Purbaya Yudhi Sadewa dan Dialektika Baru Politik Ekonomi Indonesia
FENOMENA menarik sedang terjadi di awal masa pemerintahan baru menuju 2029. Nama Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan yang baru beberapa bulan menjabat, mendadak mencuri sorotan...
WISATA petualangan ( adventure tourism) kini mulai banyak digemari. Wisata jenis ini termasuk special interest tourism atau pariwisata minat khusus. Wisata petualangan muncul sebagai alternatif atas beragam objek dan daya tarik wisata yang mulai menimbulkan kejenuhan bagi wisatawan.
Wisata petualangan adalah jenis wisata yang penuh risiko. Keamanan dan keselamatan wisatawan dipertaruhkan dalam kegiatan berwisata. Wisatawan biasanya ingin mendapatkan sensasi dalam wisata petualangan. Perasaan excited menaklukan alam adalah merupakan kepuasan tersendiri bagi wisatawan.
Menurut the Adventure Travel Trade Association, wisata petualangan adalah kegiatan berwisata yang meliputi aktivitas fisik, pengalaman budaya, dan aktivitas di alam. Wisata petualangan terbagi menjadi dua kategori, yaitu yang berisiko tinggi (hard adventure) dan yang berisiko ringan (soft adventure).
Termasuk dalam kategori wisata petualangan yang berisiko tinggi adalah mendaki gunung, trekking ke daerah terpencil, serta susur gua (caving). Disebut berisiko tinggi, karena wisata jenis ini perlu persiapan dan keterampilan matang. Banyak kasus kecelakaan yang sampai merenggut korban jiwa dari wisata jenis ini.
Sedangkan wisata petualangan dalam kategori ringan meliputi hiking, bersepeda, mengunjungi taman safari, wisata budaya, wisata kuliner, ekpedisi penjelajahan, bermain kayak, rafting maupun river tubing dan masih banyak yang lain. Wisata petualangan kategori ini memiliki risiko kecil terjadinya kecelakaan, apalagi jika didampingi oleh pemandu wisata.
Banyak jenis wisata petualangan di Indonesia, baik yang natural maupun buatan. Kekayaan alam yang melimpah di Indonesia membuat wisata petualangan sangat prospektif untuk dikembangkan. Meski harga produk wisata petualangan termasuk mahal, namun memiliki pangsa pasar yang jelas; yaitu mereka yang berjiwa muda.
Manfaat
Meski tidak begitu populer dibanding dengan wisata konvensional seperti pantai dan taman rekreasi, wisata petualangan kini mulai banyak dilirik. Secara ekonomis sesungguhnya wisata petualangan lebih menjanjikan.
Investasi wisata petualangan tidak terlalu besar. Jika dikelola dengan baik, wisata petualangan memberi manfaat ekonomi yang menguntungkan. Walau secara kuantitatif wisatawan jenis ini tidak sebanyak wisata konvensional, namun pengeluaran (spending money) wisatawan lebih besar.
Bukan hanya secara ekonomis, wisata petualangan diharapkan juga mendatangkan manfaat konservasi. Hal ini tidak mudah diperoleh. Mengingat wisata petualangan menggunakan alam sebagai media berwisata. Potensi terjadinya kerusakan lingkungan sangat besar. Oleh sebab itu perlu dipikirkan konsep pengembangan wisata petualangan yang mendukung konservasi.
Sebagai langkah awal perlu upaya edukasi kepada pengelola wisata petualangan dan wisatawan agar mengedepankan keselamatan lingkungan dalam berwisata. Konsep konservasi harus dimaknai sebagai tidak merusak lingkungan dan tidak menimbulkan korban jiwa dalam berwisata.
Manfaat konservasi bisa didapat bila pengelolaan wisata petualangan melibatkan penduduk lokal. Selayaknya wisatawan memang dipandu oleh penduduk lokal. Sebab, mereka lebih memahami kondisi alam dan ekosistem yang ada. Penduduk lokal akan memandu wisatawan terkait apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh wisatawan.
