SIAPA pun boleh berkarya. Tak peduli normal atau disabilitas. Seperti Ni Komang Yuni Lestari, seorang penyandang disabilitas netra, yang dalam kegalauannya, memberanikan diri untuk unjuk kemampuan dalam bidang sastra.
Di usianya yang masih 20 tahun, Yuni, nama panggilannya, tidak ingin hidupnya tak berarti. Rasa kegelisahan membawanya jatuh cinta pada dunia kepenulisan. Dia belajar otodidak secara mandiri. Sejak SMP, Yuni jatuh cinta dengan membaca serta mulai belajar menulis cerita pendek (cerpen).
Karya-karya cerpen Yuni memang tidak pernah dipublikasikan di media mana pun. Namun, inilah keberanian Yuni yang paling menarik ketika kegelisahannya bisa ia bangun sendiri. Menurut Yuni, cerpennya digali-gali dari apa yang ada dalam pikirannya.
Kumpulan cerpen “Alia Tahu Semua Dosa Laki-Laki” yang akan didiskusikan di Jatijagat Kehidupan Puisi (JKP) ini memuat 20 judul cerita pendek. Semua itu ditulis Yuni sejak SMP dan diterbitkan oleh Penerbit Pustaka Ekspresi.
Yuni Lestari, selain menulis, juga seorang atlit disabilitas. Bersama Komunitas Teratai Yuni juga berkesempatan terlibat main seni peran (teater) dalam drama “Beruang Penagih Hutang” yang sempat dimainkan di Festival Seni Bali.
Saat ditanya mengenai harapan terhadap kumpulan cerpennya, Yuni menjawab tak ada keinginan dan harapan besar yang ingin ia capai. Ia hanya mengatakan semoga ada pembaca yang bisa mengapresiasi karyanya.
Untuk itu, KOSTRA (Komunitas Teratai) bekerja sama dengan JKP akan membedah buku cerpen Yuni pada hari Sabtu, 29 Juni 2024 di JKP (Jatijagat Kehidupan Puisi) di Jln. Cok Agung Tresna 109 Renon Denpasar.
Apa saja isi dari cerpen yang akan dibedah? Silakan hadiri dan simak diskusinya jika para pecinta cerita pendek mau atau ingin mengetahui isi dari kumpulan cerpen tersebut.
Kumpulan cerpen karya Yuni akan dibedah oleh Galuh F Putra (Dosen Sastra Inggris Fakultas Udayana) dan dimoderatori oleh Wayan Jengki Sunarta (seorang penyair dan sastrawan).
Dalam peluncuran dan diskusi buku ini akan ada pembacaan nukilan cerpen yang dibawakan oleh Imam Baker dan Muda Wijaya. Dalam diskusi tersebut juga akan tampil teman-teman KOSTRA membawakan lagu puisi (musikalisasi Puisi).[T][Rls]
Sebuah Slide yang Mengusik Kesadaran
TERKADANG, inspirasi lahir bukan dari buku tebal atau hasil penelitian yang rumit, melainkan dari sebuah kalimat sederhana. Itulah yang say...
ETIKA lingkungan merupakan suatu perspektif moral yang menempatkan alam sebagai entitas yang memiliki nilai intrinsik, bukan sekadar objek eksploitasi untuk memenuhi kepentingan m...
SETELAH sempat absen pada tahun 2025, Festival Cerita Rasa di Desa Tukadaya, Jembrana kembali hadir dengan membubuhkan angka 0.4, pada akhir tajuknya Festival Cerita Rasa 0.4. Ang...
PERJALANAN nasib hidup dan mati cerita rakyat ditentukan oleh sikap pemiliknya. Cerita rakyat pun dengan beberapa alasan dikubur. Hal ini dialami oleh banyak sekali cerita rakyat...
TIGA buku tersusun rapi di atas meja. Sampulnya berbeda-beda, tetapi lahir dari ruang akademik yang sama. Ada ‘Lawaté Surup Ring Balé Gedé: Pupulan Puisi Bali Anyar’, ‘Geguritan D...
MENDAPAT amanah dari warganya, Suyadi merasa bangga dan terharu menjadi kepala desa. Jabatan yang membuatnya harus memimpin daerah yang agak jauh dari kota kabupaten. Daerah yang...
MUSIM libur kenaikan kelas dan pascakelulusan sekolah di Bali selalu menghadirkan dua tontonan besar. Yang pertama, Pesta Kesenian Bali (PKB). Yang kedua, Seleksi Penerimaan Murid...
Bagi anak-anak, Rekasadana (Pergelaran) Karya Legendaris Maestro Wayan Berata yang dipersembahkan Sanggar atau Sekaa Gong Gita Bandana Praja, Banjar Belaluan Sadmerta, Desa Dangin...
SEBUAH teks sastra tidak pernah tumbuh sendirian. Agar sampai ke pembaca, ia hadir melalui banyak tangan: penerjemah yang memindahkan makna, editor yang mengolah naskah, literary...
SAAT menyaksikan The Mystical Kecak Dance Glow in The Dark: Hanoman Duta, Amfiteater Panggung Budaya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Sabtu malam, 16 Juni 2026, yang ditampil...