MANUSIA bisa terjebak dalam proses manipulasi psikologis, di mana individu atau kelompok dipaksa untuk mengubah keyakinan, sikap, atau perilaku mereka. Nah, ketika proses manipulasi itu terjadi, biasanya terjadi tekanan fisik, emosional, atau mental, dan seringkali kondisi ini terjadi dalam konteks yang tidak etis atau memaksa.
Secara tidak sadar biasanya otak kita akan tercuci melalui propaganda, iklan, atau pesan pesan terselubung lainnya.
Menyikapi fenomena seperti itu, Carnage merilis single baru bertajuk "King Of Illusions". Ini single menarik.
Dengan perpaduan unik dari elemen blast beat dan breakdown serta riff riff death metal 2000-an, lagu ini menampilkan gaya khas Carnage dalam setiap alunan lagu lagunya.
"Kami ingin menciptakan lagu yang mendorong orang untuk berpikir kritis dan mempertanyakan dunia di sekitar mereka,” kata Nesa, vocalis Carnage dalam press rilis yang diterima tatkala.co.
''King Of Illusions" adalah sebuah balada tentang bagaimana membebaskan diri dari norma sosial yang menyimpang dan mulai menemukan kebenaran sejati dari dunia yang penuh ilusi.
Rilisan “King of Illusions” ini adalah single pembuka pada album yang akan dirilis tahun 2024 ini.
Carnbage adalah sebuah unit deathcore yang terbentuk di Pulau Dewata. Carnage terbentuk pada pertengahan tahun 2020, saat pandemi Covid-19. Beranggotakan 5 orang personil.
Carnage mengusung gendre deathcore sebagai media untuk mengimplementasikan ide, gagasan dan keresahan yang ada di sekitar.
Formasi Carnage saat ini adalah Nesa (Vocal), Vito (gitar), Jon (gitar), Gilang (bass) dan Tio (drums).
Pada Januari 2022, Carnage sempat bergabung dalam kompilasi "Blackened Submision" yang berisi band-band bawah tanah dari seluruh Indonesia. Tahun 2024 ini Carnage berencana untuk mengeluarkan album perdana yang berjudul "Glance Ov Dystopia". [T][Rls]
JIKA menyaksikan Lomba Baca Puisi tingkat SMP dalam rangka Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, kekhawatiran bahwa generasi muda semakin jauh dari sastra tampaknya tidak berala...
UJUNG telunjuk dan jari tengah itu bergerak lincah di atas papan beroda sepanjang tak lebih dari sepuluh sentimeter. Sesaat papan skateboard mungil itu meluncur, lalu melompat. La...
PEMBUKAAN Singaraja Literary Festival (SLF), Jumat, 3 Juli 2026, berlangsung berbeda dari kebiasaan. Bukannya diawali dengan tari penyambutan tradisional seperti Panyembrama, Seka...
SOSOK-SOSOK perempuan bergerak perlahan menari di atas panggung, mengenakan caping petani dan membawa slepan (daun kelapa yang sudah tua) sebagai simbol kedekatan dengan alam. Mel...
KALAU puisi adalah sebuah negeri, maka Dr. Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd. adalah warga-negara yang paling mencintai negerinya. "I love poetry", tulisnya dalam buku barunya M...
PADA 3 Juli 2026 digelar pameran senirupa yang cukup menarik, pameran senirupa ini, menurut saya, lahir dari keyakinan bahwa seni adalah ‘bahasa universal’ yang mampu menjembatani...
DUA PULUH lima tahun lalu, tepat saat 2 bulan setelah Milenium ketiga dimulai, segerombol anak muda yang menyebut diri mereka Kamasra (Keluarga mahasiswa Seni Rupa) STSI Den...
MANUSIA adalah makhluk yang gemar mengembara.
Tubuhnya berada di sini, tetapi pikirannya berlari ke hari esok. Atau sebaliknya, tubuhnya telah meninggalkan kemarin, tetapi bati...
Sorak-sorai penonton menyemangati temannya ketika tampil sebagai peserta lomba Matajog (egrang bambu) dalam ajang Jantra Tradisi Bali serangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII,...