Manfaat sosial, ekonomi, dan konservasi dari wisata petualangan akan lebih dapat peroleh jika mengikutsertakan lembaga yang ada di sekitar destinasi, seperi Pokdarwis maupun BumDes. Pelibatan Pokdarwis dalam wisata petualangan dapat meminimalisasi dampak negatif ekosistem di destinasi.
Sedangkan BumDes diperlukan untuk mengatur investasi di satu daerah yang menjadi objek wisata petualangan. Dengan kata lain, wisata petualangan akan lebih aman dari sisi sosial, ekonomi, dan konservasi jika dikelola oleh desa wisata.
Peran Pemerintah
Selama ini objek wisata petualangan lebih banyak dikelola oleh swasta maupun perorangan. Peran pemerintah tidak begitu tampak. Dalam beberapa kasus, hal ini akan membuat wisata petualangan kurang dapat dimonitor perkembangan maupun dampaknya.
Kurangnya peran pemerintah disebabkan wisata petualangan tidak mendatangkan jumlah wisatawan yang melimpah. Padahal potensi ekonomi wisata petualangan sangat besar. Oleh sebab itu diperlukan pemetaan di daerah terkait potensi sumber daya alam untuk dapat dikembangkan sebagai objek wisata petualangan.
Promosi objek wisata petualangan juga belum optimal jika dibandingkan dengan objek wisata yang selama ini banyak dikunjungi wisatawan. Mengingat pasar wisata ini ada di kalangan anak muda, maka diperlukan promosi kekinian melalui media sosial.
Tidak kalah penting adalah regulasi pemerintah terkait faktor risiko dari wisata petualangan. Setiap pengelola objek wisata petualangan hendaknya memiliki Standard Operational Procedure (SOP) yang memberi jaminan keamanan kepada wisatawan serta jaminan kelestarian lingkungan.
Wisata petualangan memang dapat memenuhi motif psikologis wisatawan berupa kesenangan dalam petualangan. Namun perlu diingat, wisata petualangan memanfaatkan alam dan lingkungan yang perlu dijaga keberlanjutannya.[T]
BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
FENOMENA menarik sedang terjadi di awal masa pemerintahan baru menuju 2029. Nama Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan yang baru beberapa bulan menjabat, mendadak mencuri sorotan...
PERNAHKAH Anda mendengar ungkapan “sing ngerambang bangken dongkang”? Secara harfiah berarti “tidak peduli pada bangkai kodok” ─ sebuah metafora yang menggambarkan sikap masa bodo...
(Di tengah panggung digital tempat kita berlomba menampilkan “diri” yang paling otentik, sebuah era baru telah tiba. Kecerdasan Buatan kini berevolusi dari sekadar alat menjadi ag...
JALAN Hayam Wuruk, Denpasar, pagi itu. Deru kendaraan, suara klakson yang saling bersahutan, dan rutinitas kota yang jarang berhenti terasa berdenyut setiap saat. Namun siapa sang...
KITA sekarang ini hidup di zaman, di mana semuanya harus serba cepat. Internet cepat, makanan cepat, cinta cepat, bahkan karier juga cepat. Dulu orang bercita-cita punya pek...
GERAKAN Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Komisariat FMIPA Universitas Negeri Medan sukses menyelenggarakan kegiatan PA Padang tahun 2025 dengan penuh semangat dan sukacita. Meng...
INSTITUT Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang akan menggelar Gala Teater 2025 pada 10–12 Oktober 2025 di Gedung Program Studi Seni Teater, Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni In...
WILLIAM James, filsuf sekaligus psikolog terkemuka Amerika, pada tahun 1902 menerbitkan karya monumentalnya The Varieties of Religious Experience. Buku ini lahir dari rangkaian ku...
Efiseinsi anggaran yang digagas pemerintah pusat dirasakan imbasnya oleh banyak instansi, baik pemerintah maupun swasta. Semua kini serba efisien, serba berhemat. Kinerja pegawai...
Bali adalah kisah yang tak pernah usai ditulis. Dari tradisi sampai modern, dari ujung puncak Gunung Agung sampai pantai Kuta, apa yang dikenal sebagai “Nyegara Gunung”. Di satu...