Michel Platini Menuai Karma di Stade de France
Menjelang kick-off, sambil sesekali menatap langit-langit Stade de France, Antoine Griezmann khidmat menyanyikan La Marseillaise, ekspresi Christiano Ronaldo datar-datar saja melaf...
BERKOMUNIKASI dengan orang dari latar belakang negara, etnis, agama, dan budaya yang berbeda tidaklah mudah. Selain faktor bahasa yang menjadi kendala, juga ada faktor kepercayaan, norma dan nilai. Di samping itu, pandangan dunia (world view) masing-masing berbeda pula.
Komunikasi akan menjadi efektif apabila orang bersedia untuk memahami pandangan dunia orang lain. Dengan demikian perbedaan tersebut tidak menimbulkan apriori maupun penilaian negatif tentang orang lain. Sebaliknya, kurangnya pemahaman terhadap pandangan dunia orang lain akan menyebabkan distorsi komunikasi.
Faktor kepercayaan menjadi hal yang sangat mempengaruhi pandangan dunia. Sedangkan kepercayaan seringkali bersifat subyektif sesuai nilai-nilai suatu masyarakat. Semakin merasa pasti dengan kepercayaannya, semakin besar pula intensitas kepercayaan itu di masayarakat. Karenanya tidak ada ukuran benar dan salah dalam kepercayaan.
Kepercayaan kerap muncul dalam bentuk mitos. Hampir semua masyarakat di dunia memiliki mitos yang dianggap sebagai kepercayaan. Sepanjang mitos itu menjadi bagian dari cara pandang masyarakat, maka akan menjadi pandangan dunia.
Kadang mitos bersifat rumit, namun banyak mitos sederhana yang masih tetap dipercaya. Sebagai contoh, kupu-kupu yang masuk ke rumah sebagai pertanda akan ada tamu yang datang. Telinga yang berdenging sebagai isyarat kita sedang dibicarakan orang lain. Itulah mitos. Itulah kepercayaan. Dan itulah pandangan dunia masyarakat Indonesia.
Konsepsi
Pandangan dunia biasanya akan menjadi landasan orang dalam berkomunikasi, baik terhadap alam maupun sesama manusia. Memahami pandangan dunia berarti memahami konsep komunikasi yang dipegang erat masyarakat. Ada masyarakat yang beranggapan bahwa alam bebas untuk dieksploitasi; dan oleh karena itu komunikasi orang terhadap alam tidak memerlukan nilai moral.
Di lain sisi, ada masyarakat yang memandang alam sebagai ciptaan Tuhan yang perlu dijaga dan dipelihara. Masyarakat seperti ini akan menempatkan alam sejajar dengan manusia. Sehingga konsep komunikasi manusia dan alam mengandung nilai-nilai moral.
Cara pandang masyarakat tentang kerja, misalnya; juga akan menggambarkan konsep komunikasi antarmanusia. Bekerja bukan semata kegiatan untuk mendapatkan uang, namun juga bagaimana pandangan dunia masyarakatnya tentang orang lain.
Masyarakat Jepang memiliki konsep kerja Bushido yang dijadikan pandangan dunia. Konsep kerja ini merupakan sikap ksatria seseorang dan loyalitas kepada pimpinan. Ukuran kinerja orang dilihat dari bagaimana orang loyal dalam pekerjaannya. Berpindah-pindah kerja akan menunjukkan loyalitas dan komunikasi yang rendah kepada pimpinan dan lingkungan kerjanya.
Sementara di Indonesia, pengalaman kerja menjadi tolok ukurnya. Tak heran bila semakin banyak orang memiliki pengalaman kerja, yang berarti juga sering berpindah kerja; merupakan modal dalam mencari kerja. Loyalitas pada satu pekerjaan tidak menjadi ukuran. Itulah pandangan dunia masyarakat Indonesia tentang kerja.
Konsepsi kerja masyarakat Jepang yang sekaligus menggambarkan komunikasi adalah Makoto, yaitu kejujuran dan ketulusan. Masyarakat Jepang dalam bekerja, termasuk juga dalam berkomunikasi dengan orang lain mengedepankan kejujuran dan ketulusan. Sedangkan di Indonesia, kejujuran merupakan barang langka dan mahal. Sebab, komunikasi acapkali diwarnai dengan kebohongan.
Orientasi
Pandangan dunia adalah orientasi suatu budaya terhadap beberapa hal seperti Tuhan, kemanusiaan, dan alam semesta. Pandangan dunia ini sangat unik, khas masing-masing budaya suatu masyarakat. Orientasi orang terhadap Tuhan akan menghasilkan masjid, gereja, pura, dan vihara.
