17 Agustus 2016, Belum Semua Anak Indonesia Merdeka
MERAYAKAN Hari Kemerdekaan memang bukan sebuah keharaman. Wajar saja rakyat Indonesia merayakannya. Betapa tidak, karena kemerdekaan ini diraih dengan iuran darah para pejuang terd...
PENYANYI pop Bali, Mang Cucun, merilis lagu baru, “Tusing Seken Sayang”. Lewat lagu ini ia menyampaikan pesan; para suami jangan kecewakan istri dan mudah tergoda perempuan lain.
“Ini lagu kedua saya setelah lama vakum dari rekaman, lama tak muncul di dunia tarik suara,” kata Mang Cucun.
Lagu “Tusing Seken Sayang” diciptakan oleh Sugata Medal yang sebelumnya sempat berduet dengan Mang Cucun. Aransemen musiknya ditangani De Pana.
“Lagu Tusing Seken Sayang sebenarnya lagu yang sudah lama ditulis oleh Sugata Medal, namun belum menemukan penyanyi yang cocok, karena nadanya yang tinggi,” kata Mang Cucun.
Setelah berduet menyanyikan lagu “Saksi Tresna” bersama Mang Sucun, akhirnya Sugata Medal menawarkan lagu Tusing seken Sayang itu kepada Mang Cucun. Ternyata Mang Cucun dengan senang hati menembangkan lagu ini. Selain merasa lagu ini cocok dengan karakter suaranya, iramanya juga membuatnya langsung klik.
Mang Cucun yang bernama asli Komang Sunanti ini mengatakan, lirik lagu itu berisi kisah yang memang banyak terjadi di masyarakat. Bisa dikatakan realita di kehidupan berumah tangga.
“Harapan sebenarnya dari lagu ini semoga para suami tidak mengecewakan istri yang sudah lama mendampingi hanya karena tergoda oleh perempuan lain,” katanya.
Berkiprah lagi dengan merilis dua lagu dalam setahun terakhir, tampaknya membangkitkan kembali semangat Mang Cucun untuk turut meramaikan lagi belantika musik pop Bali.
“Sudah kangen banget bisa menghibur para penggemar lagu pop Bali,” ujarnya.
Mang Cucun sudah mulai berkiprah di musik pop Bali sejak remaja saat masih duduk di bangku SMA, akhir tahhun 90-an.
Ia sempat bergabung di Intan Dewata Record, dan dikenal sebagai penyanyi dengan suara bernada tinggi, juga karakter suara yang khas seperti pesinden. Mang Cucun populer dengan lagu seperti “Salam Rindu” juga “Sayang Sekayang-Kayang”. [T]
Sumber: mybalimusic.com
Penulis: Made Adnyana
Editor: Adnyana Ole
MERAYAKAN Hari Kemerdekaan memang bukan sebuah keharaman. Wajar saja rakyat Indonesia merayakannya. Betapa tidak, karena kemerdekaan ini diraih dengan iuran darah para pejuang terd...
Semalam di tengah gempita dentuman suara sound sistem, saya mengkhayal dibayar 150 juta untuk mengajar 34 jam per minggu, wah pasti kaki saya tidak akan pernah pegal saat berdiri d...
KETIKA mengantar seorang teman untuk membeli sepatu sebagai keperluan bekerja di sebuah instansi pemerintah, kami sempat terlibat obrolan singkat yang pada intinya alas kaki tidak...
BANGKUNG mepalu adaang di Buleleng, jeg pasti rame! Asal gratisss! Iya, babi betina saling sruduk digelar di Buleleng, pasti ramai penontonnya. Apalagi Slank pentas gratisan. Kutik...
MENJELANG Hari Galungan biasanya banyak warga adat menggelar karya gede di Pura. Karya Gede di sebuah Pura merupakan hari yang ditunggu-tunggu warga. Di situ banyak orang akan mema...
ADA semacam mitos yang tampaknya bisa menghantui keluarga Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Buleleng dalam Pilkada, Februari 2017. Yakni, kenyataan bahwa sejak era refor...
AKU adalah ruh sebuah negeri. Negeri nun jauh di sana. Tubuhku bersandar pada pegunungan yang berbaris rapi. Di hadapan mataku terhampar laut utara yang begitu tenang. Mungkin kare...
HALO, kawan sebangsa dan setanah air, sudah makan apa hari ini? Tahu? Tempe? Semoga Tuhan selalu memudahkan rejeki kita, agar tahu dan tempe selalu dapat terbeli. Tahu dan tempe m...
KISAH percintaan memang tak pernah habis jika dibicarakan. Virus-virus cinta dapat tumbuh di mana saja dan kapan saja. Tak seorangpun bisa menduga hal tersebut. Salah satu ajang ya...
I dan Ni oleh banyak orang dianggap title “wong jaba” padahal ini adalah honorific yang generic. I dan Ni adalah honorific. I semacam Mr dan Ni semacam Ms. I dan Ni bukan hanya di...