Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar
10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi pada tulisan. Satu kolom pada...
PERNAH mendengar istilah fill the frame dalam dunia fotografi? Jika Anda seorang fotografer pasti saja pernah dan kerap mendengar istilah itu.
Fill the frame adalah salah satu teknik komposisi yang sering diterapkan dalam fotografi. Teknik komposisi ini, secara sederhana, dapat diartikan sebagai “satu cara” atau metode mengisi frame foto dengan objek secara penuh.
Penerapan teknik ini bertujuan agar penikmat foto kita benar-benar fokus pada objek utama tanpa adanya hal-hal yang mengganggu.
Komposisi fill the frame sejatinya bisa diterapkan pada semua genre fotografi. Namun, teknik komposisi ini paling umum dijumpai pada potrait photography dan macro photography khususnya extreme photography.

Niang Rinsun karya I Wayan Sumatika
Untuk mendapatkan komposisi fill the frame, mendekatlah ke objek. Selanjutnya eksplorasi objek dari berbagai sudut untuk mendapatkan foto yang kreatif dan menarik. Teknik yang relatif sangat mudah dilakukan ini dapat menghasilkan sebuah foto yang sangat original dengan komposisi yang menarik.
Lantas, kapan idealnya kita menerapkan teknik komposisi fill the frame ini? Teknik ini ini biasanya dilakukan seorang fotografer untuk menampilkan detail objek yang diambil.
Pilihlah satu objek yang menarik, kemudian tinggal ambil gambarnya. Memenuhi frame dengan objek dan meninggalkan sedikit ruang atau tidak ada ruang sama sekali di sekitar frame dapat menjadi efektif untuk situasi tertentu.
Sebagai contoh, saat memotret wajah orang, tunggulah momen yang tepat saat orang itu tersenyum, tertawa, menangis atau menunjukkan ekspresi sedih, marah maupun ekspresi lainnya yang akan membangun sebuah cerita menarik pada foto.
Jika objeknya binatang, bersabarlah menunggu momen-momen fotogenik dari binatang itu tanpa membuatnya merasa terganggu atau terusik.

Barong Osing karya -I Wayan Sumatika
Selain itu, teknik komposisi fill the frame ini juga dapat diterapkan untuk mengeksplorasi hal-hal kecil yang dimiliki oleh objek yang tidak akan mungkin dipotret dari jarak jauh pada extreme macrophotography.
Misalnya, menangkap detail pada mata facet serangga, tekstur dedaunan dan benda-benda kecil lainnya. Dalam kondisi harus mengambil detail objek-objek kecil dari jarak jarak yang sangat dekat ini, tentunya penggunaan lensa macro akan sangat membantu.

Mengawasi karya I Wayan Sumatika
Serupa dengan teknik komposisi lainnya, daya imajinasi dan kreativitas seorang fotografer juga sangat menentukan hasil akhir sebuah foto apakah akan terlihat menarik atau tidak.
Wajib diingat, komposisi foto yang menarik tidak didapatkan pada setelan kamera, bahkan dalam mode automatis sekalipun. Komposisi juga tidak bisa disentuh atau diedit mengunakan photoshop. Semuanya berasal dari kemampuan dari si fotografer untuk menciptakan foto.

The Owl karya I Wayan Sumatika
Bereksprimenlah sekreatif mungkin dengan teknik komposisi ini sehingga bisa mendapatkan foto-foto yang menarik dan unik. [T]
10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi pada tulisan. Satu kolom pada...
SEKAA Dramatari Arja Sudhamala ini baru pertamakali pentas di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB). Bahkan, sekaa kesenian tradisional Bali yang memadukan unsur drama, tari, dan nyanyi...
LAGU “A Salty Dog” oleh Procol Harum (1969), dengan lirik karya Keith Reid, adalah elegi tentang pelayaran terakhir, tentang manusia yang berangkat dengan keberanian, namun akhirn...
PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa kehadiran Presiden Prabowo Subianto sempat menimbu...
“Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama, dalam acara ‘NGERUMPI’: Ngobrol Se...
MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa. Apalagi ketika ia mulai berbicara dengan logat...
DARAH itu bukan milik kurban, melainkan milik kesabaran yang sudah lama membusuk di bawah tapel kayu pulai. Sejak kecil aku diajari bahwa Barong adalah pelindung, bukan pemangsa....
Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang tua yang tak mau purnaMereka tak punya bat...
“Mari kawan bersama kita bekerja, bersihkan lingkungan….” ITU adalah penggalan tembang yang menjadi salah satu hal menarik dari pementasan kesenian janger tradisi d...