Orientasi ini akan berpengaruh terhadap cara orang berkomunikasi di tempat-tempat pemujaan terhadap Tuhan tersebut. Bukan hanya itu, orientasi terhadap Tuhan juga akan membedakan cara berpakaian, makanan yang dibolehkan dan yang dilarang, tradisi yang dilakukan, serta beragam mitos yang menyertainya.
Orientasi suatu budaya juga akan membentuk pola komunikasi manusia dan alam semesta. Bagi orang Amerika dan Eropa, pantai adalah tempat untuk rekreasi dan berjemur diri. Namun bagi sebagian masyarakat Indonesia, pantai bisa dipandang sebagai tempat ritual adat, tradisi, dan keagamaan. Oleh sebab itu, pantai selain sebagai sarana rekreasi juga sebagai tempat sakral untuk berkomuniksi secara transendental.
Pengaruh pandangan dunia terhadap budaya masyarakat kadang memang tidak kentara dalam hal yang tampak, seperti pakaian, makanan, minuman, kegiatan, maupun ucapan. Jika ada masyarakat yang melarang orang untuk berkata jorok di suatu tempat yang dikeramatkan, maka itu bagian dari pandangan dunia masayarakat setempat. Jadi tak perlu diukur baik dan buruk atau benar dan salahnya.
Bahkan, cara berpakaian pun menjadi bagian dari pandangan dunia masyarakat. Ada kultur yang tidak mengijinkan orang untuk menggunakan pakaian warna tertentu di satu tempat tertentu. Wisatawan yang memasuki kawasan sakral di Bali, misalnya, juga diharuskan mengenakan selendang. Bukan masalah baik dan buruk atau benar dan salah menggunakan selendang, tetapi itulah pandangan dunia masyarakat Bali.
Begitu banyak tradisi yang masih hidup di banyak negara yang dianggap sebagai pandangan dunia masyarakatnya. Kadang memang dianggap tidak rasional. Namun pandangan dunia memang sulit dijelaskan secara rasional. Bahkan kadang rasionalitas memang tidak diperlukan untuk menjelaskan. [T]
Menjelang kick-off, sambil sesekali menatap langit-langit Stade de France, Antoine Griezmann khidmat menyanyikan La Marseillaise, ekspresi Christiano Ronaldo datar-datar saja melaf...
MASIH ingat dulu orang tua kita sering menasehati dan melarang agar tidak duduk di bantal yang ada di tempat tidur. Jika hal itu dilakukan konon bisa membuat bisulan atau dalam ba...
Judul Film: Petani Terakhir # Sutradara: Dwitra J. Ariana # Produser: Maria Ekaristi & Agung Bawantara # Produksi: Sanggar Siap Selem, 2016. PERMASALAHAN kehidupan petani di In...
DI Bali, selama berabad-abad, seni-seni yang berakar pada tradisi, terus lahir. Dan tentu saja sangat beragam. Jaman dulu seni tak hanya lahir dari tangan seniman karawitan seperti...
Pelawak drama gong, I Wayan Tarma (62) yang terkenal dengan nama Dolar, meninggal Sabtu (9/7) sekitar pukul 05.30 Wita. Ia meninggal ketika seni drama gong yang melambungkan namany...
DNA literasi berbangsa terbentuk sungguh unik sejak dulu kala. Nenek moyang bangsa Indonesia merupakan penutur andal di dunia. Ini dibuktikan dengan adanya beragam cerita rakyat da...
TRADISI adalah perayaan kebersamaan. Juga di Bali. Untuk menjaga kebersamaan nyama Bali mempertahankan sekaligus tetap merayakan tradisi di era digital ini. Sebut saja tradisi magi...
GELIAT seni di Bangkalan, Pulau Madura, Jawa Timur, kembali semarak. Di bulan ramadhan ini gaung kegiatannya sampai merambah ke Desa Arosbaya. Seperti yang terjadi Minggu (3/7). Se...
PERADABAN dunia mengenal sedikit orang hebat. Einstein, Newton, Galileo, adalah manusia-manusia hebat, seperti juga Napoleon, Socrates, Machiavelli, Karl Marx, Adam Smith, Shakespe...
UNGKAPAN “apalah artinya sebuah nama”, bagi saya memiliki makna kebalikannya. Dalam realitas budaya dan adat, nama memiliki banyak arti dan makna, mulai dari yang sederhana hingg...