Arsitektur Bali Bukan Sekadar Pilihan Desain ---Mengapa Begitu?
JIKA seseorang ditanya mengapa datang ke Bali, jarang sekali jawabannya karena ingin melihat gedung tinggi, kawasan bisnis modern, atau deretan bangunan pencakar langit. Orang dat...
PENYANYI pop Bali, Mang Cucun, merilis lagu baru, “Tusing Seken Sayang”. Lewat lagu ini ia menyampaikan pesan; para suami jangan kecewakan istri dan mudah tergoda perempuan lain.
“Ini lagu kedua saya setelah lama vakum dari rekaman, lama tak muncul di dunia tarik suara,” kata Mang Cucun.
Lagu “Tusing Seken Sayang” diciptakan oleh Sugata Medal yang sebelumnya sempat berduet dengan Mang Cucun. Aransemen musiknya ditangani De Pana.
“Lagu Tusing Seken Sayang sebenarnya lagu yang sudah lama ditulis oleh Sugata Medal, namun belum menemukan penyanyi yang cocok, karena nadanya yang tinggi,” kata Mang Cucun.
Setelah berduet menyanyikan lagu “Saksi Tresna” bersama Mang Sucun, akhirnya Sugata Medal menawarkan lagu Tusing seken Sayang itu kepada Mang Cucun. Ternyata Mang Cucun dengan senang hati menembangkan lagu ini. Selain merasa lagu ini cocok dengan karakter suaranya, iramanya juga membuatnya langsung klik.
Mang Cucun yang bernama asli Komang Sunanti ini mengatakan, lirik lagu itu berisi kisah yang memang banyak terjadi di masyarakat. Bisa dikatakan realita di kehidupan berumah tangga.
“Harapan sebenarnya dari lagu ini semoga para suami tidak mengecewakan istri yang sudah lama mendampingi hanya karena tergoda oleh perempuan lain,” katanya.
Berkiprah lagi dengan merilis dua lagu dalam setahun terakhir, tampaknya membangkitkan kembali semangat Mang Cucun untuk turut meramaikan lagi belantika musik pop Bali.
“Sudah kangen banget bisa menghibur para penggemar lagu pop Bali,” ujarnya.
Mang Cucun sudah mulai berkiprah di musik pop Bali sejak remaja saat masih duduk di bangku SMA, akhir tahhun 90-an.
Ia sempat bergabung di Intan Dewata Record, dan dikenal sebagai penyanyi dengan suara bernada tinggi, juga karakter suara yang khas seperti pesinden. Mang Cucun populer dengan lagu seperti “Salam Rindu” juga “Sayang Sekayang-Kayang”. [T]
Sumber: mybalimusic.com
Penulis: Made Adnyana
Editor: Adnyana Ole
JIKA seseorang ditanya mengapa datang ke Bali, jarang sekali jawabannya karena ingin melihat gedung tinggi, kawasan bisnis modern, atau deretan bangunan pencakar langit. Orang dat...
KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., berbagai program revitalisasi...
DI salah satu sudut ruang pamer lantai dasar gedung Fakultas Bahasa dan Seni UPMI Bali, sebuah lukisan terpajang dalam bingkai hitam. Di depannya, seorang mahasiswa berdiri sembar...
PERINGATAN Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan anak di Indonesia. Melalui kolaborasi antara Yayasan Literasi Anak Indonesia (YLA...
ANTARA Bung Karnodan Chairil Anwar adalah Bung Sjahrir. Chairil Anwar sebagai pengarang berhasil mengintip dan menguntit Bung Sjahrir untuk mengorek informasi tentang Bung Karno....
DI Desa Adat Pecatu, hujan tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa alam. Ia adalah harapan, doa, sekaligus sumber kehidupan yang dinantikan ketika musim kering datang. Dari tradisi...
Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini dua cerita yang telah direvitalisa...
Niels Bohr dan Kerendahan Hati di Hadapan Misteri DALAM sejarah sains modern, nama Niels Bohr sering dikaitkan dengan lahirnya mekanika kuantum dan Interpretasi Kopenhagen. Nam...
JANU datang ke Bali dengan koper besar, tiga buku filsafat yang belum selesai dibaca, dan keyakinan yang jauh lebih besar dari isi rekeningnya: semesta pasti punya rencana khusus...
Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah, hutan tua mendekapnya denganakar-akar yang t...