Bulan Juni Milik Empat Presiden
“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” (Ir. Soekarno). PEMERINTAH Provinsi Bali sejak Gubernur Wayan Koster meray...
Penulis: Luh Made Ayu Rantini
JIKA berkunjung ke daerah Buleleng bagian timur, tepatnya di Kecamatan Tejakula, maka hal yang tidak boleh dilupakan adalah mencoba makanan khasnya, bubuh mengguh.
Bubuh mengguh adalah bubur beras dengan tambahkan sedikit kunyit agar berwarna kekuningan dipadukan dengan kaldu ikan dan toping saus kacang yang gurih, siap membuat lidah Anda bergoyang kenikmatan.
Mengguh merupakan hidangan khas yang hanya bisa ditemui di seputaran Desa Tejakula, Desa Les dan Desa Penuktukan. Biasanya, warga setempat memasak mengguh hanya pada momen-momen tertentu saja, seperti adanya upacara keagamaan dan pada saat kumpul-kumpul bersama.
Namun sekarang sudah banyak pedagang yang menjual mengguh berbarengan dengan lontong (tipat catok). Tidak sulit mencari pedangang mengguh, terlebih lagi di Desa Les, dari pagi sampai dengan sore hari ada banyak yang menjual mengguh.
Umumnya yang berjualan adalah seorang ibu-ibu yang sudah matang umurnya, semakin tua maka mengguh terasa lebih enak.
Salah satu pedagang mengguh di Desa Les ialah Luh Wisaeni yang sudah berjualan mengguh selama 20 tahun. Warung miliknya dapat ditemui di samping jalan raya Desa Les pada sebelah utara jalan. Tempatnya sangat sederhana seperti warung kelontong pada umumnya, tersedia satu meja dan dua buah kursi kayu yang panjang untuk pembeli makan ditempat.

Bubuh mengguh
Sekilas, bubuh mengguh tampilannya memang sama seperti bubur beras lainnya. Namun yang membedakannya ada pada bagian toping yang berisi pelecing sayur touge dengan saus kacang dan teksur dari buburnya yang kasar tidak lembek.
“Bedanya mengguh itu dari proses pembuatan pastinya, bumbu yang digunakan komplit bumbu base genep dibuatkan kaldu ikan biar tambah mantap ikan pindang,” ungkap Wisaeni, 40 tahun saat ditemui, Rabu 29 November 2023.
Proses penyajian hidangan ini sangat mudah tidak membutuhkan banyak waktu. Membuat bubuh mengguh sendiri relatif mudah. Berbeda dengan beberapa kuliner khas Bali yang kerap rumit
Bubuh mengguh dapat disiapkan dalam waktu singkat, sekitar 10 hingga 15 menit saja. Proses dimulai dengan menyiapkan kaldu kuah kuning terlebih dahulu, kemudian adonan bubur disiapkan.
Selanjutnya, kuah kuning dicampurkan ke dalam bubur yang telah dimasak dengan sempurna. Langkah terakhir penambahan sayur-sayuran, tauge, kacang panjang, tongkol, bayam lalu adukan ke saus kacang yang sudah dikasih bumbu lainnya sebagai toping.
Jika membelinya Anda hanya tinggal menunggu beberapa saat karena mengguh memang sudah matang, tinggal diambil dalam kondisi panas lalu diisikan toping sayur kacang. Hanya mengeluarkan uang 5000 rupiah sudah mendapatkan seporsi mengguh yang gurih dan nikmat. [T]
Catatan:
“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” (Ir. Soekarno). PEMERINTAH Provinsi Bali sejak Gubernur Wayan Koster meray...
īśāvāsyam idaṁ sarvaṁ yat kiñca jagatyāṁ jagat |tena tyaktena bhuñjīthā mā gṛdhaḥ kasyasvid dhanam || "Seluruh alam semesta ini, apa pun yang bergerak di dunia yang bergerak in...
ADA satu pemandangan yang hingga kini selalu mengusik. Seorang barista selesai meracik secangkir kopi, lalu menyadari ada kesalahan kecil. Mungkin ukuran gelasnya keliru, jenis su...
PADA tanggal 14 Juni 2026, saya mengikuti acara kolaborasi Grab Bali Nusra dengan Bali Book Party. Museum Pasifika Nusa Dua adalah lokasi acara diselenggarakan. Siang hari, ...
Kenapa jagat sosmed Bali semakin dijangkiti fenomena: Ngandang Nganjuh. Secara harfiah, istilah ini menggambarkan tindakan yang melintang (ngandang) dan mendorong atau memaksak...
PAGI saat Hari Suci Kuningan, sebagian keluarga sudah mengenakan pakaian adat sebelum fajar menyingsing. Sebagian lagi masih sibuk menata banten, memasak, atau menunggu anggota ke...
DI Desa Kembang Asri hiduplah seekor babi betina bernama Ica. Ia adalah babi kesayangan Made Subur. Ica tumbuh sehat dan jinak. Ia juga sangat menyayangi majikannya. Selain Ica...
KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk, mendesis,mencakar-...
"Gemerlap lampu Manhattan tidak pernah mampu menggantikan cahaya seekor kunang-kunang." KALIMAT itu memang tidak pernah ditulis secara harfiah oleh Umar Kayam dalam cerpennya S...
DALAM sejarah musik populer abad ke-20, sedikit lagu yang mampu merangkum pengalaman eksistensial manusia dalam lirik sesederhana “Knockin’ on Heaven’s Door.” Ditulis oleh Bob Dyl...