“Full Day School”, Bentuk Generasi Emas atau Generasi Cemas?
GELI juga membaca berita tentang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy yang menggagas sistem "full day school" untuk pendidikan dasar (SD dan SMP), baik negeri maupun...
DALAM perjalanan pencarian makna, kita terkadang menemukan keajaiban di balik kata-kata yang sederhana. Salah satu contohnya adalah kata "majalangu". Meskipun tak tercantum dalam kamus-kamus umum, kita dapat membuka jendela pikiran untuk menafsirkan makna yang terkandung di dalamnya.
Secara morfologis, "majalangu" terdiri dari dua kata, yaitu "maja" dan "langu". Mari kita selidiki masing-masing komponen ini untuk merangkai pemahaman tentang arti kata ini secara keseluruhan untuk mengungkap potensi makna yang tersembunyi di baliknya.
….
Ketika kita memperhatikan bagian pertama dari "majalangu", yaitu "maja", muncul pertanyaan menarik tentang apa yang mungkin disembunyikan di dalamnya. Apakah itu merujuk pada suatu tempat atau wilayah yang memiliki keistimewaan tersendiri? Ataukah "maja" mencakup konsep yang lebih luas, seperti ruang atau wadah untuk pengalaman-pengalaman hidup yang tak terbatas? Ini adalah pemicu bagi imajinasi saya untuk menyusun berbagai kemungkinan makna dari konsep yang tampaknya sederhana ini.
Sementara itu, ketika memperhitungkan bagian kedua dari "majalangu", yaitu "langu", kami merasa terdorong untuk mengeksplorasi aspek keindahan yang terkandung di dalamnya. Apakah "langu" hanya mencerminkan kecantikan fisik, ataukah itu merujuk pada keindahan yang lebih dalam, yang mengalir dengan lembut dan tak terbatas? Apakah itu keindahan alam semesta atau keindahan batin yang menyenangkan? Pertanyaan-pertanyaan ini mendorong saya untuk melanjutkan penelusuran dan mencoba mengepotesa secara mandiri tentang apa yang mungkin dimaksudkan "Majalangu".
Dalam dunia seni, kata-kata sering kali menjadi jendela yang membuka pandangan kita ke keindahan yang tak terduga. Salah satu contohnya adalah kata "maja". Meskipun dalam beberapa konteks dapat merujuk pada objek fisik seperti pohon atau buah, dalam interpretasi yang lebih luas, "maja" melambangkan lebih dari sekadar materi. Ia adalah simbol dari tempat atau wilayah yang memiliki kekuatan magis dan daya tarik yang tak terduga.
Sebagai sebuah wadah, "maja" memeluk kita dalam pelukannya yang hangat, mengundang kita untuk menjelajahi keajaiban alam dan misteri kehidupan dengan semangat yang tulus.
Terjemahan sederhana dari Google Translate bahkan menggambarkan "maja" sebagai sebuah rumah, menegaskan peran pentingnya sebagai tempat perlindungan dan kediaman, yang melampaui sekadar fisikitasnya untuk menyentuh dimensi spiritual dan emosional kita.
Dalam perjalanan kita menjelajahi makna kata "majalangu", langkah selanjutnya adalah merenungkan kata "langu". Derivatif dari "lango/kelangoan", yang menggambarkan keindahan, "langu" membawa kita terbang ke dalam dunia yang penuh keelokan yang tak terhingga. Inilah sebuah perjalanan di mana kita terhanyut dalam sungai keindahan yang mengalir dengan anggun dan tanpa batas. Namun, keindahan yang dimaksudkan oleh "langu" tidak hanya sekadar terlihat dalam wujud fisik, melainkan meresap dalam setiap pengalaman, menggugah emosi, dan melintasi ikatan antarmanusia.
"Langu" adalah sinar keindahan yang merayap ke dalam jiwa, memancarkan inspirasi, dan membangkitkan kebahagiaan yang tulus di dalam hati kita. Sebagai sebuah konsep, "langu" mendorong kita untuk merenungkan dan mengeksplorasi segala aspek keindahan yang melingkupi kita, tanpa batas dan tanpa akhir.
Ketika "maja" dan "langu" bergabung dalam kata "majalangu", kita dibawa ke dalam gambaran tentang ruang yang tak terbatas, di mana keindahan mengalir bebas dan menyentuh setiap aspek kehidupan. Majalangu bukanlah sekadar ruang fisik; ia adalah perjalanan melalui dunia emosi dan spiritual yang mengajak kita untuk menemukan kedamaian, inspirasi, dan kebahagiaan yang hakiki. Di dalam wahana majalangu, kita merasakan panggilan untuk menjelajahi keajaiban yang ada di sekitar kita, memahami keindahan dalam segala bentuknya, dan menemukan makna sejati dari kehidupan.
Dalam kesimpulannya, "majalangu" bukanlah sekadar kata, tetapi sebuah panggilan untuk menjelajahi ruang indah yang tak terbatas di sekitar kita. Ini adalah undangan untuk menghargai keindahan dalam segala bentuknya dan merasakan keajaiban hidup. Majalangu adalah perjalanan menuju kebebasan dan kebahagiaan, tempat kita dapat merasakan keelokan yang abadi dan menyentuh jiwa kita dengan keindahan yang tak terlupakan. [T]
GELI juga membaca berita tentang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy yang menggagas sistem "full day school" untuk pendidikan dasar (SD dan SMP), baik negeri maupun...
HAY, ges, Salam Sejahtera untuk ges ges semua di seantero jagad Indonesia tercinta. Semoga semua masih dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa dan selalu memegang teguh ideologi Panca...
RATUSAN anak mendadak berlarian dari sisi barat dan timur Taman Lumintang, Denpasar. Mereka menghambur begitu saja di tengah-tengah lapangan. Mereka menari, berlari, kejar-kejaran,...
Cerpen: Surya Gemilang PARA pengunjung Taman Palakosa dibuat menganga pada sore itu oleh kehadiran seorang pria bertubuh kekar yang wajahnya abnormal; ia bermata tiga—m...
RASANYA baru kemarin saya menjadi mahasiswa semester 6 dan kini sudah beranjak ke semester 7. Segala pahit getir hari-hari di semester 6 yang agak jahanam akhirnya bisa saya lalui...
“Dadi minum, sakewale abedik!” begitu pesan luhur dari Sembroli. Dan kalimat itu dikatakan berkali-kali. Setiap kali menyebut “pesan luhur”, ia selalu angkat gelas dan menenggak ar...
PAGI tadi aku duduk di sebuah kursi taman di belakang gedung kampusku yang baru. Sudah tiga hari aktivitas ini aku lakukan. Aku pun sebenarnya tidak betul-betul tahu untuk apa dan...
MEDIA Sosial tentunya memberikan banyak manfaat. Mulai dari sarana untuk mengekspresikan diri, bertukar informasi, mencari lebih banyak teman, bahkan untuk menjalankan sebuah bisni...
BELAJARLAH pencitraan dari kuliner khas Buleleng, terutama dari lawar getih. Karena pencitraan itu adalah pertunjukan tentang “rasa dan kesan” yang serupa antara apa yang dilihat m...
SINTHA Pramadewi terlihat serius melihat aksara demi aksara yang tertulis di atas selembar daun lontar. Dengan terbata-bata ia berusaha membaca aksara demi aksara, yang ukurannya t...