Diikuti Makhluk Gaib Seusai Piknik
BERWISATA atau piknik ke Bali adalah dambaan banyak siswa sekolah. Pulau ini sudah dikenal di seluruh dunia. Bahkan banyak masyarakat dunia yang lebih mengenal Bali ketimbang Indo...
DI Ruang Rapat Utama Jayaning Singasana, Lantai III Kantor Bupati Tabanan, di tengah suasana sejuk pagi hari, tampak ramai anak-anak muda duduk rapi di kursi mereka masing-masing sambil sesekali mengobrol satu sama lain. Mereka tampil anggun, cantik, tampan dan menawan dalam balutan busana adat Bali. Kehadiran mereka saat itu bukan untuk menjadi pagar ayu atau pagar betis, bukan juga untuk mengikuti ajang peragaan busana. Bukan. Mereka merupakan anak-anak muda kebanggan Kabupaten Tabanan yang akan mengikuti Seleksi Tahap II untuk memperebutkan posisi 10 Besar Finalis Jegeg Bagus Tabanan 2024 yang digelar Sabtu, 30 Maret 2024.
Pemilihan Jegeg Bagus Tabanan 2024 mengambil tema “Janawira Amrih Jagaddhita”, yang berarti generasi muda unggul dan cerdas yang nantinya diharapkan mampu menjadi contoh bagi generasi muda lainnya untuk berupaya mewujudkan kesejahteraan Kabupaten Tabanan Era Baru melalui pelestarian pariwisata dan tradisi yang ada di Kabupaten Tabanan.
Pendaftaran pun sudah dibuka sejak 7 Januari sampai 15 Maret 2024. I Wayan Wirya Kusuma selaku ketua panitia pemilihan tahun ini bercerita sedikit tentang proses yang ia lakukan bersama teman-teman lainnya dalam menjaring para peserta. Untuk menggaungkan lebih jauh tentang pemilihan tersebut, para panitia tidak hanya menyebarluaskan informasi melalui jejaring media sosial, namun mereka juga melaksanakan roadshow ke sekolah-sekolah dan perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Tabanan. Teknik menjemput bola yang dilakukan itu menjadi jurus jitu untuk menggaet partisipasi anak muda Tabanan dalam ajang bergengsi tersebut. Dari sana, tercatat ada 74 peserta yang mendaftarkan diri mereka untuk bersaing menjadi Duta Pariwisata dan Budaya Kabupaten Tabanan.
“Yang terjaring ada 48 peserta Jegeg dan 26 peserta Bagus. Sabtu, 23 Maret 2024 kemarin, mereka semua telah mengikuti Seleksi Tahap I, yaitu Tes Tulis dengan dengan total 50 soal pilihan ganda, 46 soal isian dan durasi waktu 60 menit pengerjaan, dan Tes Wawancara yang dibagi menjadi 6 bobot penilaian yaitu kepribadian, bahasa Bali, public speaking, pariwisata dan ekonomi kreatif, psikologi, kesehatan, dan bakat. Dari sana kemudian disaring lagi menjadi 15 pasang peserta, dan pada Seleksi Tahap II ini akan dilaksanakan pemilihan 10 Besar Finalis Jegeg Bagus Tabanan 2024,” ujar Wirya.

Peserta Jegeg mengikuti tes keterampilan membuat canang sari | Foto: JGN Pictures

Peserta Bagus mengikuti tes keterampilan membuat klakat sanggah cucuk | Foto: JGN Pictures
Seleksi Tahap II yang diadakan hari itu terdiri dari 2 tes yang berbeda, yaitu Tes Keterampilan Upakara dan Tes Deep Interview. Pertama-tama, para peserta harus membuktikan kebolehan mereka dalam membuat sarana upakara yang biasa dipakai dalam kehidupan masyarakat Bali. Peserta Jegeg membuat canang sari. Peserta Bagus membuat klakat sanggah cucuk.
Yang tak kalah penting, mereka juga harus memahami setiap makna filosofis, fungsi estetis, fungsi simbolis, dan fungsi religius dari sarana upakara yang mereka buat. Untuk menilai aspek-aspek tersebut, panitia Pemilihan Jegeg Bagus Tabanan 2024 menghadirkan 3 orang praktisi umat Hindu dari Kabupaten Tabanan, yaitu Ir. Ni Wayan Suryani, Dra. Ni Ketut Siti, M.Ag, dan Ida Ayu Gede Trisna Agustini, S.Ag.

