Buku, Gaya Hidup, dan Keterasingan...
HARI ini sama seperti hari-hari lalu. Seperti biasa aku membaca buku sebelum berangkat kuliah. Di kos yang sempit, panas, dan berdebu. Kos yang selalu kotor dengan puntung kretek b...
SEHAT, tangguh, mandiri, aktif, produktif. Itulah yang digaungkan lansia untuk tetap menjadi pribadi yang mandiri di usianya yang tak lagi muda. Mereka menyadari di usia yang tak lagi muda itu tentu akan berpengaruh pada kesehatannya, baik kesehatan fisik maupun mental dan emosionalnya.
Ketika kesehatannya terganggu, bagaimana tetap bisa aktif dan produktif, tentu itu akan sulit. Maka lansia dituntut untuk tetap bugar dan gembira. Bugar bisa menjadi acuan kondisi fisik yang baik. Gembira menjadikan mental tetap kondusif.
Ketika jiwa raga sudah dalam keadaan baik tentu para lansia bisa mandiri dan bisa tetap aktif dan produktif. Tetap bisa menjalankan peran sebagai orang tua atau sebagai bagian dari masyarakat yang sesuai dengan usia dan tenaganya.
Untuk mendapatkan kondisi yang baik, sehat dan bugar agar tetap bisa mandiri tentu perlu usaha, baik secara kontinyu atau berkala. Karena semenjak di usia pralansia sampai lansia tua selalu dibayang bayangi penyakit yang memang mengiringi seiring bertambahnya usia. Melemahnya panca indra juga fungsi organ tubuh serta melemahnya otot dan sendi yang mempengaruhi proses gerak dan aktifitas.
"Tua adalah kepastian seiring bertambahnya usia, usia itu seperti cinta yang tak bisa disembunyikan!" Itu kata William Shakespeare.
Tak ada seorang pun yang bisa menutupi usia, banyaknya usia akan kentara dari fisik yang berubah serta menurunnya kemampuan dalam beraktifitas.
Ketika para lansia menyadari, bahwa sehat dan mandiri menjadi gaya hidup, tentu rasa cinta akan dirinya tetap terjaga dan usaha pun tetap dilakoni. Dengan memeriksakan kesehatan rutin, olah raga rutin dan tetap berinteraksi dengan siapa pun untuk menjaga emosionalnya, tak lupa beribadah. Dan ini bisa dijalani ketika keluarga dan lingkungan toleran terhadap para lansia dan mendukung segala kegiatannya, akan lebih baik lagi jika memfasilitasinya.

Lansia di banjar | Foto: Winar Ramelan
Saat ini ada ruang ruang untuk para lansia agar tetap bisa berinteraksi dengan seusianya, melakukan kegiatan positif dan tetap bisa menjaga kesehatannya. Ruang itu bernama Banjar.
Salah satunya di Banjar Tainsiat, Desa Dangin Puri Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar. Banjar ini memiliki komunitas untuk para lansia yaitu Sasana Wreda Sancaya, yang tentu saja anggotanya para lansia, dari pralansia sampai lansia tua, kini memasuki usia 17 tahun.
Di bawah bimbingan A.A Sagung Suryaningsih, para lansia bisa melakukan kegiatam senam bersama seminggu dua kali secara rutin dan di bawah pengawasan Puskesmas, Kader Posyandu bekerjasama dengan dokter yang kompeten melakukan pemeriksaan kesehatan para lansia secara rutin sebulan sekali serta diberikan obat, vitamin untuk para lansia sesuai kebutuhannya.
Bahkan di ruang ruang terbuka pun seperti di lapangan secara rutin ada senam bersama. Misalnya senam Jantung Sehat, Senam Tera, Yoga bersama dan itu gratis. Karena itu atas prakarsa pihak pihak yang memang peduli akan kesehatan masyarakat.
Sudah lama lansia dilindungi oleh negara, maka ada Hari Lanjut Usia Nasional atau HALUN yang diperingati tiap tanggal 29 mei dan kini sudah yang ke 28. Dan di tahun 2024 ini mengambil tema Lansia Terawat Indonesia Bermartabat.
Jadi akan sayang rasanya kalau lansia tak ambil bagian dengan datang ke Banjar untuk olahraga bersama, dan memeriksakan kesehatan secara rutin sambil berinteraksi dengan kawan seusia.
Bukankah Banjar juga menjadi ruang untuk memesrakan hubungan. Dengan datang ke Banjar, para lansia akan tahu kabar kawan kawan sejawat sambil bercengkerama dan bernostalgia, tak lupa olah raga bersama agar tetap sehat, bugar, aktif, produktif dan mandiri.
Menjadi lansia yang berkualitas tentu menjadi dambaan setiap manusia baik pria maupun wanita. [T]
HARI ini sama seperti hari-hari lalu. Seperti biasa aku membaca buku sebelum berangkat kuliah. Di kos yang sempit, panas, dan berdebu. Kos yang selalu kotor dengan puntung kretek b...
Musik baru adalah kesinambungan tradisi musik klasik, yang mewakili perintisan dan kreativitas dari musik klasik tersebut. Lagi pula, musik baru dapat merangkum elemen dari banya...
NYEPI merupakan hari raya umat Hindu yang diperingati setiap tahun. Menjelang tahun baru Saka, berbagai ucapan sudah dipasang dan dipajang di sepanjang jalan. Berbagai lembaga, o...
Rekan-rekan seniman, penikmat seni, kaum terpelajar, budayawan, dan hadirin sekalian. Perkenankan saya mengucapkan terima kasih kepada panitia “Festival Monolog 100 Putu Wijaya” y...
//Meong meong alih ja bikule/ Bikul gede gede / Buin mokoh mokoh /Kereng pesan ngerusuhin/Juk meng… Juk kul..// BEGITU lagu ‘Meong-meong’ mengalun lincah dan meriah di kalangan An...
Buku : Celia dan Gelas-Gelas di Kepalanya Penulis : Lugina W.G dkk Hal : 256 hlm ISBN : 978-602-391-147-9 Cetakan 1 : Mei 2016 Penerbit : DIVA Press MERAWAT tradisi, itulah...
PRAMOEDYA Ananta Toer menyatakan bahwa, Negara yang tidak tahu sejarah adalah negara budak, budak di antara bangsa dan budak bagi bangsa-bangsa lain. Sebab, sejarah sebagai guru da...
TEPUK tangan bersahutan usai tarian “Sesapi Ngundang Ujan” dipentaskan di atas panggung. Pandangan mata ratusan pengunjung di Bentara Budaya Bali masih terpaku pada bentangan layar...
KEMARIN sore Pekak Renes main ke rumah. Tumben lumayan rapi, bercelana panjang berkemeja putih, mirip Jokowi. Sambil ngopi ia bercerita kangin-kauh, mulai dari krisis ekonomi sampa...
ADA yang dilupakan oleh sebagian besar masyarakat Bali dalam menata pembangunan Bali, yaitu air. Air dalam sejarah peradaban Bali memiliki peran paling vital, baik secara spiritua...