Tuah Wanita Bali - Kebahagiaan saat Memberi
LAKI-LAKI menjadikan wanita sengsara, anak membuatnya bahagia. Sungguh? Betapa menyesakkan kisah ini, tapi ia bisa menjadi ungkapan dari zaman ke zaman: anak lebih dibutuhkan oleh...
— Catatan Harian, 10-15 Mei 2018
ADA 200 lontar dari tersimpan di Museum Senobudoyo Yogyakarta, 125 merupakan lontar yang berasal dari Bali.
Kenapa Museum Sonobudoyo memiliki lontar Bali sebanyak itu?
Museum ini bercikal-bakal dari Java Instituut, sebuah yayasan yang bergerak dalam bidang kebudayaan Jawa, Madura, Bali dan Lombok. Berdiri di Surakarta pada tahun 1919. Dalam keputusan Konggres tahun 1924 lembaga ini sepakat untuk mendirikan sebuah museum di Yogyakarta.

Dari catatan Java Instituut, koleksi lontar mulai dikumpulkan dari sekitar tahun 1929, bersamaan dengan kegiatan pengumpulan data kebudayaan dari daerah Jawa, Madura, Bali dan Lombok.
Di bawah ini rekap lontar Bali yang koleksi Museum Senobudoyo Yogyakarta, yang semuanya sudah tersedia digital — sehingga pengunjung yang serius bisa membaca tiap hari di ruang baca yang sepi (sangat-sangat sepi) pengunjung, sampai tuntas membaca berbulan-bulan dijamin tidak ada yang menggangu.


Cara membaca data di bawah [No] [KELOMPOK] [NOMOR BUKU] [JUDUL LONTAR] [JUMLAH HALAMAN] [HURUF]
1. L.124 Pr.12 Mantra 28 Bali
2. L.73 Pr.15 Mantra Kukusmanik 36 Bali
3. L.79 Pr.60 Rajah 29 Bali
4. L.60 - Rajah Penangkal - -
5. L.51 Pr.59 Rajah, Mantra 12 Bali
6. L.113 Pr.64 Rajah, Mantra 23 Bali
7. L.105 Pr.63 Rajah 34 Bali
8. L.119 Pr.65 Rajah 5 Bali
9. L.122 Pr.66 Rajah dan Mantra 48 Bali
10. L.83 Pr.61 Sasikepan, Tumbal, Rajah 27 Bali
11. L.86 Pr.62 Kaputusan Bhatari Surga, Rajah 23 Bali
12. L.96 Pr.69 Ida Tenung 65 Bali
13. L.133 Pr.70 Tetulak 25 Bali
14. No.39 Pr.72 Usada 50 Bali
15. L.10 Pr.71 Usada 40 Bali
16. L.115 Pr.74 Usada 7 Bali
17. L.157 Pr.75 Usada 27 Bali
18. L.66 Pr.73 Usada 43 Bali
19. L.140 Pr.41 Pawukon 37 Jawa
20. L.156 Pr.42 Pawukon 24 Bali
21. L.125 Pr.17 Padiwasan (Pawukon) 37 Bali
22. L.162 Pr.44 Pawukon 29 Jawa
23. L.145 L.428 Sang Hyang Aji Saraswati 16 Bali
24. L.81 L.427 Sang Hyang Aji Saraswati (2) 29 Bali
25. L.24 Piw.64 Tutur Sastra Suksma 37 Bali
26. L.57 L.414 Kaputusan Dharmawi Sadda 81 Bali
27. L.59 Pr.68 Tattwa Kaputusan, Suksma Tutur Yakti 29 Bali
28. L.126 Pr.79 Wedhasastra 41 Bali
29. L.127 Piw.3 Agama Awitan 88 Bali
30. L.129 Pr.1 Asthakusala 41 Bali
31. L.74 Pr.20 Putru Saji 51 Bali
32. L.141 Pr.21 Putusaji 13 Bali
33. L.107 L.436 Calonarang 28 -
34. L.120 L.437 Calonarang 10 -
35. L.26 L.415 Raja Pala 30 Bali
36.
37. L.27 L.46 Kakawin Arjunawiwaha 90 Jawa
38. L.28 S.51 Babad Demak Pajang 32 Bali
39. L.29 L.442 Kakawin Siwaratrikalpa 32 Bali
40. L.30 Piw.63 Serat Warni-Warni/Rajah 40 Bali
41. L.35 L.443 Smaradahana 21 Bali
42. L.67 L.9 Guna Kemitan (Ambarsari) 56 Bali
43. L.69 L.440 Hariwangsa Wijaya 47 Bali
44. L.72 L.447 Sedapaksa Ronggaboja 32 Bali
45. L.75 L.131 Nawaruci 44 Bali
46. L.76 L.439 Gathutkaca Sraya 70 Bali
47. L.78 L.126 Serat Mursada 16 Bali
48. L.88 L.426 Prasthani Kaparwa Swarga Rohana Parwa 29 Bali
49. L.91 L.431 Bomantaka 141 Bali
50. L.100 L.432 Bomanthaka 138 Bali
51. L.93 L.438 Catur Bumi 30 Bali
52. L.94 L.192 Kumbakarna Gugur 19 Bali
53. L.95 L.449 Kakawin Sotasoma 154 Bali
54. L.97 L.305 Kakawin Ramayana 207 Bali
55. L.109 L.415 a Rajapala 10 Bali
56. L.110 L.235 Prangjaya Pasupati 50 Bali
57. L.114 Piw.65 Tutur Prabu Ping 33 Bali
58. L.116 Pr.39 Primbon 8 Bali
59. L.117 L.416 Syair Pujian Kepada Wanita Cantik 7 Bali
60. L.121 F.27 Gambar-Gambar Ikan 5 Bali
61.
62.
63. L.128 a L.45 Arjunawiwaha 89 Bali
64. L.130 l.32 Arjunawiwaha 134 Bali
65. L.135 L.77 Bhatarayudha 14 Bali
66. L.131 L.76 Bhatarayudha 8 Bali
67. L.75 Bharatayudha 98 Bali
68. L.108 L.74 Bharatayudha 1361 Bali
69. L.132 Piw.96 Cerita Tentang Makro 37 Bali
70. L.134 L.10 Ambarsari 66 Bali
71.
72. L.137 L.425 Musala Parwa, Asramawana Parwa 33 Bali
73. L.138 L.258 Malat Rasmi 110 Jawa
74.
75. L.142 L.413 Dharma Dharna Wicaksana 24 Bali
76. L.144 L.441 Kunjarakarna 46 Bali
77. L.146 - - - -
78. L.153 - - - -
79. L.155 L.263 Serat Panji 42 Bali
80. L.160 - - - -
81. L.163 - - - -
82.
83. L.171 - Bab Tanah 11 -
84. L.172 Piw.11 Bhuwanakosa 18 Jawa
85. L.173 L.445 Adiparwa 35 Bali
86. L.419 Adiparwa 10 -
87. L.178 - - - -
88. L.179 - - 8 -
89. L.No.12 L.418 Anglingdarma 7 -
90. N0.45 L.306 Kidung Ranggalawe 213 Jawa
91. No.47 L.433 Brayut 10 Bali
92. No.9 - - 40 -
93. X.1 - - 13 -
94. X.3 - Gambar Cerita 9 -
95. X.4 - - - -
96. L.36 L.285 Raja Mengui 10 Bali
97. L.112 S.150 Perang Badung Melawan Mengwi 10 Bali
98. L.136 B.17 Kertabasa - -
99. L.101 Piw.10 Brahmana Wangsa Tattwa 85 Bali
100. L.104 Piw.2 Adigama Kuthara Manawa 85 Jawa
Catatan: Semua lontar beraksara Bali. 100 lontar di sini kami cantumkan, sementara 25 lontar belum sempat kami cek. Plus, ada beberapa ada keterangan dalam katalog yang tersedia menggunakan aksara Jawa? Lontar yang konon beraksara Jawa tersebut belum sempat kami cek; kami tidak yakin lontar dari Bali tersebut berakasara Jawa.


