Gabriela
Cerpen: Putri Handayani “Gabriela, pohon beringin itu menari. Aku mengerjapkan kedua mataku. Pohon itu tetap menari. Kembali kukerjapkan kedua mataku sambil lalu mengusap-usapny...
TARI Rejang yang dibawakan oleh delapan pegawai Sekretariat Daerah (Setda) mengiringi Bhakti Penganyar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng di Pura Agung Besakih, Karangasem dalam rangka Karya Ida Bhatara Turun Kabeh.
Keindahan Tari Rejang membuka prosesi Bhakti Penganyar yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng di Pura Agung Besakih, Kabupaten Karangasem, pada Rabu (3/4/2024) pagi. Delapan pegawai Sekretariat Daerah (Setda) Buleleng dengan anggun membawakan tarian ini untuk mengantarkan prosesi persembahan yang dipimpin oleh Penjabat (Pj) Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana beserta Ny. Paramita Lihadnyana, Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng Gede Suyasa, dan pimpinan SKPD lingkup Pemkab Buleleng. Rangkaian upacara bhakti penganyar di-puput oleh Ida Pedanda Bukit Kemenuh dari Griya Singarata, Rendang, Karangasem.
Ratusan umat Hindu memadati Pura Agung Besakih untuk menyaksikan prosesi Bhakti Penganyar ini. Upacara ini merupakan wujud sradha bhakti Pemkab Buleleng kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan para dewa-dewi yang berstana di Pura Agung Besakih.
Ditemui usai prosesi, Lihadnyana menjelaskan pelaksanaan Bhakti Penganyar ini merupakan wujud bakti dan penghormatan terhadap Ida Bhatara-Bhatari yang berstana di Pura Agung Besakih. Sekaligus memohon keselamatan serta kesejahteraan bagi alam semesta.
“Kita bersama-sama memohon kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa khususnya Ida Bhatara-Bhatari yang berstana di Pura Agung Besakih. Agar Beliau menganugerahkan keselamatan dan kesejahteraan bagi umat semuanya baik itu di Buleleng maupun Bali pada umumnya” jelasnya.
Pj Bupati yang juga Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Bali ini mengatakan selain sebagai wujud bakti dan penghormatan, Bhakti Penganyar ini juga merupakan salah satu upaya Pemkab Buleleng untuk menjaga hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan dan alam semesta.
“Upacara ini juga merupakan bentuk rasa syukur dan terima kasih kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas limpahan karunianya kepada masyarakat Buleleng,” kata Lihadnyana.
Lihadnyana pun mengungkapkan Bhakti Penganyar di Pura Agung Besakih ini merupakan salah satu bukti komitmen Pemkab Buleleng dalam menjaga serta melestarikan adat dan budaya Bali. Upacara ini juga menjadi momen penting untuk memperkuat hubungan spiritual antara Pemkab Buleleng dengan masyarakat Hindu di Bali.
“KIta sangat menghargai dan selalu berupaya untuk melestarikan adat dan budaya Bali. OLeh karena itu, kita haturkan Bhakti Penganyar ini untuk juga memperkuat hubungan spiritual Buleleng dengan masyarakat Bali lainnya,” ungkap pejabat asal Desa Kekeran, Kecamatan Busungbiu ini. [T][Ado]
Editor: Adnyana Ole
Cerpen: Putri Handayani “Gabriela, pohon beringin itu menari. Aku mengerjapkan kedua mataku. Pohon itu tetap menari. Kembali kukerjapkan kedua mataku sambil lalu mengusap-usapny...
TIGA RAMU MENGKUDU Daun; Petiklah aku Tiga kepik muda Ramu padu dengan segenggam garam Dan tiga biji beras genggam Hingga padu resep moyang Hingga...
BAGAIMANA harus melukiskannya, sebagian besar anak kos (mahasiswa) memang dikenal selalu mumet dengan hiruk pikuk perekonomian. Dari media sosial, hingga sosial media, tahu perekon...
Bayangkan sebuah hutan hujan tropis dengan vegetasi yang hanya terdiri dari satu jenis pohon, atau sebuah partitur musik yang notasinya hanya tersusun dari nada ‘do’. Menjemukan se...
Saya salah satu penikmat tari. Saya lahir dari darah seorang ibu, yang dikala mudanya pernah menjadi Penari Zapin Melayu, di salah satu sanggar yang boleh dikata cukup tua di Ponti...
BEBERAPA bulan lagi, tahun akan segera berpindah. Bali punya acara spesial di tahun 2017 & 2018. Suksesi pemegang otoritas pemerintahan provinsi dan beberapa kabupaten di Bali...
MENJADI kota niscaya menjadi modern. Premis ini berlaku pada cara pandang yang menempatkan dua kutub berbeda antara kota dan desa. Desa diasumsikan berbau tradisional, kota identik...
PARA penggiat sastra dan teater di Bangkalan, Madura, Jawa Timur, bersorak ketika dua penulis dari kota itu, Joko Sucipto (puisi) dan Arung Wardana (drama), lolos untuk tampil dala...
Cerpen: Satia Guna Sebutlah aku wanita, mahluk yang menikmati penderitaan dengan berbagai macam rasa sakit. Sebutlah aku tanah, yang selalu diinjak tanpa menerima r...
KABAR DARI ZWOLLE Kenalkan aku pada wangi musim gugur Di tengah pesta roti dan remah-remahnya Yang terbang mengitari sungai Lalu singgah di beranda penuh cerita &n...