SUASANA gedung Kesenian Gde Manik Singaraja begitu meriah, Sabtu malam, 3 Maret 2024. Di gedung itu, berlangsung acara Preliminary Competition yang merupakan rangkaian dari ajang pemilih Jegeg Bagus Buleleng tahun 2024.
Salah satu sesi yang mengundang sorot mata dari ratusan pengunjung di gedung itu adalah penampilan fashion show yang memamerkan bakat dari 10 pasang finalis Jegeg Bagus Buleleng. Tentu ada banyak sesi menarik lainnya.
Dalam fashion show itu dipertunjukkan berbagai ragam busana, seperti busana formal, busana Bali modern, dan busana gaun malam.
Ida Ayu Shanti Pinandita Erawan atau Dayu Santhi selaku Ketua Panitia Pemilihan Jegeg Bagus Buleleng 2024 mengatakan tema Preliminary Competition ini adalah '90s Night of Jegeg Bagus Buleleng 2024'.
Artinya, pada acara itu tampil berbagai unsur yang membangun suasana tahun 1990-an, seperti musik dan busana didominasi oleh nuansa nostalgia tahun 1990-an.
Tiga desainer busana lokal dan 10 penata rias lokal terlibat untuk mendukung penampilan seluruh finalis.
"Kami memberikan kebebasan kepada seluruh desainer dan penata rias untuk dapat mengkreasikan apa yang mereka ingin promosikan melalui finalis-finalis ini nantinya," jelas Dayu Shanti yang merupakan Runner Up V Jegeg Bagus Bali 2021 itu.
Tiga juri yang berasal dari alumni Jegeg Bagus Buleleng dilibatkan untuk memberi nilai pada setiap penampilan finalis Jegeg Bagus Buleleng itu. Para juri itu pernah berkompetisi di ajang Jegeg Bagus Bali, mereka memiliki pengalaman dan kompetensi yang mumpuni dalam membina dan menilai para finalis.
Foto: Dinas Kominfosanti Buleleng
Aspek yang dinilai meliputi performa peragaan busana yang telah dibuatkan oleh desainer, stage attitude, dan stage act.
"Sesuai dengan tema kami yaitu 'Aryaduta Padma Gandiva', di mana pada setiap rangkaian yang telah kami buat kami berharap bahwa duta kami tidak hanya cantik secara fisik untuk dilihat, namun bagaimana mereka juga memberikan pemikiran yang tajam," kata Dayu Shanti.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara, mengatakan kegiatan ini sejalan dengan semangat Smart Branding yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Buleleng untuk Singaraja Smart City.
Pada kesempatan ini, finalis tidak hanya memamerkan kepiawaian mereka dalam berbusana, namun juga kemampuan mereka dalam berbicara di depan umum serta menguasai panggung. Mereka telah diberikan pembekalan dan pelatihan baik softskill maupun hardskill yang terkait dengan kepariwisataan sebagaimana Jegeg Bagus Buleleng berperan sebagai duta pariwisata. Hal ini sejalan dengan langkah Buleleng untuk menjadi Kabupaten Kreatif di Indonesia pada tahun 2024 ini.
Foto: Dinas Kominfosanti Buleleng
Menurut Dody, sub-sektor kriya khususnya tenunan kain tradisional adalah sub-sektor unggulan di Kabupaten Buleleng, ajang ini diprioritaskan untuk mengangkat sub-sektor unggulan tersebut.
"Kita bersinergi bersama Semeton Jegeg Bagus Buleleng dengan para stakeholder yaitu para perancang busana, penenun, dan butik-butik untuk bisa mempromosikan hasil-hasil karya yang asli dari Buleleng. Tentunya ini akan menjadi daya dorong nantinya sekaligus sebagai promosi bagi hasil-hasil karya Buleleng," kata Dody.
Foto: Dinas Kominfosanti Buleleng
Selain peragaan busana, Dody juga menugaskan para finalis untuk membuat konten promosi Destinasi Tujuan Wisata (DTW) pada 9 Kecamatan di Kabupaten Buleleng. Materi yang diberikan selama masa karantina akan dipraktekkan oleh para finalis pada konten promosi DTW mereka yang berwujud video.
"Materi yang kita berikan agar mereka bisa aktualisasikan untuk melakukan promosi dengan teknik promosi digital kawula muda yang sejalan dengan program Smart Branding dalam Singaraja Smart City," ujar Dody.
Foto: Dinas Kominfosanti Buleleng
Sejumlah penerima penghargaan dalam Preliminary Competition ini yaitu:
Jegeg Bagus Video Promosi Terfavorit yaitu Pasangan Nomor 5 - I Gusti Ayu Putu Asti Astadewi dan I Komang Indra Wijaya
Jegeg Bagus Video Promosi Terbaik yaitu Pasangan Nomor 8 - Putu Valda Satwika Maharani dan Gede Oka Restu Pratama.
Presentasi Ilmiah Terbaik yaitu Jegeg Nomor 3 Putu Indiana Pramesti dan Bagus Nomor 7 Azriel Timothy Yavin Sampeilan Paranta.
Penampilan Preliminary Terbaik, Jegeg Nomor 5, I Gusti Ayu Putu Asti Astadewi, dan Bagus Nomor 4, Gede Susila Darma Putra.
Sumber: Rilis Dinas Kominfosanti Buleleng Editor: Adnyana Ole
DUA sekaa gong yang mebarung atau tampil berhadap-hadapan memenuhi Bale Banjar Paketan, Desa Adat Buleleng, Kecamatan Buleleng, dalam sebuah pertukaran budaya pada Rabu malam, 20...
SETELAH rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan persembahyangan di Pura Aditya Jaya Rawangun Jakarta Timur pada Kamis Umanis Gumbreg, 14 Mei 2026, studi Tiru dilan...
ENTAH kebetulan atau tidak, saya beberapa kali mendapati pada beberapa keluarga di Bali yang suka membesar-besarkan cerita tentang bantuan yang mereka berikan bahkan kepada saudar...
IA fotografer, ia mencintai kesenian Bali. Maka hidupnya diabdikan untuk mengabadikan segala bentuk kesenian Bali melalu foto-foto yang eksotik sekaligus bercerita.
Widnyana Su...
DI Bali, terutama wilayah selatan, papan bertuliskan ‘Hati-Hati Ada Proyek’ bukan lagi sekadar penanda pembangunan. Ia telah menjadi semacam slogan zaman. Hampir di setiap sudut j...
CINTA kerap mendorong seseorang untuk memberi tanpa syarat. Dalam relasi suami-istri, pemberian itu bahkan sering dimaknai sebagai bentuk ketulusan paling tinggi—termasuk ketika...
SEMAKIN malam, semakin meriah juga suasana di Gedung Kesenian I Ketut Marya, pada Jumat, 8 Mei 2016. Tepuk tangan riuh bersahut-sahutan, sorak sorai kian keras dan lantang terdeng...
"Memasuki tahap akhir inkubasi, Bang Dance merumuskan struktur dramaturgi, strategi afektif, dan posisi artistik karya sebagai praktik koreografi kontemporer berbasis pengalaman t...
PANTAI Kedonganan di kawasan Kuta, Badung, Bali, perlahan hidup kembali. Menjelang sore, deretan meja di tepi pantai mulai terisi. Aroma ikan bakar bercampur angin laut, suara obr...
ERA digital ini, kemarahan hampir selalu bergerak lebih cepat daripada proses memahami, seperti sebuah judul yang diadili sebelum karya itu sendiri selesai ditonton. Sebuah potong...