku serupa sungai itu membelah lukisan menjadi dua bagia...