Pesta Kesenian Bali: Keroncong Tidak Mati
KETIKA tubuh meragang nyawa, dalam perukan persada. Tinggal nafas yang masih tersisa. Kau pekikkan merdeka. Bait lagu Puji Bagi Pahlawan ciptaan Basuki itu mengalun dalam sunyi. La...
SIKA Gallery dengan bangga mengumumkan pembukaan Pameran Lukisan Tunggal Nasional ke-72 yang menampilkan karya seniman Tiongkok terkenal, Yu Guoyin. Pameran ini, berjudul "Semangat Seni Tiongkok dalam Konteks Lintas Peradaban", memperlihatkan bakat luar biasa dan visi artistik dari Yu Guoyin.
Yu Guoyin dikenal luas karena keahlian artistiknya yang luar biasa dan karakter yang mendalam. Dengan puluhan tahun pengalaman di dunia lukisan, beliau telah menciptakan koleksi lukisan minyak yang beragam yang berhasil memikat penonton di seluruh dunia.
Dalam beberapa tahun terakhir, sketsa pemandangan Yu Guoyin telah menjadi sangat terkenal, mencapai berbagai daerah di Tiongkok, dari pantai hingga daerah pedalaman. Melalui dedikasinya dan keahlian artistiknya, beliau telah memberikan kontribusi besar pada dunia lukisan minyak Tiongkok kontemporer.
Pameran ini menyoroti pemahaman mendalam Yu Guoyin akan prinsip-prinsip estetika, teknik kuas, tinta, dan teori perspektif dalam lukisan Tiongkok. Beliau dengan lancar mengintegrasikan elemen-elemen budaya Tiongkok tradisional ke dalam lukisan-lukisan minyaknya, menciptakan karya-karya yang tidak hanya memukau secara visual tetapi juga memiliki makna budaya yang penting.
Perjalanan seni Yu Guoyin telah membawanya dalam tur yang mencakup ribuan mil, dari Tiongkok ke berbagai wilayah Asia, dengan Indonesia sebagai pemberhentian ke-72. Melalui perjalanan ini, beliau telah mendapatkan wawasan yang mendalam tentang beragam budaya lokal, memperkaya perspektif seninya dan memberikan sentimen humanistik pada karyanya.
SIKA Gallery mengundang para penggemar seni dan masyarakat umum untuk bergabung dengan kami dalam mendukung perjalanan seni Yu Guoyin. Pameran ini menjanjikan menjadi perayaan kreativitas, pertukaran budaya, dan keindahan seni Tiongkok yang abadi.
Detail Pameran:
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi: Ditta Maorin (+62818191544)
KETIKA tubuh meragang nyawa, dalam perukan persada. Tinggal nafas yang masih tersisa. Kau pekikkan merdeka. Bait lagu Puji Bagi Pahlawan ciptaan Basuki itu mengalun dalam sunyi. La...
Apakah yang paling membanggakan dari makhluk yang bernama manusia? “Kreativitas.” Itulah jawabnya. Manusia menjadi “lebih” ketimbang binatang karena memiliki ruang yang sangat luas...
Sebagai orang yang tidak berkompeten dalam bidang bahasa Bali, mungkin saya akan tulah idup karena apa yang akan saya paparkan barangkali banyak bohongnya. Saya bukan orang yang la...
Kaohsiung adalah kota terbesar kedua di Taiwan setelah Taipe. Di kota itulah saya berada, awal Juni 2016. Seperti sebuah mimpi, dari Singaraja – kota tempat tinggal saya - segalany...
FENOMENA The Great Pacific Garbage Patch menjadi bukti betapa kita sebagai manusia telah membunuh bumi dengan plastik. Miliaran ton sampah plastik terapung di laut, membuat jutaan...
KEMISKINAN, di Bali, bisa berarti sebuah upacara. Warga Desa Trunyan di Desa Kintamani, Kabupaten Bangli, sebelum berperilaku menjadi manusia miskin melakukan ritus kecil: membakar...
JIKA hobi facebook-an, singgahlah sesekali ke halaman Punk Kwala Ngibur. Bisa kita nikmati komik berbahasa Bali dari tingkat paling kepara sampai sor se-singgih-singgihnya. Tulisan...
MUNGKIN saya sudah terlambat menguraikan hal ini. Karena saat ini sudah makin banyak masyarakat yang menolak reklamasi Teluk Benoa. Namun dalam konteks ini, saya meyakini bahwa leb...
Bahasa menunjukkan bangsa. Itu peribahasa yang akrab saya dengar di Sekolah Dasar dulu yang bertahun-tahun kemudian saya amini kebenarannya. Kultur sebuah bangsa, seturut makna per...
Judul Buku : Badriyah Pengarang : Ayu Weda Penerbit : Gambang Buku Budaya Tahun Terbit : Maret 2016 Jumlah Halaman : xiv + 207 halaman ISBN : 978-602-6776-15-0 SELURUH cerita dala...