SEJUMLAH kapal pesiar dengan mengangkut ratusan wisatawan belakangan ini makin banyak bersandar di Pelabuhan Celukan Bawang, Buleleng, Bali. Dunia pariwisata di Bali bagian utara ini pun menyambut dengan suka cita.
Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng menargetkan kedatangan kapal pesiar ke Pelabuhan Celukan Bawang sebanyak 20 kapal pesiar tahun ini, namun berdasarkan hasil keputusan kerjasama dengan agen travel, baru ada konfirmasi sebanyak 11 kapal pesiar.
“Kami terus berupaya melakukan koordinasi bersama pihak-pihak agen travel lainnya agar target yang disusun dapat tercapai,” kata Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Buleleng, Agus Widya Suputra dalam dialog interaktif di salah satu radio siaran swasta di Buleleng, Selasa, (16/1).
Untuk menarik lebih banyak lagi kedatangan tamu kapal pesiar di tahun 2024 ini, Dinas Pariwisata menyiapkan sejumlah paket wisata andalan kepada tamu kapal pesiar, seperti paket Munduk Highland, paket City Tour dan Menjangan Island.
“Tahun 2024 kami sudah menyusun program wisata baru yaitu paket Bali Aga,” kata Agus.
Paket-paket yang sudah berjalan selama ini diakui telah mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Buleleng pada tahun 2022 - 2023 mencapai kenaikan 40%.
Kenaikan itu lebih condong pada kedatangan wisatawan mancanegara. Berdasarkan evaluasi itu, Pihaknya berencana mengoptimalisasikan Pelabuhan Celukan Bawang untuk pendatang wisatawan kapal pesiar.
Dari hasil koordinasi dan kerjasama yang dilakukan bersama pihak agen travel, pada Januari 2024 Buleleng siap menyambut kedatangan tamu kapal pesiar sebanyak 4 kali.
“Januari ini kami menerima 4 kali tamu kapal pesiar. Pada minggu-minggu yang sudah lewat ada 2 kapal pesiar yang bersandar, nah nanti tanggal 26 dan 30 Januari akan datang lagi 2 kapal pesiar. Astungkara akan terus meningkat ke depannya,” kata Agus.
Mengenai paket Bali Aga, Dinas Pariwisata telah melakukan koordinasi dan beberapa kali pertemuan bersama desa wisata Bali Aga di Buleleng seperti Desa Pedawa, Desa Tigawasa dan Desa Cempaga.
Seperti yang direncanakan dalam program, nantinya tamu kapal pesiar akan diajak berkeliling dan menikmati wisata desa Bali Aga sesuai rute yang disepakati. Namun terdapat sejumlah kedala yang cukup berat khususnya pada akses jalan yang tidak mendukung untuk jalur bus.
“Memang kondisi jalan sepanjang paket Bali Aga tidak mendukung untuk dilalui oleh bus, sehingga ini menjadi kendala dalam tour nanti. Kami akan terus melakukan koordinasi bersama pihak desa untuk dapat menyelesaikan permasalahan, seperti menyediakan armada yang lebih kecil agar dapat melewati jalur Bali Aga. Rencana mobil warga setempat akan dijadikan armada bagi tamu,” kata Agus.
Dispar Buleleng akan terus melakukan pengembangan dan peningkatan kualitas pariwisata di Buleleng, baik itu sumber daya manusianya (SDM) maupun destinasi wisatanya.
Dalam waktu dekat ini, Dinas Pariwsata akan memberikan pembinaan melalui pelatihan kepada setiap pelaku pariwisata di Buleleng. Hal itu penting dilakukan agar pola-pola pariwisata yang aman dan nyaman terjamin di setiap DTW.
“Keramahaman pemandu wisata dan pengelolaan pariwisata yang baik akan mampu memberikan kesan luar biasa bagi wisatawan yang berkunjung ke Buleleng dan akan kembali lagi ke Buleleng,” kata Agus. [T]
Sumber: Rilis Dinas Kominfosanti Buleleng Editor: Made Adnyana
JIKA menyaksikan Lomba Baca Puisi tingkat SMP dalam rangka Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, kekhawatiran bahwa generasi muda semakin jauh dari sastra tampaknya tidak berala...
UJUNG telunjuk dan jari tengah itu bergerak lincah di atas papan beroda sepanjang tak lebih dari sepuluh sentimeter. Sesaat papan skateboard mungil itu meluncur, lalu melompat. La...
PEMBUKAAN Singaraja Literary Festival (SLF), Jumat, 3 Juli 2026, berlangsung berbeda dari kebiasaan. Bukannya diawali dengan tari penyambutan tradisional seperti Panyembrama, Seka...
SOSOK-SOSOK perempuan bergerak perlahan menari di atas panggung, mengenakan caping petani dan membawa slepan (daun kelapa yang sudah tua) sebagai simbol kedekatan dengan alam. Mel...
KALAU puisi adalah sebuah negeri, maka Dr. Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd. adalah warga-negara yang paling mencintai negerinya. "I love poetry", tulisnya dalam buku barunya M...
PADA 3 Juli 2026 digelar pameran senirupa yang cukup menarik, pameran senirupa ini, menurut saya, lahir dari keyakinan bahwa seni adalah ‘bahasa universal’ yang mampu menjembatani...
DUA PULUH lima tahun lalu, tepat saat 2 bulan setelah Milenium ketiga dimulai, segerombol anak muda yang menyebut diri mereka Kamasra (Keluarga mahasiswa Seni Rupa) STSI Den...
MANUSIA adalah makhluk yang gemar mengembara.
Tubuhnya berada di sini, tetapi pikirannya berlari ke hari esok. Atau sebaliknya, tubuhnya telah meninggalkan kemarin, tetapi bati...
Sorak-sorai penonton menyemangati temannya ketika tampil sebagai peserta lomba Matajog (egrang bambu) dalam ajang Jantra Tradisi Bali serangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII,...