LIRIK lagu merupakan ekspresi atau ungkapan hati seseorang tentang suatu hal yang telah dialami atau diamatinya. Dalam mengekspresikan pengalaman dan keresahannya, pencipta lagu atau musisi kerap melakukan permainan kata-kata dan bahasa untuk menciptakan sebuah lirik yang menarik bagi khalayak.
Dewasa ini industri musik Bali tengah mengalami disrupsi bahasa dalam lirik-lirik lagu yang beredar di pasaran. Saat ini banyak musisi Bali yang menciptakan lagu dengan bahasa campur atau istilah lainnya campur kode. Hal ini terjadi karena pasar lagu sekarang ini banyak menyasar generasi muda, sehingga banyak musisi yang berlomba-lomba membuat lagu dengan menggunakan campur kode agar mampu menembus pasar anak muda.
Campur kode sendiri dapat diartikan sebagai proses terjadinya pemasukan unsur kode atau unsur bahasa lain ke dalam bahasa yang sedang digunakan. Campur kode sendiri kerap terjadi dan lazim digunakan dalam lingkungan masyarakat bilingual atau multilingual, seperti Indonesia.
Salah satu musisi yang digandrungi generasi muda adalah KIS Band. KIS Band merupakan grup musik pop rock asal Bali. Pada awalnya KIS Band merupakan solo project dari vokalisnya yakni Krisna Purpa setelah vakum dari Di Ubud Band pada tahun 2010. KIS Band begitu dikenal karena menjadi salah satu pionir lagu berbahasa Bali yang dikombinasikan dengan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dalam lirik-liriknya. Lagu-lagu dari KIS Band hampir semua menggunakan campur kode dalam liriknya. Selain itu lagu-lagunya juga bersifat romantis dan enak didengar oleh remaja yang sedang dilanda cinta. Salah satu karyanya yang hits adalah lagu SecretLover dari album #1 tahun 2010, lagu ini sudah dinikmati hampir 1,1 juta penonton di kanal youtube Mongkey Republic Official, sejak dipublikasikan empat tahun yang lalu.
Lagu Secret Lover menceritakan tentang seorang remaja laki-laki yang jatuh cinta dengan teman wanita sebayanya di sekolah, namun langkah yang diambilnya untuk mendekati wanita itu justru dengan menjadi seorang pengagum rahasia. Pada akhirnya wanita tersebut mengetahui bahwa laki-laki itu adalah pengagum rahasianya selama ini. Wanita tersebut tidak suka dengan sikap dan perilaku laki-laki itu, karena merasa telah dibohongi dan dipermainkan akhirnya cinta laki-laki itu ditolak begitu saja. Namun laki-laki itu masih tetap mencintai dan merindukan pujaan hatinya walaupun ia tidak dicintai dan tidak dikenal.
Dalam lagu Secret Lover ditemukan beberapa campur kode yakni campur kode ke dalam yaitu bahasa Indonesia dan campur kode keluar yaitu bahasa Inggris. Berikut merupakan penggalan lirik lagu dan campur kode yang terdapat dalam lirik lagu Secret Lover dengan keterangan berlabel sebagai berikut: Bali1, Indonesia2, Inggris3.
Tresna tumbuh tusing ngorang-ngorang1 Rasa1 hidup1 tusing1 harus2 sambatang1 Galah mejalan tusing ada ne ngalahang1 Tresnan Beli1 Sekuat batu karang1
Campur kode ke dalam yang dimaksud adalah perpaduan bahasa Bali dengan bahasa Indonesia. Kelekatan bahasa Bali dengan bahasa Indonesia terjadi di beberapa bait lirik lagu Secret Lover. Sedangkan campur kode ke luar yang dimaksud adalah adanya penyisipan unsur bahasa Inggris. Bahasa yang dominan digunakan adalah bahasa Bali dan bahasa Indonesia, kemudian campur kode yang lebih mendominasi adalah campur kode ke dalam. Hal ini dapat terjadi karena pencipta lagu lebih menguasai penggunaan bahasa Bali dan bahasa Indonesia daripada bahasa Inggris.
Lirik lagu tersebut diawali dengan bahasa Bali kemudian dilanjutkan dengan pemasukan unsur bahasa Indonesia dan diakhiri dengan ungkapan bahasa Inggris. Perpaduan antar bahasa ini menjadikan lagu-lagu dari KIS Band memiliki ciri khas dan karakteristiknya tersendiri, dan membuat lagu-lagu yang diciptakan terasa lebih modern dan dekat dengan anak-anak muda.
Penggunaan campur kode semacam ini sebetulnya sudah bukan hal baru lagi dalam dunia musik. Namun yang membuat KIS Band menjadi unik adalah karena menggunakan campur kode dalam lagu berbahasa Bali, yang sebelumnya belum pernah dilakukan oleh musisi-musisi Bali lainnya. Akibat dari trend campur kode dalam lagu seperti ini, membuat blantika musik bali semakin berwarna dan semarak. Banyak bermunculan band-band atau musisi-musisi yang terinspirasi dari KIS Band dalam membawakan lagu-lagu bertemakan percintaan yang dekat dengan kalangan remaja masa kini. [T]
Catatan: Tulisan ini merupakan pemenuhan tugas mata kuliah Pengembangan dan Pembinaan Bahasa serta mata kuliah Sosiolinguistik, mahasiswa semester V (lima), Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia.
DERU puluhan sepeda motor bergema dari arah utara Kota Singaraja pada Senin, 29 Juni 2026. Satu per satu kendaraan itu bergerak perlahan melintasi Jalan Ngurah Rai menuju Gedung D...
Bali Kembali Diserang, Kali Ini Tanpa Ledakan
TANGGAL 12 Oktober 2002 menjadi salah satu hari paling kelam dalam sejarah Bali. Ledakan bom merenggut ratusan nyawa dan menggunca...
NOTARIS pada hakikatnya merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga kepastian hukum, khususnya dalam lalu lintas perdata, investasi, pembentukan badan usaha, hingga berbagai tr...
PEMBACA tak perlu mengukur jarak antara Plaju dan Hawkins, apalagi harus repot-repot mencari tahu apa yang hendak dihidangkan di sana, sebab keniscayaan yang akan pembaca dapati....
HAMPIR saja tim nasional sepak bola Republik Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026 yang dihelat di tiga negara, Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Iya, hampir saja. Itu berarti b...
Ketika anak-anak itu bermain riang, ruang Gedung Mario berubah menjadi area interaktif, sangat dinamis dan terkesan lebih hidup. Langit-langit tinggi dan tiang-tiang bangunan ikut...
KEMBALINYA seni Arja di Banjar Bukit Buwung, Kesiman, tidak dapat dipahami semata sebagai upaya revitalisasi kesenian tradisional, melainkan sebagai proses pemulihan roh kebudayaa...
IRONI terbesar abad ke-21 mungkin bukan ketika mesin mulai mampu berbicara. Ironinya justru ketika mesin mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang telah lama berhenti diajukan m...
PADA tahun 1999 sampai 2005 saya sempat membantu Bre Redana, mengkurasi karya-karya seni rupa yang berdialog dengan cerpen. Waktu itu, Bre Redaktur Kompas Minggu.
Bagi saya, it...