BULELENG | TATKALA.CO -- Pemerintah Kabupaten Badung memberi hibah sebesar Rp 11 miliar untuk pembangunan di Kabupaten Buleleng.
Uang sebanyak itu diserahkan langsung oleh Bupati Badung Nyoman Giri Prasta didampingi Pj. Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana kepada penerima manfaat berupa dana hibah di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja, Jumat, 5 April 2024.
Dana hibah itu adalah program Pemerintah Kabupaten Badung yang bertajuk Badung Angelus Buana atau Berbagi dari Badung.
Penyerahan dana hibah ini merupakan bentuk komitmen dari program Badung Angelus Buana guna meringankan beban masyarakat dan membantu pembangunan fisik untuk mensejahterakan masyarakat.
Lihadnyana mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Pemkab Badung atas program yang telah diberikan kepada masyarakat Buleleng dan berharap program Angelus Buana dapat terus dilanjutkan karena program ini benar-benar membantu masyarakat.
Sementara itu, Bupati Badung Giri Prasta menyampaikan program dana hibah ini merupakan program yang bertujuan untuk pemerataan pembangunan di seluruh kabupaten Provinsi Bali yang nantinya akan bermuara pada terciptanya kesejahteraan yang berkeadilan di seluruh Bali. [T][Rls/Ado]
DERU puluhan sepeda motor bergema dari arah utara Kota Singaraja pada Senin, 29 Juni 2026. Satu per satu kendaraan itu bergerak perlahan melintasi Jalan Ngurah Rai menuju Gedung D...
Bali Kembali Diserang, Kali Ini Tanpa Ledakan
TANGGAL 12 Oktober 2002 menjadi salah satu hari paling kelam dalam sejarah Bali. Ledakan bom merenggut ratusan nyawa dan menggunca...
NOTARIS pada hakikatnya merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga kepastian hukum, khususnya dalam lalu lintas perdata, investasi, pembentukan badan usaha, hingga berbagai tr...
PEMBACA tak perlu mengukur jarak antara Plaju dan Hawkins, apalagi harus repot-repot mencari tahu apa yang hendak dihidangkan di sana, sebab keniscayaan yang akan pembaca dapati....
HAMPIR saja tim nasional sepak bola Republik Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026 yang dihelat di tiga negara, Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Iya, hampir saja. Itu berarti b...
Ketika anak-anak itu bermain riang, ruang Gedung Mario berubah menjadi area interaktif, sangat dinamis dan terkesan lebih hidup. Langit-langit tinggi dan tiang-tiang bangunan ikut...
KEMBALINYA seni Arja di Banjar Bukit Buwung, Kesiman, tidak dapat dipahami semata sebagai upaya revitalisasi kesenian tradisional, melainkan sebagai proses pemulihan roh kebudayaa...
IRONI terbesar abad ke-21 mungkin bukan ketika mesin mulai mampu berbicara. Ironinya justru ketika mesin mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang telah lama berhenti diajukan m...
PADA tahun 1999 sampai 2005 saya sempat membantu Bre Redana, mengkurasi karya-karya seni rupa yang berdialog dengan cerpen. Waktu itu, Bre Redaktur Kompas Minggu.
Bagi saya, it...