Suasana di Ruang Rapat Utama Jayaning Singasana Lt. 3 Kantor Bupati Tabanan | Foto: JGN Pictures

15 Besar Finalis Jegeg Bagus Tabanan 2024 mendengarkan arahan | Foto: JGN Pictures

15 Besar Finalis Jegeg Bagus Tabanan 2024 mendengarkan arahan | Foto: JGN Pictures
Selanjutnya, barulah diadakan Tes Deep Interview. Para peserta akan diwawancara satu per satu terkait kepribadian, kesehatan, psikolog, bahasa Bali, bahasa Inggris, pariwisata, dan sumber daya pariwisata. Ada pun para dewan juri yang dipercaya untuk menilai para peserta adalah:
Tak hanya itu, para peserta juga membuktikan kemampuan public speaking dan argumentasi mereka saat mereka mendapat pertanyaan soal studi kasus atau permasalahan tertentu yang masih berkaitan dengan topik yang dinilai.

Dewan Juri Pemilihan Jegeg Bagus Tabanan 2024 saat mewawancarai peserta | Foto: JGN Pictures

Salah satu peserta Jegeg saat sesi deep interview | Foto: JGN Pictures

15 Besar Jegeg Bagus Tabanan 2024 | Foto: JGN Pictures
Kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris atau bahasa lainnya juga tak kalah penting menjadi aspek penilaian, mengingat para peserta yang terpilih nantinya akan mempromosikan pariwisata dan budaya yang ada di Kabupaten Tabanan tak hanya di ranah regional atau pun nasional, namun juga internasional.
Pada akhirnya, setelah melewati rangkaian yang panjang, terpilihlah 10 Pasang Finalis Jegeg Bagus Tabanan 2024 yang akan bersaing sebagai pemenang di bulan Juli mendatang. Mereka adalah:
10 Besar Finalis Jegeg Tabanan 2024:

Salah satu peserta Bagus lolos menjadi 10 Besar Finalis Jegeg Bagus Tabanan 2024 | Foto: JGN Pictures

Salah satu peserta Jegeg lolos menjadi 10 Besar Finalis Jegeg Bagus Tabanan 2024 | Foto: JGN Pictures
10 Besar Finalis Bagus Tabanan 2024
Ketua Umum Pasemetonan Jegeg Bagus Tabanan I Gede Sukarya S.M. mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah membantu menyukseskan acara pemilihan Jegeg Bagus Tabanan sampai terpilihnya 10 Pasang Finalis Jegeg Bagus Tabanan 2024.

