Michel Platini Menuai Karma di Stade de France
Menjelang kick-off, sambil sesekali menatap langit-langit Stade de France, Antoine Griezmann khidmat menyanyikan La Marseillaise, ekspresi Christiano Ronaldo datar-datar saja melaf...
KALI kedua saya berkunjung ke negara yang dulu dikenal dengan nama Negeri Siam ini. Setiap kunjungan saya memang selalu menemukan hal yang menarik. Dari alam, budaya, sampai kulinernya, hampir semua persis dan cocok. Setidaknya bagi saya yang orang Bali.
Saya tidak mengada-ada. Dari persembahan sebelum aktifitas dimulai, pohon diberi kain, dan banyak sekali tempat suci. Semuanya akan membuat siapa pun, terlebih orang Asia, jatuh hati pada negeri Gajah Putih ini.
Bagi saya, saat melakukan perjalanan, selalu menelisik hal-hal yang, siapa tahu, bisa menjadi bahan pengembangan, setidaknya untuk diri sendiri, syukur-syukur bisa lebih luas lagi, Thailand adalah negara yang tepat---termasuk perihal perkulineran.


Thailand memang dikenal sebagai surganya kuliner. Di setiap negara, bahkan di Indoneaia dan Bali sendiri, kuliner Thailand "Thai Food" ada banyak sekali---kuliner Thailand ada di mana-mana. Atau setidaknya hampir semua negara mengenal yang namanya "Pad Thai"---menu mie khas Thailand dengan daging dan biasanya isi kacang.
Hampir seminggu saya di Chiang Mai, lalu melakukan perjalanan ke Pai, dan kembali lagi ke Chiang Mai. Dan selama menjelajah Thailand, saya tidak pernah makan makanan yang sama, selalu berbeda-beda dan selalu sesuai dengan selera.
Di Thailand, Anda tinggal berkendara, mampir di warung pojokan atau ke pusat kuliner, ada ratusan menu makanan lokal di jalanan yang siap membuat lambung Anda kenyang---di sini semuanya serba terpusat, terintegrasi, tidak amburadul. Tinggal pilih, rasanya enak, dan harga sesuai dengan kantong pelancong. Untuk urusan kuliner atau sentra kuliner, sepertinya Bali harus banyak belajar dari Thailand.


Petang ini saya berkunjung ke Anusarn Night Market Chiang Mai. Dari Night Bazar, kuliner, souvenir, bersuka cita di dalamnya. Menariknya, tempat ini berada di tengah-tengah hotel bintang lima dan Cafe Hard Rock yang melegenda itu.
Sambil menikmati Papaya Thai Salad, Cayote (daun buah Jepang), serta air kelapa, saya membayangkan betapa susahnya mencari makan yang bervariasi di tempat-tempat wisata di Bali. Benar kata orang bilang, makanan yang paling enak adalah makanan di rumah, karena makanan di luar rumah sulit dan tidak ramah di kantong. Benar begitu, bukan?
Saya kembali membayangkan, jika seandainya seluruh kabupaten di Bali memiliki sentra kuliner yang hidup, dan itu memang menjadi tujuan pada saat melancong ke daerah tersebut, tentu saya akan senang.


Hal tersebut membuat pelancong senang dan tidak akan susah untuk mencari kuliner khas apa yang ada di daerah tersebut. Cukup datang ke pusat kuliner, makan-minum, beli souvenir, dan semua senang. Pedagang lokal senang, menu lokal menjadi berkelas tanpa harus dibawa ke hotel bintang lima.
Jadi, satu hal yang saya pelajari dari Thailand adalah, kalau mau yang lokal maju, jangan dijauhkan dari yang besar, justru harus didekatkan biar tambah besar. Pedagang makanan yang kecil, misalnya, harus didekatkan dengan market yang besar, bukan malah menjauhkannya.[T]
Menjelang kick-off, sambil sesekali menatap langit-langit Stade de France, Antoine Griezmann khidmat menyanyikan La Marseillaise, ekspresi Christiano Ronaldo datar-datar saja melaf...
MASIH ingat dulu orang tua kita sering menasehati dan melarang agar tidak duduk di bantal yang ada di tempat tidur. Jika hal itu dilakukan konon bisa membuat bisulan atau dalam ba...
Judul Film: Petani Terakhir # Sutradara: Dwitra J. Ariana # Produser: Maria Ekaristi & Agung Bawantara # Produksi: Sanggar Siap Selem, 2016. PERMASALAHAN kehidupan petani di In...
DI Bali, selama berabad-abad, seni-seni yang berakar pada tradisi, terus lahir. Dan tentu saja sangat beragam. Jaman dulu seni tak hanya lahir dari tangan seniman karawitan seperti...
Pelawak drama gong, I Wayan Tarma (62) yang terkenal dengan nama Dolar, meninggal Sabtu (9/7) sekitar pukul 05.30 Wita. Ia meninggal ketika seni drama gong yang melambungkan namany...
DNA literasi berbangsa terbentuk sungguh unik sejak dulu kala. Nenek moyang bangsa Indonesia merupakan penutur andal di dunia. Ini dibuktikan dengan adanya beragam cerita rakyat da...
TRADISI adalah perayaan kebersamaan. Juga di Bali. Untuk menjaga kebersamaan nyama Bali mempertahankan sekaligus tetap merayakan tradisi di era digital ini. Sebut saja tradisi magi...
GELIAT seni di Bangkalan, Pulau Madura, Jawa Timur, kembali semarak. Di bulan ramadhan ini gaung kegiatannya sampai merambah ke Desa Arosbaya. Seperti yang terjadi Minggu (3/7). Se...
PERADABAN dunia mengenal sedikit orang hebat. Einstein, Newton, Galileo, adalah manusia-manusia hebat, seperti juga Napoleon, Socrates, Machiavelli, Karl Marx, Adam Smith, Shakespe...
UNGKAPAN “apalah artinya sebuah nama”, bagi saya memiliki makna kebalikannya. Dalam realitas budaya dan adat, nama memiliki banyak arti dan makna, mulai dari yang sederhana hingg...