Atau, mungkinkah, lontar-lontar dari Bali yang disebut beraksara Jawa tersebut beraksara Merapi-Merbabu? Atau Aksara Boda?
Jika penasaran, silahkan museum ini terbuka bagi pihak peneliti. Dijamin disambut ramah para petugas, karena keberadaan lontar-lontar ini perlu "uluran tangan" para peneliti yang bisa membaca dan menjelaskan atau bersedia membedah isinya. Biasanya pihak museum akan dengan terbuka memberikan ruang diskusi jika ada pihak-pihak peneliti yang serius terkait koleksi khusus ini. [T]



Foto-foto: Sugi Lanus
BACA artikel lain dari penulis SUGI LANUS
LAKI-LAKI menjadikan wanita sengsara, anak membuatnya bahagia. Sungguh? Betapa menyesakkan kisah ini, tapi ia bisa menjadi ungkapan dari zaman ke zaman: anak lebih dibutuhkan oleh...
BANYAK dari kita geli melihat seorang biker begitu sayang pada sepeda motornya. Setiap pagi dilap, dielus, ditepuk-tepuk. Malam sebelum tidur dilihat lagi, dilap, dielus lagi. Sea...
PAGI-PAGI di awal Juli aku ditelepon dramawan Putu Satria Kusuma. “Ole, Yudane sedang di Singaraja, tolong temani dia. Aku lagi di Denpasar,” kata Putu tentu dengan gaya bicara yan...
KITA bangsa yang pendek ingatan. Apa boleh buat. Sampai tingkat tertentu, dalam berkomunikasi pun tak ketinggalan kita memilih cara-cara ringkas. Bahkan jika itu harus dengan menyi...
KALAU sedang rikuh, kalau sedang tak kuat menahan pusing karena televisi terus saja menayangkan cerita-cerita seram, maka marilah kita mencoba mengingat satu sosok: Ibu. Kita akan...
Cerpen: I Putu Supartika TIDAK ada yang tahu sejak kapan pura kecil di tengah sawah itu berdiri. Yang pasti orang-orang di sekitar pura tahu pura itu sudah ada sejak kelahiran mere...
HIRUK-PIKUK perhelatan akbar sepakbola yang begitu menyedot antusiasme dunia dalam sebulan terakhir usai sudah. Piala Eropa (Euro) dan Copa America Centenario 2016 berakhir dengan...
PERNAH jadi trend sebuah berita bahwa ada sekolah di Kabupaten Gianyar yang hanya punya satu orang siswa kelas VI. Banyak kalangan berpendapat, dan tidak sedikit menyoroti bahwa in...
PESTA Kesenian Bali (PKB) ke-38 tahun 2016 berakhir. Banyak pentas seni lewat begitu saja, tapi banyak juga meninggalkan bekas dan kesan di hati sejumlah orang. Para seniman, terut...
WANITA itu terlihat pasrah. Matanya terpejam. Seolah bersiap melepaskan ruh dari raganya yang telah mati. Bagian bawah tubuhnya mengelupas, menjelma serpihan-serpihan tembaga. Itul...