10 Besar Finalis Jegeg Bagus Tabanan 2024 | Foto: JGN Pictures

10 Besar Finalis Jegeg Bagus Tabanan 2024 bersama para dewan juri | Foto: JGN Pictures
“Terima kasih khususnya kepada Pemerintah Kabupaten Tabanan dan Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan yang sudah mendukung penuh acara pemilihan ini, serta para panitia yang sangat luar biasa. Semoga di tahun ini bisa melahirkan generasi muda Tabanan yang tetap bisa bersaing di provinsi, serta bersinergi bersama pemerintah Kabupaten Tabanan mewujudkan Tabanan Era Baru.”
Andri Purwanto, S.T selaku Dewan Pembina Pasemetonan Jegeg Bagus Tabanan berharap 10 Pasang Finalis Jegeg Bagus Tabanan 2024 dapat mengikuti seluruh rangkaian proses yang akan dilaksanakan kedepannya, mulai dari pra-karantina, karantina, sampai malam grand final nanti, sehingga tambahan ilmu dan wawasan dari para dewan juri dapat bermanfaat untuk seluruh finalis. Yang tak kalah penting, seluruh finalis tetap menjaga nama baik almamater Jegeg Bagus Tabanan.
“Kepercayaan yang telah diberikan sebagai 10 besar Finalis Jegeg Bagus Tabanan 2024 mohon tidak disia-siakan. Karena dengan menyandang gelar 10 besar secara otomatis sudah tergabung dalam keluarga besar Pasemetonan Jegeg Bagus Tabanan yang tentunya dituntut untuk bertanggung jawab, berkomitmen dalam melaksanakan tugas sebagai Duta Pariwisata dan Budaya Kabupaten Tabanan dalam 1 tahun kedepan,” ujar Kak Andri.
Kak Andri juga berharap pada tahun ini terpilih Jegeg Bagus Tabanan 2024 yang terbaik dari yang terbaik untuk mewakili Kabupaten Tabanan ke ajang Pemilihan Jegeg Bagus Bali 2024.
“Harapan dan capaian kita adalah mempertahankan gelar Jegeg Bali bahkan astungkara kembali mengawinkan Jegeg Bagus Tabanan 2024 menjadi Jegeg Bagus Bali 2024. Tentu semua ini perlu dukungan penuh dari segenap pihak baik pemerintah daerah, Pasemetonan Jegeg Bagus Tabanan (alumni) serta seluruh pihak yang terkait agar capaian Jegeg Bagus Tabanan tahun ini kembali membawa mahkota Jegeg Bagus Bali 2024,” imbuhnya. [T]
BACA artikel lain tentang JEGEG BAGUS BALI
BERWISATA atau piknik ke Bali adalah dambaan banyak siswa sekolah. Pulau ini sudah dikenal di seluruh dunia. Bahkan banyak masyarakat dunia yang lebih mengenal Bali ketimbang Indo...
PERBEDAAN pandangan antara pemerintah dan komunitas, terutama komunitas orang muda sering dianggap sebagai persoalan komunikasi. Seolah-olah, jika dialog diperbaiki, maka kesalahp...
PULUHAN pesawat kertas melayang serentak dari atas panggung SD Negeri 1 Ungasan, Badung. Para siswa bersama guru yang berdiri berdampingan melemparkannya ke arah depan, seolah men...
APA yang paling dikhawatirkan oleh para pebisnis atau penanam modal di Indonesia selama era reformasi bukan pada keamanan akan tetapi tidak adanya kepastian hukum. Ada tiga&...
Dari Puputan Badung Menuju Perjuangan Zaman Kini PADA tanggal 20 September 1906, dunia menyaksikan sebuah peristiwa yang hingga kini masih menggema dalam kesadaran kolektif mas...
PERJALANAN Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Bali, tidak bisa dilepaskan dari organisasi induknya yakni Nahdlatul Ulama (NU), yang sudah eksis berdiri di Bali sebelum periode kemerdeka...
“Salah satu hal yang membuat pelecehan sulit dikenali adalah karena ia sering hadir dalam bentuk yang tampak biasa: candaan, gurauan, atau perilaku yang dianggap lumrah dalam perg...
JUNIadalah bulan keenam dalam Tarikh Kalender Masehi, semua orang tahu. Juni adalah bulan pertengahan tahun, semua orang juga tahu. Juni adalah bulan kelahiran dan kewafatan Bung...
SINGARAJA – TATKALA.CO | Tahun 2026 ini, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja menyediakan total daya tampung sebanyak 8.484 kursi untuk jenjang S1, S2, S3, profesi,...
“Kalau menurutmu, apa yang paling menentukan nasib manusia?” tanya Wayan Tulus sambil memeriksa saluran air yang mengaliri sawahnya. Di sampingnya, Made Jembar sedang men...