TIDAK bisa dimungkiri, foto-foto dengan nuansa sunrise (matahari terbit) dan sunset (matahari tenggelam) seringkali mengundang decak kagum bagi yang melihatnya. Sunrise dan sunset memang merupakan salah satu momen terbaik untuk menghasilkan foto yang berkarakter kuat.
Namun, memotret sunrise dan sunset bukanlah hal yang mudah. Berikut tips dan trik memotret sunrise dan sunset agar mendapatkan foto dengan hasil yang memuaskan.
Golden Morning karya Made Adi Dharmawan
Syarat utama untuk mendapatkan foto sunrise dan sunset yang memuaskan, tentu saja kita sudah harus berada di lokasi pemotretan sebelum momen sunrise dan sunset itu tiba. Pastikan datang lebih awal sehingga Anda bisa mempersiapkan segala peralatan fotografi dengan matang.
Pastikan kamera, lensa, tripod, dan aksesoris lainnya sudah terpasang serta disetel dengan baik. Pastikan juga Anda sudah tahu dari titik sebelah mana akan melakukan pemotretan. Agar komposisi akhir foto keren, lakukan observasi tempat sebelumnya.
Saat memotret sunrise dan sunset, gunakan mode manual dan ISO diatur serendah mungkin. Dengan ISO rendah, kualitas foto akan bagus. Selanjutnya, pilih aperture f/8 sampai f/16.
Dengan bukaan yang relatif kecil, ruang tajam menjadi besar dan pemandangan yang luas bisa tajam semua, kemudian atur shutter speed sampai lightmeter jatuh di titik nol saat menekan setengah tombol shutter.
Morning Activity karya Gede Agus Sunantara
Biasanya shutter speed akan jatuh lebih lambat dari satu detik sesaat sebelum matahari terbit. Idealnya mengunakan self-timer atau exposure delay supaya saat kita menekan tombol shutter, kamera tidak goyang dan hasil foto tajam.
Saat memotret sunrise dan sunset, maksimalkanlah filter yang ada di kamera Anda. Jika Anda pengguna kamera DSLR, carilah fitur White Balance Cloudy. Fitur ini akan membuat foto lebih hangat dan warna lebih kuning kecoklatan pada warna matahari. Di samping itu, gunakan pula mode metering spot untuk mendapatkan exposure yang tepat.
Morning is Broken karya Gede Suweca Antara
Ingat, jangan hanya terpaku pada objek matahari semata. Anda harus melihat suasana sekeliling juga. Bisa jadi, ada banyak sekali objek menarik yang akan memperindah foto sunrise dan sunset Anda. Prinsipnya, kreativitas tetap harus menjadi yang utama. Selamat berburu sunrise dan sunset! [T]
BACA esai dan tips fotografi dari penulis WAYAN SUMATIKA
DALAM berbagai diskusi mengenai kewirausahaan, ada satu narasi yang terus berulang seperti sebuah gema yang tak kunjung reda. Ketika seorang calon wirausaha ditanya mengenai apa y...
SETELAH melewati rentetan perawatan medis yang panjang dan melelahkan, pernahkah Anda berbisik pada diri sendiri, "Apakah tubuh ini akan kembali seperti sediakala?"
Pertanyaan...
PAGI INI saya teringat mendiang Ida Bagus Ketut Dharma Santika Putra, sahabat dan guru kami dalam dunia sastra dan budaya di Jembrana-Bali, yang telah berpulang pada 21 Januari 20...
KRISIS iklim bukan lagi ramalan apokaliptik di makalah-makalah seminar melainkan kenyataan di depan mata semua bangsa. Ayolah jujur mengakui ironi ini: hutan-hutan terbaik yang be...
"YANG kami bangun bukan sekadar ruang publik yang indah, tetapi juga ruang yang mampu mengingatkan masyarakat akan perjalanan panjang Kota Singaraja," ujar Bupati Buleleng, dr. I...
JAUH sebelum psikolog modern David Dunning dan Justin Kruger merumuskan Dunning-Kruger Effect pada tahun 1999, pujangga Jawa Kuno telah meramalkan akan datang orang-orang yang dan...
HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai marmer rumah mewah di kawasan elit. Suara temba...
MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA
mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata
jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta kebijakan berbe...
TEPAT hari Sabtu, 13 Juni 2026, saat Renon sedang menyengat, ribuan orang memadati kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali di Denpasar. Di tengah gemuruh tabuh dan warna-warni busa...
RAHWANA adalah nama yang kerap kali tidak membutuhkan pengantar. Ia hadir lebih dulu dari ceritanya; datang sebagai prasangka sebelum sempat dikenali secara utuh dalam epik Ramaya...